Bab 228 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Charlie dengan cepat menyelinap ke luar rumah, sementara pertengkaran masih berlangsung sengit di dalam rumah.

Akan lebih baik baginya untuk tidak terlibat dalam perselisihan rumah tangga seperti itu.

Charlie pergi ke sebuah kafe kecil, memesan makanan ringan dan memutuskan untuk menghabiskan waktu luangnya di sana sampai malam.

Itu adalah jalan yang dipenuhi restoran yang terkenal di Aurous Hill dengan orang-orang sibuk di sekitarnya.

Charlie sedang menikmati makanannya ketika dia tiba-tiba melihat dua sosok di seberang jalan, salah satunya tampak sangat akrab.

Itu Claire, bukan?

Di seberang jalan ada restoran yang sangat mewah. Charlie melihat Claire duduk di dekat jendela besar di lantai dua, dan di seberangnya ada seorang pria paruh baya berjas dan sepatu kulit yang mengenakan kacamata berbingkai emas.

Claire memegang map dan berbicara dengan pria itu tanpa henti, sepertinya dia sedang menunjukkan portofolionya dan peran barunya sebagai desainer lepas dan berharap pria itu akan berinvestasi dalam bisnis barunya.

Terlepas dari semangatnya, pria itu tampaknya tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh Claire. Pria itu bahkan mencoba untuk menyentuh tangan Claire ketika mengambil map dari Claire, dengan cepat Claire menarik tangannya sebelum pria itu berhasil menyentuhnya.

Darah Charlie mendidih saat menyaksikan adegan konyol itu!

Bajingan itu, beraninya dia mencoba melecehkan istrinya!

Saat itu, pelayan datang dengan membawa sepiring keripik. Sebelum pelayan sempat meletakkannya ke meja, Charlie membanting uang $20 ke atas meja dan bangkit dengan tergesa-gesa.

"Simpan kembaliannya."

***

Di lantai dua restoran Little Italy.

Menahan rasa jijik di hatinya, Claire menampakkan senyum sopan dan berkata kepada pria di seberang meja, "Tuan Murray, saya telah mengumpulkan semua rencana dan prospek masa depan perusahaan saya di dalam map ini, menjanjikan perkembangan yang sangat baik di masa depan. Jika Anda bersedia bekerja sama dengan saya, saya berjanji, saya akan memberikan perencanaan proyek yang terbaik."

"Nona Wilson, saya tahu kemampuan Anda, dan saya percaya kepada Anda." Kemudian, pria itu menunjukkan senyuman kaku. "Tapi, kami telah menginvestasikan banyak uang untuk berbagai proyek baru-baru ini, dan modal kami sangat terbatas saat ini."

Claire sedikit kecewa. Claire telah menghabiskan sepanjang pagi menyajikan portofolionya kepada pria itu, tetapi pria itu malah memberikan respon tidak jelas yang membuat Claire bingung.

Melihat ekspresi kecewa Claire, pria itu sengaja menggosok tangannya dan berkata, "Sebenarnya, ini belum keputusan akhir. Biar saya berbicara dengan para eksekutif senior dulu. Sejujurnya, portofolio Anda terlihat sangat menarik. Bagaimana kalau kita lanjutkan diskusi jam 8 malam ini? Saya ingin tahu lebih banyak tentang pekerjaan Anda."

"Um, Tuan Murray, itu terlalu malam..."

Claire ragu-ragu.

Terlalu malam bagi mereka untuk bertemu pada jam 8 malam. Selain itu, jika mereka melanjutkan diskusi, mereka mungkin akan berbicara sampai tengah malam. Tidak baik untuk reputasinya sebagai seorang istri.

Pria itu tersenyum. "Tidak, tidak. Investasi adalah masalah besar. Kita harus memiliki pemahaman yang mendalam satu sama lain, sebelum kita dapat membangun rasa saling percaya, benar kan? Saya akan mentraktir Anda makan malam yang menyenangkan malam ini dan kita akan melanjutkan diskusi. Ayo, Nona Wilson. Mari berjabat tangan untuk kerja sama kita di masa depan."

Pria itu mengulurkan tangannya ke arah tangan Claire yang kecil, sorot mata genit terlihat di mata pria itu.

Nama pria itu adalah Peter Murray. Dia sudah lama mendengar tentang Claire Wilson, wanita yang dijuluki wanita tercantik di Aurous Hill, tapi dia belum beruntung untuk bertemu secara langsung dengan Claire.

Tapi sekarang, Claire yang menghubunginya, mengatakan bahwa ia telah putus hubungan dengan keluarga Wilson dan ingin mengajaknya berinvestasi di studio barunya. Dia sangat senang! Dia berencana untuk menggoda Claire dan menikmati malam bersamanya!

 
Next Post Previous Post