Bab 188 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Dengan statusnya sebagai menantu dari keluarga Wilson. Orang-orang ini tidak pernah memperlakukannya sebagai anggota keluarga mereka.

Mereka tidak memperdulikan Charlie sama sekali.

Hanya Jacob yang tahan dengan sikap mereka, karena ia lebih mengedepankan kasih sayang dan peduli dengan ikatan keluarga.

Ditambah lagi, Claire selalu dihina. Seluruh keluarga Wilson membencinya karena posisinya sebagai direktur di perusahaan keluarga.

Keluarga Wilson selalu menginjak-injak keluarga Jacob.

Mereka selalu diganggu!

Charlie selalu mengalah karena istrinya, ia telah bertahan dari gangguan mereka sejak lama, tapi ia tidak menyangka jika orang-orang ini sungguh tidak tahu malu, ia tidak pernah menyangka mereka mencoba mengambil paksa vila yang ia miliki!

"Charlie kamu berani berbicara kepada Nenek seperti itu?" Harold berteriak kepada Charlie. "Aku akan memberikanmu pelajaran hari ini!"

"Kamu pikir semua ini bergantung dengan keputusanmu?" Charlie berbicara, "Harold, bagiku, kamu hanyalah serangga yang tidak sebanding dengan semut!"

"Lancang sekali!" Nyonya Wilson tiba-tiba berdiri dan berteriak, "Charlie! Jika kamu berlutut dan memohon maaf kepadaku sekaligus memberikan vila itu kepadaku, aku akan memaafkanmu, jika tidak, aku akan minta Claire menceraikanmu segera, lalu mengusirmu keluar rumah dan membiarkanmu mati di jalanan!"

Kali ini, Claire yang selalu menundukkan kepalanya, mendadak menegakkan kepalanya dan berdiri di depan Charlie dan berkata, "Aku menolaknya! Apakan Nenek benar-benar nenekku atau kepala keluarga dari keluarga Wilson? Nenek selalu menekan dan memperlakukan ayahku dengan tidak baik, mengganggu suamiku, Charlie, dan Nenek tidak pernah memperlakukan keluargaku seperti keluarga sendiri! Aku tidak akan menceraikan Charlie!"

"Kamu..." Nyonya Wilson sangat marah, dan ia menunjuk ke arah Claire kemudian berteriak ke arah Jacob. "Lihatlah! Lihat bagaimana putrimu! Inikah caranya kamu mendidik putrimu?! Aku juga ingin dia berlutut dan memohon ampunanku!"

Kali ini, dengan perlahan Jacob mengangkat kepalanya dan menatap Nyonya Wilson.

Terlihat di wajah Jacob kalau ia tidak senang.

Christopher tertegun sejenak, karena adiknya selalu menjadi anak yang penurut dan lembut hati. Ditambah lagi, Jacob selalu mengalah terhadap istrinya. Seluruh hidupnya, Jacob tidak pernah membantah kepada ibunya, tapi kali ini ia menatap ibunya dengan wajah tidak senang!

Christopher lalu berteriak, "Adik, kenapa kamu tidak meminta putri dan menantumu untuk berlutut dan memohon ampunan dari Ibu, sehingga Ibu bisa tenang?"

Jacob yang biasanya penakut, tiba-tiba berubah menjadi berani dan berkata, "Kakak, seseorang telah memberikan vila itu ke Charlie, dia bisa melakukan apa pun yang dia inginkan. Ditambah lagi, bukan urusanmu jika putriku menikah dengan pria pilihannya? Siapa yang memberimu hak untuk mengatur hidup kami? Vila itu senilai lebih dari $100 juta. Itu lebih dari apa yang dimiliki oleh keluarga Wilson. Apa yang membuatmu memiliki hak untuk menempatinya?"

"Kamu... kamu... anak yang tidak berguna!" Nyonya Wilson bergetar penuh dengan kemarahan, dan ia mengambil cangkir teh, lalu melemparkannya ke arah Jacob.

Jacob tidak berusaha menghindar, sebaliknya ia hanya berdiri diam. Cangkir teh itu mengenai keningnya sebelum jatuh, dan berserakan.

Tehnya membasahi kepala dan tubuhnya, dan ia berdiri diam tidak bergerak sama sekali.

"Ayah!" Claire menangis keras, dan matanya menjadi merah.

Ia bisa mentolerir, jika ada orang yang mempermalukannya, tapi ia tidak bisa tinggal diam jika seseorang mempermalukan ayahnya!

Jacob tetap berdiri diam, saat air teh mengalir dari kepalanya, kemudian, ia mengangkat wajahnya dan berkata, "Ibu, jika tidak ada lagi yang dibicarakan, kami akan pulang."

Setelah selesai berbicara, Jacob melihat Charlie dan Claire yang berdiri di sampingnya dan berkata, "Ayo, pulang." Kemudian ia berbalik dan berjalan menuju pintu tanpa berpaling sama sekali.

Claire menghapus air matanya dan menatap tajam ke semua orang yang ada di ruang tamu, lalu berpaling dan berjalan tanpa keraguan.

Charlie bahkan tidak mau melihat mereka semua, ia hanya berbalik dan pergi tanpa mengucapkan apa pun.

Christopher sangat marah, dan ia merasa seperti mau meledak!

 
Next Post Previous Post