Bab 229 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Claire tidak ingin menjabat tangan Peter, tetapi karena Peter telah mengulurkan tangannya, maka tidak sopan jika dia tidak menyalaminya. Oleh karena itu, Claire sedikit cemberut dengan enggan mengulurkan tangannya.

Ketika Peter merasa senang dan berniat menjabat tangan Claire, tiba-tiba sebuah tangan besar muncul entah dari mana dan meraih tangannya dengan kuat.

Peter tertegun beberapa saat. Mendongak penuh marah, dia menggeram, "Apa-apaan ini!? Kamu siapa?"

Claire juga menoleh untuk memandangnya dan sedikit bingung siapa yang dilihatnya.

"Charlie! Kapan kamu datang?"

Claire kemudian dengan cepat menoleh ke Peter dan menjelaskan, "Dia adalah suamiku."

Wajah Peter berubah muram seakan awan mendung ada di atas kepalanya saat mendengar kata 'suami'."

Aku baru saja sampai." Charlie tersenyum pada Claire dan kemudian menoleh ke Peter, berpura-pura tidak melihat perubahan ekspresinya, lalu berkata, "Anda adalah Peter Murray, bukan? Bos dari Millenium Enterprise?"

Peter berkata dengan nada cemberut, "Ya, itu saya. Kenapa?"

"Tidak apa-apa. Hanya saja, Anda adalah orang tua bejat dan menjijikkan!" Charlie mengangguk dan dengan sengaja memanjangkan nadanya.

Dengan gelisah, Peter mencoba menarik tangannya, tetapi Charlie mencengkeramnya seperti penjepit besi yang membuatnya tidak mungkin untuk melepaskan diri.

Peter mendesis saat telapak tangannya semakin sakit, dan dia merasa tulangnya seolah-olah akan patah. "Hei, lepaskan... lepaskan tanganku! Sakit sekali!"

Claire tahu bahwa Charlie sangat kuat, maka dia mendesak, "Charlie, lepaskan."

Charlie akhirnya melepaskan cengkeramannya dan menatap Peter dengan senyum sinis.

Wajah Peter meringis kesakitan. Dia menatap tajam ke arah Charlie dengan marah lalu berbalik ke Claire dan berkata, "Katakan pada suamimu untuk pulang. Saya tidak terbiasa membahas masalah bisnis di depan orang luar."

Claire terdiam sejenak dan berkata, "Charlie adalah suami saya. Dia tahu tentang rencana saya, dia bukan orang luar."

"Tetapi, tetap saja! Saya tidak terbiasa membicarakan agenda penting seperti ini di depan pihak ketiga." Peter menatap tajam ke arah Charlie, ia ingin Charlie menghilang secepatnya. "Lagi pula, dia tidak akan mengerti apa yang kita bicarakan."

Claire berbisik pelan pada Charlie. "Kenapa kamu tidak pulang dulu? Aku di sini untuk urusan penting."

"Tidak apa-apa, aku akan menunggu," ujar Charlie dan duduk di samping Claire.

Peter menggertakkan giginya dengan marah saat dia melihat Charlie duduk di dekat Claire, lengannya bergesekan dengan tubuh lembut Claire. Peter sangat frustrasi, karena dia hampir mendapatkan Claire, tetapi gagal.

Peter mendengus cemas. "Anda menantu yang tinggal di keluarga Wilson, bukan? Apakah Anda tahu, betapa terkenalnya Anda di Aurous Hill? Claire bekerja keras untuk menghidupi keluarga. Kami sedang mendiskusikan potensi kerja sama kami, mohon jangan mengganggu dan menyingkirlah."

Nada suara Peter sangat kasar dan blak-blakan, karena ia sama sekali tidak menghargai Charlie, dan ia ingin mengusirnya secepat mungkin.

Sebagian besar orang di Aurous Hill tahu tentang menantu tidak berguna dari keluarga Wilson. Peter meratapi bagaimana Claire dengan kecantikan seperti itu menikah dengan orang yang tidak berguna.

Charlie, di sisi lain, mengerutkan kening saat mendengar nada Peter yang kurang menyenangkan dan menatap Peter dengan dingin.

'Claire'? Apakah sopan memanggil nama depan? Dia bukan istrimu, bangsat!

Peter menatap Charlie dengan jijik dan berkata, "Charlie, kalau kamu laki-laki, jangan ganggu Claire! Bisakah kamu membantunya? Apakah kamu punya uang untuk perusahaannya? Bisakah kamu memberinya kontrak desain arsitektur?"

"Jika tidak bisa, aku sarankan kamu pergi dan mencari pekerjaan. Kamu bisa menjadi kurir atau bahkan penjaga keamanan. Jangan berada di rumah sepanjang hari dan curiga terhadap istrimu, seperti suami pecundang!"

 
Next Post Previous Post