Bab 189 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Sebenarnya, Christopher sudah merencanakan semua ini dengan Nyonya Wilson semalam.

Dan ia dengan sengaja mengundang para tetua di keluarga Wilson untuk berkumpul di pertemuan keluarga hari ini.

Christopher mengira Jacob akan menyerahkan vila dengan sukarela, jika mereka memintanya.

Ia juga berencana untuk memaksa Jacob menyerahkan vila itu dengan mengancamnya, seandainya Jacob menolak untuk memberikannya.

Jacob yang penakut dan selalu ketakutan saat ibunya menegurnya. Oleh karena itu, Christopher yakin jika Jacob akan menyerahkan vila itu jika diminta oleh Nyonya Wilson.

Lagi pula, Christopher tidak memiliki rasa hormat terhadap Claire, ia adalah wanita yang sudah menikah, oleh karena itu ia tidak memiliki hak untuk berbicara apa pun.

Dan ia menikah dengan sampah!

Dan Charlie, ia tidak memperdulikannya.

Ia hanyalah menantu dari keluarga Wilson yang tidak memiliki status sama sekali, ia tidak memiliki hak untuk berbicara atau membantah mereka!

Charlie seharusnya memberikan vila itu ketika ia diminta melakukannya!

Tapi, Christopher tidak menyangka Jacob memiliki keberanian untuk membantah Nyonya Wilson karena merasa telah dipojokkan!

Juga, Claire sebagai cucu dari Nyonya Wilson, tidak mau mematuhi perintah yang dikeluarkan oleh neneknya.

Dan Charlie, sangat berani dan tidak menghormatinya karena telah menunjuk ke arah Nyonya Wilson dan menyebutnya tanpa tahu malu!

"Keluargamu benar-benar rusak!" Christopher berteriak sembari menahan amarahnya. Lalu, ia berbalik dan berkata, "Ibu! Ibu tidak bisa membiarkan mereka pergi! Jika Ibu biarkan, mereka akan berpikir kalau mereka memiliki derajat lebih tinggi dibandingkan keluarga Wilson! Ibu tidak mau kan kehilangan kekuatan di keluarga Wilson?"

Wajah Nyonya Wilson tampak terlihat kesal. Ia selalu ingin bisa mengendalikan semuanya.

Setelah kematian suaminya, ia telah mengambil alih posisi kepala keluarga Wilson. Dan ia tidak pernah membiarkan siapa pun menentang perintahnya.

Tapi, ia tidak pernah menyangka Jacob dan keluarganya akan bersikap tidak mau mematuhinya di depan umum hari ini, dan ini membuatnya sangat marah! Ia membenci mereka!

Kemudian, ia berteriak, "Kamu benar-benar membuat malu keluarga Wilson! Kalian semua adalah anggota keluarga Wilson, dan selama aku hidup, kalian harus mematuhiku!"

Lalu, Nyonya Wilson memberikan instruksi ke para penjaga, "Tutup pintunya! Aku ingin mereka diberi pelajaran hari ini!"

Cucu dan cucu menantunya ada di sini, tapi mereka tidak menghormatinya sama sekali.

Ia tidak tahu apa yang diajarkan Jacob kepada anaknya, sehingga menjadi kasar dan tidak hormat kepada para tetua.

Jika ia tidak menghukum mereka hari ini, bagaimana ia bisa terus menjadi kepala keluarga Wilson?

Dan, jika ia membiarkan mereka pergi begitu saja, ia tidak akan pernah bisa mengambil vila itu dari mereka.

Ia telah hidup lama sekali, tapi ia tidak pernah bermimpi untuk tinggal di vila yang besar dan mewah, sekarang vila itu akhirnya ada di tangan anaknya, ia harus melakukan apa pun untuk mengambil vila itu darinya sehingga ia bisa menikmatinya sendiri.

Satu-satunya cara agar mereka dapat keluar dari kediaman keluarga Wilson hanya dengan memberikan vila itu kepadanya!

Mengikuti instruksinya, sekelompok penjaga tiba-tiba muncul dan mengelilingi mereka.

Charlie berdiri di halaman dan menatap tajam ke arah penjaga lalu berkata, "Jika ada yang berani melangkah maju, jangan salahkan aku jika bertindak kasar."

"Kamu sampah, dan kamu masih berani mengancam di sini?"

Salah satu dari penjaga berteriak marah dan ia langsung berlari menuju Charlie dengan tongkat di tangannya.

Charlie berteriak dan ia memegang tongkat itu, lalu ia menendang penjaga itu di bagian kaki.

Penjaga itu terjatuh setelah Charlie menyerangnya, dan ia berlutut di depan Charlie, dengan posisi yang aneh. Dinilai dari sudut kakinya, sepertinya kakinya sudah patah.

"Berani sekali kamu!"

Kali ini, Charlie melemparkan kayu yang patah ke tanah.

 
Next Post Previous Post