Bab 191 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Apa kalian akan diam saja dan melihat Harold melakukan pembunuhan?!"

Ketika Jacob melihat Harold mengayunkan kapaknya ke arah Charlie, ia tidak bisa menahan teriakan kemarahannya.

Tapi, untuk kali ini, Nyonya Wilson dan Christopher tidak peduli sama sekali. Mereka terus duduk di dalam rumah sambil menyaksikan pertarungan yang terjadi di halaman, tanpa berkedip!

Anggota keluarga Wilson yang lain pun tetap diam, karena apa yang terjadi tidak ada hubungannya dengan mereka.

Saat ini, Nyonya Wilson hanya tertarik dengan vila.

Ia tidak tertarik dengan yang lainnya!

Terkadang, semakin tua umur seseorang, akan semakin serakah!

Bahkan, di masa lalu, sang raja selalu ingin membuat yang lebih besar, lebih baik, dan istana yang lebih mewah, membuat tempat peristirahatan untuk dirinya sendiri saat ia semakin menua.

Oleh karena itu, semakin bertambah umur Nyonya Wilson, maka ia semakin berharap untuk bisa menikmati kehidupan yang lebih baik di sisa hidupnya.

Nyonya tua itu ingin tinggal di rumah yang lebih besar dan lebih mewah, dan ia ingin mati dan dikubur di tempat yang lebih baik.

Ia juga menginginkan kekayaan yang tidak ada habisnya di kehidupan selanjutnya!

Inilah alasan kenapa generasi yang lebih tua selalu mempersiapkan peti mati tebal dan kuburan yang mewah untuk diri mereka sendiri.

Oleh karena itu, tidak peduli apa pun yang terjadi hari ini, Nyonya Wilson harus mendapatkan vila itu yang nilainya $130 juta!

Walaupun Charlie mati di tangan Harold, selama ia mendapatkan vila itu, ia tidak akan peduli.

Jacob dan Claire melihat mereka semua memiliki hati sedingin es.

Mereka ini adalah saudara karena hubungan darah!

Mereka yang disebut sebagai saudara, tidak ragu merampok milik mereka, dan mereka bahkan mau membunuh untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan!

Christopher hanya menjawab, "Saudaraku, kenapa kamu sangat khawatir? Harold hanya bercanda, kenapa kamu menganggap ini sangat serius? Dan, tidak masalah jika dia menyakiti Charlie, karena bukan berasal dari keluarga Wilson."

Berdasarkan pendapatnya, Charlie hanyalah menantu yang tidak memiliki kekuatan, pengaruh, atau kekuasaan. Oleh karena itu, ia merasa tidak ada yang bisa dilakukan oleh Charlie, jika Harold mencederainya.

Dan, jika Charlie mati dalam pertarungan ini, mereka bisa mengambil vila darinya dengan mudah.

Vila itu senilai $130 juta, dan harga properti selalu meningkat!

Jika mereka bisa mengambil alih vila dari Charlie, mereka akan membiarkan nyonya tua itu tinggal di sana terlebih dahulu, dan ketika ia sudah meninggal, vila itu akan senilai $200 juta!

$200 juta! Siapa yang bisa menolak godaan itu?

"Aku tidak punya Kakak sepertimu!"

Jacob berteriak dengan penuh amarah, lalu ia mengambil tongkat dan mulai memukul Harold.

Christopher segera berlari menghentikan Jacob, karena khawatir jika anaknya akan mengalami cedera.

"Ini karena perbuatanmu sendiri! Kamu tidak ingin menghentikannya?"

Sebelum Christopher bisa menyelesaikan ucapannya, Jacob sudah memukulnya dengan tongkat, untungnya Christopher bisa menghindari serangannya dan tongkat itu hanya menghantam bahunya, ia berteriak penuh kesakitan.

Ketika ia melihat ayahnya yang biasanya baik dan lembut bertindak demikian karena marah, Claire tidak dapat menahan rasa bencinya terhadap keluarga Wilson. Dan di saat yang sama, ia juga khawatir mengenai keselamatan Charlie.

Charlie masih menahan kapak itu, dan ia mulai menatap Harold sambil mengejeknya, "Harold, aku beritahu kepadamu yang sesungguhnya, kamu bukanlah ancaman bagiku, dan kamu tidak akan pernah menjadi ancaman bagiku karena kamu bukan siapa-siapa!"

"Pergilah ke neraka, Charlie!"

Harold dipenuhi dengan kemarahan, "Kamu hanyalah sampah, dan kamu berani untuk berbicara kepadaku seperti ini..."

Sebelum ia selesai bicara, Charlie menggenggam pergelangan tangannya lalu mendorongnya kembali ke arah berlawanan.

Terdengar suara 'krak' sebelum Harold berteriak kesakitan.

Charlie telah mematahkan tangan kanan Harold dengan membalikkannya seratus delapan puluh derajat!

Harold berteriak kesakitan dan terjatuh, ia menangis keras dalam kesakitan.

 
Next Post Previous Post