Bab 225 - Si Kharismatik Charlie Wade

 George terjatuh di lantai, terlihat di matanya keputus-asaan dan penderitaan.

Alasan mengapa ia dengan cepat dipromosikan menjadi eksekutif senior di usia muda, karena ia telah menandatangani kontrak kerja yang sangat ketat berdasarkan keinginannya sendiri.

Untuk memperkuat kontrol terhadap pekerja mereka, perusahaan Spikeworth bisa dikatakan sangat menuntut dan memberikan kontrak kerja yang bisa menjamin promosi setelah ditandatangani, tapi pekerja itu akan benar-benar terikat dengan perusahaan. Promosinya memang terjamin, tapi mereka harus membuktikan diri mereka layak dan harus bekerja keras untuk perusahaan. Jika mereka gagal dalam performa mereka atau melakukan penyimpangan, maka perusahaan akan mendenda mereka dalam jumlah besar.

Banyak orang yang takut untuk menandatangani kontrak kerja tersebut disebabkan persyaratannya yang sangat ketat dan kejam, tapi di saat itu, George merupakan seseorang yang baru lulus kuliah dan dipenuhi dengan ego dan keinginan untuk sukses. Oleh karena itu, ia menandatangani kontrak tersebut, walaupun risikonya sangat besar.

Memang benar, ia segera mendapatkan promosi dan perusahaan sangat menghargainya, tapi sekarang, sebuah kenyataan pahit menunggunya!

Dengan berlutut di lantai, George bergetar karena rasa tidak percaya dan kesedihan.

Ia telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk perusahaan Spikeworth, tapi sekarang bukan saja perusahaan mendendanya sebesar $5 juta, tapi Zeke White telah mengumumkan bahwa ia telah menyinggungnya.

Bagaimana ia bisa mendapatkan pekerjaan lagi? Jika ia tidak memiliki pekerjaan, maka ia tidak memiliki pendapatan, dan hidupnya akan berada dalam masalah besar jika harus membayar $5 juta sebagai kompensasi. Besar kemungkinan, ia akan berakhir di penjara.

Ia meraih kaki Zeke dan memohon, "Tuan White, tolong, tolong ampuni saya! Tolong berikan saya kesempatan! Tolonglah! Jika Anda mencoret nama saya, dari mana saya mendapatkan uang untuk membayar kompensasi? Tolong, berikan saya kesempatan untuk membuktikan diri saya! Saya akan melakukan apa pun untuk Anda! Saya akan menjadi budak untuk perusahaan, mendedikasikan diri untuk perusahaan! Tolonglah!"

Zeke menendangnya dengan penuh kemarahan dan berteriak. "Apa gunanya kamu meminta maaf sekarang? Semua sudah terlambat! Kamu pikir, waktu akan berputar kembali untukmu? Kamu pikir, setelah timbul masalah, kamu bisa pergi begitu saja dengan mengatakan 'saya minta maaf'? Sudah terlambat, bodoh, kalau sampai Tuan Wade mengacuhkan aku karena dirimu, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri."

George gemetar ketakutan, wajahnya pucat pasi bagaikan hantu, ia tidak pernah menyangka Charlie yang seorang pecundang di matanya, memiliki pengaruh dan kekuasaan yang sangat besar sehingga membuat Zeke rela membunuhnya demi Charlie!

Jika ia tahu akan berakhir begini, ia lebih baik berlutut di depan Claire saat mereka tadi bertemu daripada menolaknya.

Sayangnya, semua sudah terlambat sekarang, tamat sudah riwayatnya.

Dan di waktu yang sama, Zeke mengetahui Joanne dan Jerry berada dalam kantor dan bertanya dengan nada jengkel, "Siapa kalian? Apa kalian temannya atau karyawan Spikeworth?"

Joanne dan Jerry merasa sangat terkejut, dan mereka langsung berkata, "Oh! Tidak, kami tidak ada hubungan apa pun dengan George! Kami bahkan tidak mengenalnya."

Bagaimana mereka akan bilang bahwa mereka mengenal George di saat genting seperti ini! Mungkin yang terbaik adalah memutuskan hubungan dengannya!

Zeke bertanya dengan nada curiga, "Benarkah? Lalu, kenapa kalian ada di ruangannya, mengobrol dan tertawa bersama?"

George berkata dengan nada kesal, "Tuan White, mereka adalah teman kuliah saya. Menolak Claire Wilson adalah ide mereka, mereka membujuk saya untuk menolak Claire!"

George menatap mereka dengan penuh kemarahan, Jerry dan Joanne merupakan penyebab utama penderitaannya. Mereka tidak boleh lolos dari semua ini!

Zeke memicingkan matanya dengan kesal. "Oh, jadi ini sebuah persekongkolan? Coret nama mereka juga!"

Jerry menjadi sangat gugup, ia melompat ke arah George seperti orang gila dan mulai memukulinya. "George Harris! Berani sekali kamu menyeret diriku! Aku akan membunuhmu!"

***

Sementara itu, Charlie dan Claire telah mendapatkan taksi dan sedang dalam perjalanan pulang.

Tidak biasanya Claire diam dan termenung. Charlie meraih tangan Claire dan berkata, "Kamu pasti bisa mencari pekerjaan lainnya, mereka yang rugi karena tidak mau mempekerjakanmu. Bahkan, dari yang aku lihat, perusahaan itu terlalu kecil untuk kariermu. Dan aku ragu, mereka bisa memberikan posisi yang cocok untuk kamu bisa bersinar terang."

 
Next Post Previous Post