Bab 223 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Claire tidak mengetahui jika George bermaksud tidak baik kepadanya, dan ia tetap saja berbicara dengan sopan, "George, kamu sangat baik."

George memperlihatkan senyum yang ramah, ia mengambil surat lamaran Claire dari atas meja, ia membacanya dengan seksama lalu berbicara dengan nada ditekan, "Claire, aku mohon maaf, tapi dari apa yang aku baca di surat lamaranmu. Kualifikasimu tidak sesuai dengan kebutuhan kami, itu di luar pengalaman dan keahlianmu. Kamu tidak memenuhi persyaratan kami."

Kemudian, ia menghela napas dan melanjutkan, "Aku mohon maaf, Claire, kamu gagal di wawancara ini, aku sarankan kamu mencoba melamar ke perusahaan lain. Dan semoga beruntung!"

Claire tampak terkejut dengan penolakan yang ia terima dan langsung berkata, "Tapi, aku telah bekerja di Departemen Manajemen dalam waktu yang cukup lama saat di Wilson Group! Aku yakin, pengalaman kerjaku memenuhi kriteria yang perusahaan ini butuhkan!"

George menggelengkan kepalanya dan berkata dengan tegas. "Oh, tidak, kamu memiliki kualifikasi dan pengalaman hanya karena kamu adalah bagian dari keluarga Wilson, dan sekarang kamu telah dikeluarkan dari keluarga Wilson, jadi kamu bukanlah siapa-siapa!"

"Baiklah." Claire melihat ke bawah dengan wajah muram. Ia akhirnya mengetahui maksud dari George untuk menyela wawancaranya, ia melakukan balas dendam pribadi kepadanya.

Claire sangat marah dengan tindakan tidak profesional yang dilakukan oleh George. Dan ia mengetahui bahwa ia tidak memiliki kesempatan untuk diterima di perusahaan Spikeworth, kemudian ia tersenyum dan berjalan keluar dari ruangan dengan perasaan tertekan.

Di belakangnya, George menyeringai dan bergumam, "Jangan pernah bermimpi untuk bekerja di Spikeworth selama aku ada di sini!"

Charlie sedang menunggu di ruang tunggu. Ia terkejut ketika melihat Claire berjalan keluar dari lift dengan wajah sedih. Ia menghampirinya dan bertanya, "Sayang, ada apa? Bagaimana wawancaranya? Tidak begitu baik?"

Air mata mengalir deras dari kedua matanya, Claire menceritakan semua yang terjadi ketika ia diwawancarai.

Charlie merasa marah dan kesal setelah mendengarkan ceritanya.

George benar-benar jahat! George tidak pernah berani menghadapinya, tapi ia berani untuk mengganggu istrinya?! Beraninya dia!

Charlie mengeluarkan ponselnya dan dengan cepat ia mengetikkan sebuah pesan, "Sepertinya George Harris dari perusahaan Spikeworth sangat berkuasa? Ia berani mengganggu istriku. Tuan White, bagaimana Anda akan mengatasinya?" Charlie mengirimkan pesan itu langsung ke Zeke.

Sementara itu, Zeke sedang menunggu Charlie di lobi bersama penjaganya. Ketika ia menerima pesannya, ia terdiam sejenak, dan tidak lama kemudian ekspresinya menjadi sangat terkejut!

Sial! Ia sedang berusaha mati-matian untuk disukai oleh Charlie, dan George telah bertindak kelewat batas dan berani menghina istri Charlie! Ia ingin mati? Dengan penuh kemarahan, Zeke berbicara kepada asistennya, "Kumpulkan seluruh Dewan Direksi Spikeworth sekarang!"

Perusahaan Spikeworth adalah bagian dari perusahaan keluarga White. Dengan demikian, keberadaan Zeke di perusahaan seperti Kaisar Agung.

Saat Dewan Direksi mendengar Zeke White berada di kantor dan ingin bertemu mereka, mereka bergegas untuk bertemu dengannya.

Sebagai kepala keluarga White, tidak ada yang berani dengan Zeke. Jika ia membubarkan Spikeworth begitu saja, maka mereka semua akan kehilangan pekerjaan!

George bukanlah bagian dari Dewan Direksi, maka ia tidak mengetahui seberapa besar masalah yang baru saja ia buat. Setelah mengantarkan Claire, ia kembali ke ruangannya, duduk di kursinya dan mengisap cerutu dengan senyum puas.

Setelah mendengar George mengusir Claire, Jerry dan Joanne merasa gembira. Mereka mengelilingi George dan memujinya. "Bos, yang kamu butuhkan hanya satu informasi dan Claire telah diusir keluar dari perusahaan! Kamu sangat luar biasa!"

"Benar! George adalah eksekutif senior di Spikeworth, George, kamulah yang paling sukses di antara kami!"

Jaonne dan Jerry memuji George dengan harapan jika mereka berhubungan baik dengannya, setidaknya masa depan mereka cerah, penuh dengan kekuasaan dan kekayaan.

George berkata, "Aku selalu menganggap Charlie sangat menjijikkan dan menjengkelkan saat kuliah dulu, dan sekarang istrinya ingin melamar kerja di Spikeworth? Mimpi!"

Joanne tertawa kecil, "Ah, George, kamu seharusnya merekamnya! Aku ingin melihat betapa sedihnya Claire saat ditolak!"

George tertawa, "Haha, ia hampir saja menangis! Ya Tuhan, kejadian itu sungguh lucu sekali!"

Jerry langsung bertanya, "Bagaimana dengan Charlie? Apakah ia datang bersamanya?"

"Aku tidak tahu, aku tidak melihatnya," George mendengus, "Jika pecundang itu berani muncul di sini, aku akan mematahkan kakinya!"

Joanne terus memuji George, "Wow, kamu sangat hebat! Charlie terlihat kecil dan bukan siapa-siapa jika dibandingkan dengan dirimu!"

 
Next Post Previous Post