Bab 215 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Jasmine sangat terkejut karena mendengar sikap Tuan Lambeth yang berubah drastis.

Walaupun ia masih sangat kesal dengan apa yang dikatakan Tuan Lamberth sebelumnya, ia ingin berteriak kegirangan sekarang juga!

Namun, ia tetap tenang dan menjaga sikapnya dan berkata, "Baiklah, kalau begitu, mari kita atur waktu dan tempat untuk menandatangani perjanjian kerjasama tersebut."

Tuan Lamberth segera menjawab, "Baiklah, lebih cepat lebih baik! Saya akan ambil penerbangan ke Aurous Hill besok untuk bertemu dengan Anda, Nona Moore!"

Jasmine menatap Charlie dengan perasaan kagum, begitu ia menutup teleponnya.

Ia telah melihat kemampuan dan kekuatan Charlie melalui panggilan telepon Tuan Lamberth.

Sebelumnya, ketika Tuan Lennard telah menghancurkan keberuntungannya dengan menyempurnakan 'formasi perangkap naga', Tuan Lamberth telah menghubunginya, ia ingin memutuskan kerjasama bisnis antara keluarga mereka saat itu, ahli Feng Shui dari ayah Tuan Lamberth juga mengatakan bahwa keberuntungan Jasmine tidak begitu baik. Tapi, setelah Charlie merusakkan formasi perangkap naga. Tuan Lamberth menghubunginya kembali dan mengatakan kepadanya bahwa keberuntungannya telah berubah drastis dan ia akan mendapatkan nasib baik dan keberuntungan mulai dari sekarang. Itu adalah bukti bahwa Charlie bukan seorang penipu.

Saat Jasmine masih terkagum-kagum dengan apa yang dilakukan oleh Charlie, ia tiba-tiba mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tidak dia kenal. Begitu dia menjawab panggilan telepon itu, orang di ujung telepon bertanya, "Halo, apakah ini Nona Moore?"

"Benar, siapa ini?"

Orang yang meneleponnya langsung menjawab, "Nona Moore, saya Manajer dari butik Hermes di kota. Apakah Anda ingat telah datang ke butik kami dan mencoba beberapa baju dan aksesoris minggu lalu?"

Jasmine menjawab, "Benar, aku ingat, ada apa?"

Orang itu menjelaskan, "Nona Moore, saya menghubungi Anda untuk memberitahu bahwa kami menemukan kalung berlian di pojok ruang ganti, dan nama Anda terukir di kalung itu. Saya pikir, kalung itu terjatuh saat Anda mengunjungi butik kami minggu lalu."

Jasmine bergetar karena sangat bahagia saat ia mendengar ucapan manajer butik tersebut. Ia langsung bertanya, "Lalu, di mana kalungnya sekarang? Anda masih menyimpannya?"

"Benar, ada di butik kami."

"Aku akan datang dan mengambilnya sekarang."

Setelah menutup telepon, Jasmine menitikkan air mata, kemudian ia melihat Charlie dengan wajah penuh rasa terima kasih dan berkata. "Tuan Wade, aku akhirnya menemukan kembali kalung berlian pemberian ibuku, terima kasih banyak..."

Charlie tersenyum dan menjawab. "Kamu sebaiknya segera pergi dan mengambil kalungmu, pergilah sekarang!"

Jasmine mengangguk, lalu ia mengeluarkan buku ceknya dan menuliskan cek dengan nilai $20 juta, diberikannya kepada Charlie dan berkata, "Tuan Wade, tolong terima ini sebagai tanda terima kasihku. Aku benar-benar berterima kasih atas semua yang kamu lakukan untukku hari ini."

Charlie tersenyum dan ia melambaikan tangannya.

$20 juta?

Ia tidak membutuhkan uang sama sekali.

Ia memiliki uang lebih dari $10 miliar atas namanya, lalu kenapa ia membutuhkan $20 juta dari Jasmine.

Charlie menjawab, "Jasmine, kita adalah teman. Kamu tidak perlu membayarku."

Namun, Jasmine tetap memaksa, "Tuan Wade, tolong terima $20 juta ini sebagai hadiah, jika tidak, aku merasa sangat tidak enak."

Charlie menjawab, "Jasmine, siapa tahu mungkin aku membutuhkan pertolonganmu di kemudian hari? Jadi, aku rasa kita tidak perlu perhitungan."

Begitu ia mendengar perkataan Charlie, Jasmine sadar akan kesalahannya, dengan cepat ia menyimpan buku ceknya dan meminta maaf, "Aku minta maaf, Tuan Wade. Aku sangat bodoh. Tolong, jangan sungkan apabila kamu membutuhkan pertolonganku di kemudian hari."

Charlie tersenyum sambil berkata, "Baik! Cepatlah ambil kalung berlianmu!"

Jasmine mengangguk. Ia tidak dapat menunggu lagi untuk mengambil kalung berliannya. Lalu, setelah ia berterima kasih kepada Charlie, ia meminta Oscar untuk mengantarkannya secepat mungkin.

Setelah Jasmine dan Oscar pergi meninggalkan vila keluarga Moore, Don Albert berterima kasih kepada Charlie. Albert menggenggam tangan Charlie lalu berkata, "Tuan Wade, Anda sungguh orang yang luar biasa! Kalau Anda membutuhkan pertolongan saya di kemudian hari, jangan ragu untuk menghubungi saya! Saya bersedia memanjat gunung atau berjalan di atas api demi Anda!"

 
Next Post Previous Post