Bab 205 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Keluarga Moore adalah salah satu keluarga terpandang di Aurous Hill.

Namun, keluarga Moore tidak sebanding dengan keluarga Wade dalam hal status maupun kelas mereka.

Jasmine tidak tahu tentang identitas asli Charlie, dan di matanya, Charlie hanyalah seorang pemuda yang memiliki keterampilan dan kemampuan dalam perdagangan barang antik serta pengetahuan tentang metafisika.

Ketika Charlie memanggil Perintah Petir dan menggunakan petir dan kilat untuk menyerang Jack sampai mati di rumah keluarga White, Charlie berhasil membuat semua orang takut setengah mati. Oleh karena itu, semua orang menganggapnya sebagai ahli metafisika. Namun, Charlie menyembunyikan yang sebenarnya dari Jasmine dan dengan sengaja mengatakan bahwa semuanya hanya kebetulan. Lagi pula, bagaimana mungkin orang biasa seperti dia benar-benar bisa memanggil petir dan kilat sesukanya.

Oleh karena itu, Jasmine juga sangat bingung dan mengira Charlie mungkin hanya beruntung.

Sejak hari itu, Jasmine menghilang dari kehidupan Charlie.

Charlie awalnya mengira Jasmine menghilang, tapi, ia tidak menyangka bahwa Jasmine sedang dalam masalah.

Charlie bertanya pada Albert, "Ada apa? Ada apa dengan Jasmine?"

Albert dengan cepat menjawab, "Nona Moore telah mengalami banyak kesialan dan musibah akhir-akhir ini. Saya pikir, ada sesuatu yang salah dengan Feng Shui-nya karena dia benar-benar sangat tidak beruntung..."

Setelah itu, Albert melanjutkan omongannya, "Nona Moore sudah mencoba mencari bantuan dari banyak ahli Feng Shui di Aurous Hill, tetapi mereka tidak dapat membantunya sama sekali. Jadi, saya ingin meminta bantuan Anda. Saya ingin bertanya, apakah Anda dapat mengunjunginya, sehingga Anda dapat membantu mengatasi masalah Nona Moore."

Charlie menjawab dengan datar, "Jelaskan kepadaku masalah yang dia hadapi, sehingga aku bisa membuat keputusan tentang masalah ini?"

Albert buru-buru menjawab, "Nona Moore mengalami banyak luka akhir-akhir ini. Dia mengalami kecelakaan mobil dan bahkan pergelangan kakinya terkilir ketika dia berjalan menuruni bukit. Tangan Nona Moore bahkan terbakar ketika sedang minum secangkir kopi, dan dia digigit anjingnya sendiri kemarin. Selain itu, keluarga Moore juga mengalami sejumlah masalah dengan beberapa mitra bisnis mereka, dan ini sangat memengaruhi bisnis keluarga mereka."

Albert kemudian melanjutkan, "Yang membuat Nona Moore sedih adalah ketika dia kehilangan kalung berlian berharga yang telah dipakai selama lebih dari sepuluh tahun. Kalung itu adalah peninggalan yang diberikan ibunya sebelum meninggal. Nona Moore menangis selama beberapa hari setelah kehilangan kalung itu."

Charlie terkekeh sebelum menjawab, "Sepertinya Jasmine mengalami kesialan belakangan ini karena Feng Shui yang buruk..."

"Tepat sekali!" Albert berseru sebelum berbicara, "Tuan Wade, Anda adalah ahli metafisika. Saya yakin, Anda pasti punya cara untuk menyelesaikan masalah ini, iya kan?"

Saat ini, Charlie bertanya kepadanya, "Albert, mengapa kamu begitu khawatir tentang Jasmine? Apa hubunganmu dengan keluarga Moore?"

Albert dengan cepat menjawab, "Izinkan saya mengatakan yang sebenarnya, Tuan Wade. Kakek Nona Moore adalah donatur saya. Alasan mengapa saya bisa berdiri dan menghidupi diri saya di Aurous Hill adalah karena kakeknya membantu dan mendukung saya. Awalnya, saya sangat ingin berterima kasih kepada kakeknya atas semua yang telah dia lakukan kepada saya. Sayangnya, kakeknya sudah meninggal dunia. Oleh karena itu, saya selalu berhubungan dekat dengan ayah Nona Moore dan selalu membantu mereka menyelesaikan masalah apa pun yang menganggu mereka."

Setelah itu, Albert angkat bicara lagi. "Terus terang, keluarga Moore adalah donatur saya, dan saya akan melakukan apa pun untuk membalas kebaikan mereka."

"Oke," jawab Charlie sambil mengangguk. "Aku tahu, kamu sangat tulus membantu mereka. Karena Jasmine dan aku juga berteman, aku akan membantunya. Bisakah kamu besok ke sini dan menjemputku, lalu kita akan pergi bersama ke rumah mereka?"

"Baik!" Albert menjawab dengan penuh semangat. "Terima kasih, Tuan Wade. Saya sangat berterima kasih kepada Anda."

***

Keesokan paginya, Don Albert menelepon Charlie.

 
Next Post Previous Post