Bab 182 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Charlie, apa... apakah keluarga White sungguh memberimu vila ini?" Jacob bertanya kepada Charlie dengan nada terkejut setelah akhirnya ia menyadari apa yang terjadi.

"Benar, Ayah" Charlie menjawab dengan tersenyum.

"Ini... kamu...." Jacob terdiam, ia merasa seperti bermimpi.

Claire segera menghampiri ayahnya kemudian berkata, "Ayah, bagaimana jika Ayah duduk dan istirahat sebentar? Karena Tuan White sudah menjelaskan kepada semua orang, dan mereka sudah tahu dengan jelas kalau vila ini sudah menjadi milik Charlie."

Claire sengaja menekankan kalimat 'sudah menjadi milik', karena ia ingin seluruh keluarganya mendengarnya dengan jelas.

Hannah memegangi dadanya seolah tidak percaya dengan apa yang terjadi lalu ia bergumam, "Keluarga White pasti sudah gila! Jika mereka ingin memberikan vila ini ke orang lain, kenapa mereka tidak memberikannya kepadaku?"

Bukan cuma Hannah yang berpikiran begitu, karena yang lain juga merasakan hal yang sama dan merasa terkejut dengan peristiwa ini. Bahkan, Harold menjadi sangat iri kepada Charlie. Ia tidak mungkin mampu membeli vila ini, walaupun ia bekerja sangat keras, tapi bagaimana bisa keberuntungan jatuh ke tangan orang seperti Charlie?!

Keberuntungan seperti apa yang Charlie miliki?

Wajah Christopher masih terlihat pucat, bahkan ia sudah tidak lagi memikirkan masalah bagaimana Zeke tidak memperdulikannya. Ia merasa vila ini seharusnya dimiliki oleh putrinya di masa depan, tapi, ternyata berakhir di tangan Charlie. Ini tidak bisa diterima

!Ia menoleh ke arah putrinya yang masih menangis, kemudian ia melihat ke arah Charlie, dan ia dapat merasakan hatinya hancur.

Ia selalu meremehkan Jacob, tapi sekarang, Jacob berada beberapa langkah di depannya karena menantunya. Bagaimana ia bisa menerima ini?

Christopher mendadak berbicara dan bertanya, "Charlie, pertolongan apa yang kamu berikan kepada Tuan White? Apa kamu menolongnya atas nama keluarga Wilson?"

Charlie menjawabnya dengan ringan, "Ini urusan pribadiku, jadi aku tidak perlu menjelaskannya kepadamu!"

Setelah itu, Charlie berbalik dan berkata kepada Barry. "Sudah malam, tolong antar para tamu ke luar."

Walaupun Christopher bisa dibilang yang 'tertua', ia bukan siapa-siapa di mata Charlie!

Barry mengangguk dengan hormat kemudian ia berkata kepada mereka, "Permisi, silakan ikuti saya, saya akan mengantar kalian hingga ke pintu."

Christopher menatap ke Charlie dengan penuh marah, kemudian ia berjalan dengan tenang keluar dari vila. Wendy juga menatap Charlie dengan penuh kebencian, lalu mengikuti ayahnya keluar dari vila.

Mereka merasa sungguh hancur saat ini.

Mereka tidak bisa membayangkan, bagaimana seorang pria yang sangat bergantung dengan istrinya bisa memiliki keberuntungan yang sangat besar!

Akhirnya, Barry menutup pintu dan kembali ke ruang tamu tanpa mengganggu Charlie dan keluarganya.

Setelah Harold meninggalkan vila, Claire tiba-tiba bertanya kepada Charlie, "Charlie, sudah saatnya kamu mengatakan yang sesungguhnya. Kenapa kamu tidak memberitahu kami, apa yang telah kamu lakukan kepada keluarga White dan kenapa mereka berutang kepadamu?"

Charlie sejenak merasa ragu, karena ia tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya.

Beberapa hari yang lalu, keluarga White membantu Jack mempersiapkan jamuan dan kompetisi di mana mereka ingin mempersatukan kelompok metafisika yang ada di Aurous Hill, tapi Jack telah tersambar petir hingga mati oleh Charlie yang memiliki Perintah Petir, dan keluarga White sangat takut jika hal tersebut juga menimpa mereka. Oleh karena itu, Zeke memberikan vila sebagai rasa terima kasih kepada Charlie. Sebenarnya mereka hanya takut, jika Charlie menjadi marah dan membunuh mereka tanpa ragu sama sekali.

Setelah memikirkannya, Charlie akhirnya menjawab, "Aku menolong keluarga White untuk masalah Feng Shui, oleh karena itu mereka membayarku dengan memberikan vila ini."

"Apa?!" Claire dan orang tuanya terkejut.

"Charlie, kamu menolong orang lain untuk masalah Feng Shui mereka?" Claire tampak tidak percaya. Charlie mengangguk, "Iya."

Claire melanjutkan pertanyaannya dengan wajah bingung, "Dari mana kamu belajar Feng Shui?"

Charlie tersenyum kemudian menjawab, "Dari televisi! Banyak sekali program televisi mengenai Feng Shui akhir-akhir ini!"

Setelah mendengar itu, Claire mulai panik dan berteriak, "Charlie, apa kamu gila?! Kenapa kamu begitu berani memberikan nasihat untuk masalah Feng Shui orang lain, hanya karena kamu menontonnya dari televisi?! Ditambah lagi, kamu berani menerima vila mewah ini sebagai bayarannya?"

 
Next Post Previous Post