Bab 252 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Siapa sangka Nyonya Wilson seorang penganut agama Buddha, tetapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat serakah dan tidak tahu malu!

Saat itu, Charlie akan rela berlutut di depan siapa pun, jika orang itu memberinya $1 juta.

Tidak ada yang bisa menahan daya tarik uang saat mereka membutuhkan.

Mereka yang menganggap uang tidak ada artinya adalah orang-orang yang memiliki banyak uang untuk dihabiskan.

Apalah arti sepuluh atau $20 juta untuk Charlie sekarang? Dia memiliki puluhan miliar dolar di rekening banknya dan Emgrand Group menghasilkan laba puluhan miliar dolar setiap tahun. Dia tidak tahu lagi, bagaimana dia menghabiskan uangnya.

Oleh karena itu, apa gunanya dia menerima $20 juta dari mereka sekarang? Dia lebih suka tidak mengambil uangnya, tetapi membiarkan mereka menghormatinya dan memperlakukan dia sebagai seseorang yang baik agar mereka menunjukkan lebih banyak rasa hormat di masa yang akan datang.

Itulah yang sebenarnya dia inginkan.

Tapi, bagaimana dia bisa memberi tahu Jasmine apa yang dia pikirkan?

Saat ini, Jasmine merasa bahwa dia adalah orang suci yang menganggap uang tidak ada artinya.

Kalau begitu, maka dia akan membiarkan Jasmine terus berpikir seperti itu.

Saat ini, Jasmine terus meminum anggur merahnya sambil bergumam pada dirinya sendiri, "Sebenarnya, aku dapat menerima aturan yang lainnya, tapi aku benar-benar tidak ingin dimanipulasi dan dikendalikan oleh keluarga Moore ketika menyangkut pernikahanku. Aku tidak ingin menjadi bidak catur yang dikendalikan dan digunakan untuk memajukan bisnis keluarga Moore. Aku tidak ingin melepaskan masa muda dan kebahagiaanku. Aku tidak ingin mengikuti jejak ibuku dan mengulangi semua kesalahannya..."

Charlie bertanya ingin tahu, "Apakah pernikahan ibumu juga diatur?"

"Iya." Jasmine mengangguk sebelum dia berkata, "Setelah menikahi ayahku, ibuku tidak pernah bahagia dalam hidupnya. Dia sangat tertekan selama bertahun-tahun sampai dia akhirnya meninggal di usia yang sangat muda."

Samar-samar Charlie ingat Albert memberitahunya bahwa ibu Jasmine telah memberikan Jasmine kalung berlian sebelum dia meninggal, itu sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Karena Jasmine seharusnya berusia sekitar dua puluh lima atau dua puluh enam tahun, Charlie memperkirakan ibunya mungkin meninggal ketika Jasmine berusia sekitar sepuluh tahun. Kalau begitu, ibunya pasti masih sangat muda ketika meninggal.

Jasmine menyesap anggur merah lagi dan dia memainkan gelas anggur di tangannya sebelum dia berkata dengan nada meminta maaf, "Tuan Wade, aku minta maaf karena Anda harus mendengarkan aku berbicara terlalu banyak omong kosong."

Charlie buru-buru menjawab, "Jasmine, tolong jangan katakan itu. Aku senang kamu bisa bercerita kepadaku, karena ini menunjukkan bahwa kamu mempercayaiku."

Jasmine mengangguk sebelum dia menyeka air mata dari sudut matanya. Setelah itu, dia berkata, "Tuan Wade, aku sangat ingin berterima kasih atas semua yang telah Anda lakukan untukku hari ini. Anda tidak hanya menyelamatkan hidup kakekku, tapi Anda juga mendengarkan aku mengeluh dan memuntahkan begitu banyak hal yang tidak masuk akal tentang hidupku. Terima kasih telah menjadi teman yang baik!"

Charlie tersenyum dan berkata, "Kamu tidak perlu sungkan denganku, kalau kamu menganggapku sebagai temanmu! Jika teman terlalu sungkan, maka pertemanan itu seolah-olah tidak nyata."

"Benar!" Jasmine menjawab sambil mengangguk. "Ini sudah larut malam, Tuan Wade. Aku akan mengantar Anda pulang."

Charlie segera melambaikan tangannya. "Kamu tidak perlu mengantarku. Aku rasa kamu tidak boleh menyetir dalam kondisi seperti ini, jadi sebaiknya kamu mencari supir yang mengantarmu pulang."

Jasmine mengangguk dan berkata, "Jangan khawatirkan aku! Manajer wanita di sini bisa mengantarku pulang nanti. Aku harus mengantar Anda pulang dulu!"

 
Next Post Previous Post