Bab 190 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Semua orang terkejut.

Kayu itu terbuat dari kayu elm kuning yang terkenal sangat keras. Bahkan, dua orang pria kekar akan kesulitan mematahkannya, walaupun sudah menggunakan kekuatan mereka.

Tapi, di tangan Charlie, kayu itu lembek bagaikan mie!

Setelah mempelajari teknik bertarung dari buku apokaliptik, kekuatan Charlie meningkat dan para penjaga ini bukanlah tandingannya.

Jacob menghela napas, tanda ia lega ketika ia melihat Charlie telah mengambil tindakan. Ia tidak menyangka bahwa menantunya bisa diandalkan! Sepertinya, mereka bertiga bisa meninggalkan vila keluarga Wilson dengan selamat hari ini.

Para penjaga di keluarga Wilson semua dipekerjakan oleh Christopher, dan ia sangat yakin dengan kemampuan mereka, tapi para penjaga ini sedikit ketakutan saat mereka melihat bagaimana kuatnya Charlie.

Christopher menahan marahnya kemudian berkata. "Charlie, aku tidak menyangka bahwa kamu bisa bertarung. Tapi, apakah kamu bisa menghadapi mereka semua sekaligus! Aku ingin kalian semua menyerangnya sekarang!"

"Benar! Semuanya serang dia! Kalian bahkan bisa membunuhnya, jika perlu!" Harold berteriak penuh dengan kemarahan.

Ia telah mengalami kerugian karena Charlie sebelumnya, ia berencana membalaskan dendamnya hari ini.

Sekelompok penjaga ini dengan cepat menuju Charlie begitu mereka mendapatkan perintah.

Wajah Charlie tampak tenang dan ia tidak memperdulikan mereka, tapi ketika beberapa penjaga langsung menyerang mereka bertiga, Charlie mengangkat kakinya dan menendang dua orang penjaga hanya dengan satu serangan.

Kemudian, ia melepaskan beberapa pukulan dan semua penjaga yang menyerangnya terjatuh.

Claire yang berdiri di sampingnya, terkejut, ia tidak menyangka bahwa Charlie bisa menjadi kuat dan jantan.

Ketika Jacob melihat wajah Claire yang terkejut, ia menjelaskan, "Claire, selama kamu pergi bekerja, Charlie selalu belajar ilmu bela diri dengan menonton televisi di rumah."

"Dia belajar ilmu bela diri?"

Claire benar-benar terpukau.

Jacob melanjutkan penjelasannya, "Charlie sangat bisa diandalkan. Bahkan, Tuan Graham meminta maaf kepadanya karena kemampuannya!"

Jacob merasa sedikit bersalah, melihat Charlie menghadapi para penjaga sendirian.

Lagi pula, keluarga Wilson telah meremehkan Charlie, hanya memintanya untuk diam di rumah dan membeli sayuran untuk dimasak dan mencuci baju untuk keluarganya. Tapi, Jacob tahu kalau Charlie tetaplah seorang pria dan ia memiliki harga diri dan kebanggaannya sendiri.

Pria mana yang mau bekerja mencuci piring dan melakukan pekerjaan rumah tangga seumur hidupnya?

Sepertinya, keluarga Wilson salah memperlakukan Charlie selama ini.

Sementara itu, Charlie telah bertarung dan mengalahkan semua penjaga tanpa rasa takut sama sekali, membuat situasi yang ada di halaman menjadi sangat kacau.

Wendy dan Nyonya Wilson berlari ke dalam rumah untuk mencari perlindungan, tapi semua pria masih berada di halaman.

Harold terlihat tidak senang karena ia tidak menyangka Charlie begitu terlatih. Setelah melihat Charlie menang, Harold menahan marahnya, kemudian ia membungkuk dan mengambil kapak lalu ia melangkah diam-diam menuju Charlie. Sementara itu, Charlie fokus menghadapi salah satu penjaga, Harold dengan cepat mengayunkan kapak ke arah Charlie.

"Charlie, awas!"

Claire berteriak ketika ia melihat pantulan cahaya matahari dari kapak.

"Sial! Kamu hanyalah sampah! Aku akan membunuhmu hari ini!"

Harold berlari ke arah Charlie dipenuhi dengan rasa benci di hatinya.

Jacob merasa ketakutan, dan kakinya sepertinya lemah dan ia hampir saja terjatuh.

Mereka... mereka ingin merenggut nyawa Charlie!

Kemudian, Harold mengayunkan kapaknya sekali lagi.

Tapi, Charlie menangkisnya, ia mengangkat tangannya dan menghentikan kapak itu dengan dua jarinya sembari menatap tajam ke arah Harold.

Harold terkejut, dan ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menarik kembali kapak dari Charlie.

Tidak disangka, hanya dengan dua jari, pegangan Charlie sangat kuat, dan Harold tidak dapat menggerakkan kapaknya sama sekali.

Tidak dapat melakukan apa pun, Harold mulai berkeringat dan berteriak, "Dasar sampah, lepaskan!"

Charlie menatapnya sebelum ia mengejeknya, "Harold, aku pikir kamu lebih tahu dari yang lainnya kalau kamu hanyalah sampah!"

 
Next Post Previous Post