Bab 184 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Elaine merasa menjadi pemenang, sambil menggoyang–goyangkan gelang giok di tangannya, "Aku sudah mengirim pesan ke beberapa temanku, banyak dari mereka merasa iri kepadaku karena gelang giok ini, dan sekarang, aku bahkan memiliki vila yang besar dan mewah!"

Charlie melihat ke arah gelang giok yang dipakai oleh ibu mertuanya, sebenarnya, gelang itu diberikan Graham kepadanya, dan ia berencana untuk memberikannya kepada Claire, tapi siapa sangka gelang itu malah dipakai oleh Elaine.

***

Kediaman keluarga White.

Gerald berdiri di ruang tamu sedang menghubungi ayahnya melalui telepon untuk memberitahunya mengenai apa yang terjadi.

Setelah ia selesai bicara, Gerald berpikir sejenak kemudian berkata, "Ayah, apakah Paman sedang linglung? Dia bahkan belum pernah tinggal di vila itu, tapi ia tidak ragu memberikannya kepada Charlie! Ayah harus membujuknya untuk mengambilnya dari Charlie!"

Ayah Gerald sepertinya memikirkan masalah itu, sembari duduk di sofa.

Gerald baru saja memberitahukannya, bahwa pamannya baru saja memberikan vila di Vila Elite Thompson kepada Charlie.

Awalnya, ia tidak percaya, lalu ia mengecek informasi itu ke saudaranya—Zeke, hanya untuk menanyakan apakah yang dikatakan Gerald itu benar.

Dan Zeke menolak untuk memberitahukan apa alasannya, sehingga ia memberikan vila itu kepada Charlie. Ia hanya mengatakan kalau ia berutang kepada Charlie.

Utang budi seperti apa yang membuat Zeke memberikan vila yang sangat mewah dan mahal tersebut kepada Charlie, sedangkan Zeke adalah orang yang sangat pelit?

Untuk saat ini, ayahnya Gerald hanya bisa berkata, "Aku sudah menelepon pamanmu. Sepertinya, dia sangat senang bisa memberikan vila itu kepada Charlie, oleh karena itu mungkin dia tidak akan memintanya kembali."

Gerald menahan amarahnya dan berkata, "Ayah, apa tidak terpikir oleh Ayah bahwa ada sesuatu yang aneh dengan Charlie? Kita sudah menyelidikinya dan mengecek latar belakang keluarganya. Tapi, kita tidak menemukan apa pun. Tidakkah Ayah pikir itu sangat aneh?" 

Ayahnya Gerald terdiam sejenak kemudian berkata, "Pamanmu merupakan orang yang sangat pintar. Dan dia tidak akan memberikan vila itu kepada Charlie jika tidak ada alasannya. Dan mengenai Charlie, kamu jangan pernah membuatnya tersinggung, aku akan menanyakannya kepada pamanmu malam ini dan mencari tahu tentang Charlie."

"Baiklah"

***

Di waktu yang sama, Christopher dan istrinya sangat tidak menyukai Charlie, dan mereka segera mengadu mengenai Charlie ke Nyonya Wilson.

Wendy berteriak sambil menangis di hadapan Nyonya Wilson, "Nenek, aku tidak tahu apa yang Charlie lakukan, sehingga keluarga White memberikannya vila terbesar di Vila Elit Thompson! Vila itu seharga $100 juta! Ditambah lagi, dia tidak mengajak Nenek untuk tinggal di vila tersebut, sedangkan dia membawa keluarganya untuk tinggal di vila itu! Bukankah itu sudah keterlaluan."

Nyonya Wilson sedang duduk di sofa, dan ia sepertinya tidak menyukai apa yang ia dengar, lalu ia berkata, "Benarkah! Aku setuju, bahwa Charlie memang tidak punya rasa hormat kepada orang yang lebih tua!"

"Benar, Ibu! Charlie memang tidak punya etika!" Christopher berkata dengan wajah tenang. "Sebagai salah satu menantu dari keluarga Wilson, dia sudah seharusnya memberikan yang terbaik yang dimilikinya kepada Ibu! Vila yang ibu tempati, begitu juga perabotnya, sudah sangat kuno. Kita seharusnya sudah dari lama pindah ke tempat yang baru dengan perabot yang lebih baik, jika Charie menghormatimu, dia akan menawarkan vila itu kepadamu! Dia seharusnya membiarkanmu tinggal di vila tersebut."

Mata Nyonya Wilson terbuka lebar ketika ia mendengar perkataan Christopher.

Lagi pula, mereka telah tinggal di vila ini lebih dari 10 tahun, walaupun bagian luar vila bergaya modern, tapi tetap saja sudah kuno, karena berlokasi di tempat yang kurang baik, maka vila itu hanya seharga $10-$20 juta.

Vila di Vila Elite Thompson ratusan kali lipat lebih baik dari vila ini, oleh karena itu, muncul keserakahan di hati Nyonya Wilson karena ia tidak akan pernah mampu untuk tinggal di vila tersebut.

Begitu ia mendengar kabar bahwa Charlie pemilik vila terbesar di Vila Elite Thompson, ia memilik pendapat yang sama dengan Christopher, ia merasa sebagai kepala keluarga Wilson, ia harus mendapatkan hak khusus untuk menempati vila tersebut!

 
Next Post Previous Post