Bab 241 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Xyla merasa sangat sedih dan tidak percaya diri saat ini. Oleh karena itu, ia menggemertakkan giginya lalu berkata, "Aku akan bertanding dengannya dan jika dia menang, aku akan meminta maaf kepadanya."

"Berapa lama kamu akan bertahan dengan sikapmu?" Anthony berteriak dengan penuh kemarahan sambil menatap ke arah cucunya.

Pria paruh baya yang berasal dari keluarga Moore juga terkejut, tidak ada yang menyangka jika Charlie memiliki kemampuan dan keahlian yang lebih baik dibandingkan dokter Simmons yang terkenal.

Reuben juga merasa bingung. Apa yang dimaksud oleh dokter Simmons? Apa dia mengakui jika pemuda ini memiliki keahlian?

Bagaimana ini bisa terjadi?

Apakah Charlie bisa diandalkan oleh mereka?

Apakah Anthony sangat yakin dengan keahlian Charlie?

Charlie menatap ke arah Xyla, dan Charlie bisa menilai kalau Xyla sangat sangat tidak senang. Wajahnya dipenuhi dengan kemarahan dan ekspresi tidak puas. Charlie menganggap hal itu lucu dan ia bertanya, "Bagaimana kamu ingin bertanding denganku?"

"Kita akan bertanding dengan keahlian di bidang pengobatan, tentunya!" Xyla menjawab sambil menatap Charlie. Namun, di wajahnya terlihat rasa senang dan ia melanjutkan perkataannya, "Dasar dari pengobatan Cina adalah untuk melihat, mendengar dan menjelaskan. Oleh karena itu, kita akan berkompetisi berdasarkan hal tersebut! Semua orang yang ada di ruangan ini memiliki gejala penyakit dan keluhannya masing-masing dan kita harus mengatakan kepada mereka apa yang sedang diderita oleh mereka!"

Mereka tidak diperbolehkan memeriksa nadi, dan mereka hanya bisa mengatakan penyakitnya hanya dengan melihat wajah pasien mereka. Hal ini benar-benar menantang sekali.

Bahkan sesungguhnya, dokter Simmons sendiri mungkin tidak akan bisa mengatakan penyakit yang diderita seseorang hanya dengan melihat wajah pasien.

Tapi, hal ini adalah kemampuan khusus yang hanya dimiliki oleh Xyla. Ia telah berada di sisi kakeknya semenjak berusia satu tahun dan ia telah melihat lebih dari sepuluh ribu pasien hingga saat ini.

Ia memiliki ingatan yang sangat luar biasa dan ia mampu untuk mengingat semua gejala penyakit yang pernah ia temui, juga untuk mengklasifikasi penyakit-penyakit ini ke beberapa kelas.

Dengan seiring waktu, ia mampu untuk mengetahui penyakit dan kondisi pasien hanya dengan melihat wajah pasien.

"Xyla, apakah kamu sengaja mempersulit Tuan Wade?" Anthony bertanya dengan rasa tidak senang.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa Charlie setuju dan tersenyum, lalu menjawab, "Baiklah, aku akan bertanding denganmu."

Setelah Charlie setuju untuk bertanding dengan Xyla, Anthony tidak berkata apa pun dan bersiap untuk melihat kompetisi ini berlangsung.

"Aku akan memulai terlebih dahulu," jawab Xyla, setelah itu ia melangkah ke depan lalu berjalan di depan sekumpulan orang-orang sambil memperhatikan wajah mereka dengan seksama, satu demi satu.

Sepuluh menit kemudian, Xyla tersenyum dan berkata, "Berdasarkan garis horizontal yang ada di keningnya, aku yakin bahwa Paman Moore sedang mengalami tekanan darah tinggi, saat ini dia sedang menjalani diet ringan karena Paman Moore tidak bisa makan terlalu banyak daging dan ikan."

Setelah ia selesai berbicara, pria paruh baya dari keluarga Moore berkata, "Kamu memang jenius, Nona Xyla! Aku memang punya penyakit tekanan darah tinggi."

Setelah itu, Xyla menunjuk ke arah Reuben kemudian berkata, "Bagian di bawah alis Anda merah dan mata Anda terlihat keruh, Anda pasti mengalami infeksi paru-paru, dan baru saja sembuh dari penyakit itu."

Reuben tersenyum lalu menjawab, "Aku sangat kagum dengan keahlianmu, Nona Xyla. Aku memang sering batuk dikarenakan aku mengalami infeksi paru-paru di minggu kemarin, tapi aku telah bertemu dengan dokter dan aku sudah benar-benar sembuh sekarang."

Setelah itu, Xyla melanjutkan perkataannya, "Dan untuk Nona Moore, menstruasi Anda mengalami ketidakteraturan, tapi hal ini disebabkan karena stress dan Anda bekerja terlalu keras."

Jasmine mengangguk dan menjawab, "Kamu benar."

Xyla menunjuk ke semua orang dan mengatakan kepada mereka gejala yang mereka alami begitu juga dengan penyakit yang diderita oleh mereka dan semuanya benar.

Semua orang sangat terkejut kali ini, dan mereka tidak bisa berhenti memuji Anthony karena mendidik cucu perempuannya dengan sangat baik.

Anthony merasa sangat bangga dengan cucu perempuannya.

Xyla akhirnya melihat ke arah Charlie, kemudian tersenyum dan berkata seolah-olah kemenangan sudah berada di tangannya. "Tapi, Tuan Wade, aku merasa bahwa Anda memiliki kondisi yang sangat serius di sini! Sepertinya Anda memiliki masalah serius dengan jantung Anda!"

Charlie tersenyum lalu berkata, "Aku tidak menyangka, bahwa kamu memiliki keahlian pengobatan yang sangat luar biasa di usiamu, dan aku benar-benar sangat mengagumimu. Tapi, kamu tidak menyampaikan beberapa informasi, biar aku menambahkannya untukmu."

 
Next Post Previous Post