Bab 220 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Cukup, Rambo, kami sedang makan malam, pergilah!"

Charlie tidak peduli dengan orang seperti Rambo, jadi ia mengibaskan tangannya dengan malas, dan memintanya untuk pergi.

Rambo membungkuk dan berkata, "Baiklah, Tuan Wade, saya akan pergi dari sini!"

Lalu, ia keluar dari ruangan dengan cepat.

Jerry dan Joane merasa sangat kesal dan marah. Charlie, orang yang mereka ejek dan hina, telah berubah menjadi Tuan Wade! Apa yang sebenarnya terjadi?!Pasti ada kesalahpahaman di sini, Charlie hanyalah seorang pecundang! Kenapa Rambo mengenalnya sebagai Tuan Wade?! Ia tidak pantas dipanggil seperti itu!

Douglas berpaling kepada mereka dan berkata tegas, "Kalian berdua, jaga mulut kalian, jangan sombong, kalian tahu apa yang boleh kalian katakan dan apa yang tidak, beruntung Charlie ada di sini, jika tidak, kalian berada dalam masalah besar!"

Jerry dan Joanne terdiam seperti tikus kecil setelah dipukuli oleh Rambo.

Douglas kemudian berpaling ke Charlie dan berterima kasih, "Charlie, terima kasih banyak! Aku ingin bersulang untukmu atas nama semua orang, terima kasih!"

Charlie tersenyum, "Dengan senang hati."

***

Keesokan harinya, Claire menerima undangan wawancara kerja dari perusahaan Spikeworth.

Wawancara akan dilakukan sore ini, Charlie menelepon Zeke saat Claire tidak melihatnya.

Setelah teleponnya tersambung, Zeke berkata, "Halo, Tuan Wade, ada yang bisa saya bantu?"

Charlie berkata, "Istriku akan pergi ke perusahaan Spikeworth untuk wawancara kerja, aku ingin tahu mengenai perusahaan dan latar belakangnya."

Zeke menjawab, "Spikeworth? Itu perusahaan milik keluarga White, apakah Nona Wilson melamar kerja di perusahaan itu? Bakatnya akan menjadi sia-sia, bagaimana kalau saya mengganti Direktur yang sekarang dengan Nona Wilson?"

Charlie terkejut ketika mengetahui bahwa perusahaan Spikeworth milik keluarga White. Dan ini adalah berita yang luar biasa, karena Zeke berada di pihaknya. Tapi, ia ingat bahwa Claire mengatakan kepadanya kalau ia ingin membuktikan kemampuannya. Jadi, ia berbicara dengan tegas, "Tidak, Anda tidak usah melakukan itu, atur saja agar istriku bisa lolos wawancara kerja." 

"Baiklah, Tuan Wade, akan saya atur."

Setelah Zeke mengakhiri pembicaraan itu, ia menyuruh asistennya untuk segera memberi tahu Manajer Senior di perusahaan Spikeworth. Ia melakukan apa yang diminta oleh Tuan Wade.

***

Setelah pukul dua siang, Claire bersiap-siap berangkat ke perusahaan Spikeworth untuk wawancara kerja dan Charlie menemaninya. Mereka harus pergi menggunakan taksi, karena mobil mereka sedang di bengkel untuk diservis. Tapi, ini jam sibuk, dan mereka sulit mendapatkan taksi meskipun sudah lama berdiri di pinggir jalan.

Claire mulai gelisah dan berkata, "Jika aku terlambat dan kehilangan kesempatan untuk wawancara, aku pasti akan mendapat penilaian yang buruk, aku seharusnya tidak menaruh mobil ke bengkel untuk diservis..."

Charlie menatap antrian orang di depannya, setidaknya ada lima puluh orang di depan mereka, mereka baru saja membuat kesalahan besar.

Di saat genting ini, sebuah mobil Rolls-Royce hitam berhenti di depan mereka, jendelanya diturunkan dan ternyata itu Zeke. Ia terkejut melihat mereka dan berkata, "Tuan Wade, Anda sedang menunggu taksi?"

Charlie juga terkejut, sebuah kebetulan Zeke muncul di saat genting! Kemudian ia berkata, "Benar, aku ingin mengantarkan istriku ke perusahaan Spikeworth, kenapa Anda ada di sini?"

 
Next Post Previous Post