Bab 222 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Di dalam kantor.

George duduk di belakang mejanya dengan kaki berada di atas meja, ia menatap ponselnya dengan intens sambil menggoda beberapa wanita yang ada di dalam aplikasi kencan.

Tiba-tiba, ponselnya berbunyi, dan sebuah pesan singkat muncul di layarnya.

George merasa sedikit kesal, ia malas membuka pesan singkat tersebut, dan ternyata pesan tersebut merupakan jadwal wawancara kerja yang dikirimkan oleh Departemen SDM.

Ia mengerutkan keningnya ketika ia melihat jadwal tersebut dengan sedikit terkejut, kemudian ia tersenyum sinis. Ia menggoyang ponselnya dan berkata kepada orang-orang yang duduk di sampingnya, "Tebak siapa yang datang ke Spikeworth?"

George sedang duduk dengan Jerry dan Joanne yang datang untuk menemuinya, dengan harapan ia akan membantu mereka.

Pesona menggoda keluar dari tubuh Joanne ketika ia duduk dengan kaki disilang dengan mengenakan rok pendek dan rambut panjang bergelombang yang menjuntai hingga ke bahunya. Ia memeriksa kukunya dengan sombong dan bertanya. "Siapa?"

"Charlie Wade dan Claire Wilson!" George terlihat jijik dan mencibir, "Claire melamar pekerjaan di sini, itu aneh."

Jerry bertanya dengan nada yang tidak suka, "Mau apa mereka ke sini?"

Joanne menjawab, "Semalam, aku mendengar dari Claire bahwa dia dan Charlie telah dikeluarkan dari keluarga Wilson. Ia mencari pekerjaan baru, karena ia sudah tidak bisa lagi bekerja di perusahaan keluarganya."

Jerry mencibir, "George, semalam pecundang itu sangat sombong, ia membuatku dan Joanne dipukuli oleh penjahat. Kamu harus balas dendam atas nama kami!"

George menjawab, "Aku selalu menganggap Charlie pecundang yang sangat mengganggu dan menjengkelkan, dan sekarang istrinya ingin bekerja di sini? Jangan mimpi!"

Ia berdiri, merapikan mantelnya dan berkata, "Tunggu dan lihatlah, aku akan menolak lamaran kerja Claire dan mengusirnya dari sini!"

Wajah Joanne dan Jerry terlihat menyeringai, seolah-olah berkata, "Teruskan tindakan sokmu, pecundang!"

George berjalan keluar dari ruangannya dan langsung menuju ruang rapat di mana wawancara kerja berlangsung.

Sementara itu, di ruang rapat, tiga orang pewawancara sedang berbicara dengan Claire.

"Halo, Tuan Harris."

Ketiga pewawancara itu berdiri dan membungkuk kepada George saat ia berjalan masuk ke dalam ruang rapat.

George menampakkan wajah terkejut ketika ia melihat Claire dan berkata, " Oh, hei! Claire! Sedang apa kamu di sini?"

Claire juga merasa terkejut, "Hai. George, sudah lama tidak bertemu."

George mengangguk dan tersenyum, "Ya, memang sudah lama sekali."

Kemudian, ia berbalik menghadap ketiga orang pewawancara dan berkata, "Kalian bisa keluar sekarang, aku sendiri yang akan melakukan wawancara ini."

"Um, Tuan Haris, saya pikir itu bukan ide yang baik."

"Kenapa? Maksudmu aku tidak bisa melakukan wawancara sama sekali?"

"Baiklah, Tuan Harris!"

George Harris adalah eksekutif senior di perusahaan. Para pewawancara tidak berani untuk membantah perintahnya, maka mereka meninggalkan ruangan dengan segera.

Claire sedikit bingung dengan apa yang terjadi. Apa yang ingin dilakukan George? Apakah ia akan menerima lamaran kerjanya hanya karena ia mengenalnya?

"Claire, aku ke sini setelah aku mendengar kamu menghadiri wawancara hari ini."

George berbicara kepada Claire sambil menatap matanya. Ia sangat cantik dan elegan, dan tubuhnya sangat seksi. Ia lebih baik daripada wanita yang ada di aplikasi kencan!

Sangat disayangkan ia memilih Charlie si pecundang sebagai suaminya!

 
Next Post Previous Post