Bab 178 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Ternyata ibu mertua Charlie, Elaine! Dan seseorang yang menemaninya tidak lain adalah suaminya, Jacob!

Charlie dan Claire sama-sama terkejut. Kenapa mereka ada di sini?

Claire segera menghampiri mereka dan bertanya, "Ayah! Ibu! Sedang apa kalian di sini?"

Elaine membalas, "Paman dan Bibimu menelepon kami, memberitahu bahwa mereka ingin melihat rumah di Vila Elite Thompson, karena mereka ingin membeli rumah di sini. Mereka mengajak kami untuk memeriksanya hari ini."

Sebenarnya, Elaine melotot ke arah Charlie ketika ia berbicara karena merasa kesal.

Elaine sebenarnya tidak ingin datang, karena ia baru saja bertengkar dengan putrinya semalam mengenai keinginannya untuk pindah rumah.

Tidak disangka, ia menerima panggilan telepon dari Christopher, meminta ia dan suaminya untuk datang dan melihat properti bersama.

Memangnya apa yang harus diperiksa? Mereka sebenarnya hanya ingin pamer, bahwa mereka membeli rumah di Vila Elite Thompson?

Elaine merasa tidak enak hati, dan tidak berani menolak ajakan dari saudara tertuanya. Oleh karena itu, ia mengajak Jacob saat ia menerima panggilan telepon tersebut.

Ini juga alasan kenapa ia sangat marah kepada Charlie. Jika ia memiliki menantu yang bisa diandalkan, maka ia akan bisa tinggal di Vila Elite Thompson!

Saat ini Elaine melihat ke arah Hannah dengan ekspresi memuji dan berkata, "Kakak Ipar, kamu sangat luar biasa! Aku tidak percaya, kamu bisa membeli rumah di Vila Elite Thompson! Aku sangat iri kepadamu. Kamu membeli rumah seluas 240 m2 di Vila Elite Thompson. Apa kamu tahu, betapa mewahnya itu? Aku tidak tahu, apakah keluargaku mampu membeli sebuah rumah mewah di sini seumur hidupku!"

Walaupun ia sangat marah pada saudara tertua beserta keluarganya, Elaine tahu ia harus memuji mereka.

Ibunya Harold—Hannah, menunjukkan ekspresi sangat buruk. Dan ia menatap Elaine sambil berkata, "Elaine, apa maksudmu? Kamu mengejek kami?"

Hannah terlihat sangat serius, seolah-olah ia akan meledak kapan saja!

Bahkan, alasan sebenarnya mengapa mereka memanggil Elaine dan Jacob adalah karena Hannah ingin Elaine dan Jacob melihat mereka membeli kondominium kelas satu di Vila Elit Thompson. Dengan begitu, ia bisa menyombongkan diri di depan mereka.

Tapi, ia tidak menyangka kalau menantu Elaine ternyata hebat. Ia memiliki vila terbesar di Vila Elite Thompson!

Hannah merasa sangat iri.

Sekarang, Elaine dengan sengaja memberi pujian kepada Hannah untuk pembelian kondominium, apakah Elaine ingin mengejeknya?

Sementara keluarga Elaine akan pindah ke vila senilai lebih dari $1 juta! Bagaimana Elaine bisa bilang kalau ia sangat iri kepadanya? Ditambah lagi, ia sudah tahu bahwa ia tidak akan pernah mampu untuk membeli rumah yang sangat mewah di sini. Bukankah itu berarti Elaine sedang menyindirnya?

Elaine tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Oleh karena itu, ia memuji Hannah saat ia bertemu, tapi Hannah malah berpikir kalau ia sedang merendahkannya. Kenapa Elaine memuji mereka, jika sebenarnya ia merendahkan mereka?

Elaine terus memuji Hannah, "Oh! Kakak Ipar, bagaimana aku bisa dibandingkan denganmu? Itu sama saja membandingkan lilin dengan matahari! Dan kenapa aku harus merendahkanmu? Kamu memiliki kehidupan yang baik dan akan segera pindah ke Vila Elite Thompson! Lihatlah aku. Aku masih tinggal di rumah yang kecil dan bobrok. Apa kamu tahu, betapa rusaknya rumah kami? Bagaimana bisa dibandingkan dengan rumahmu yang baru? Tentu saja, aku iri kepadamu!"

Hannah merasa tersinggung dan sangat marah hingga kehilangan kata-kata.

Dan suaminya Christopher menahan kemarahannya saat berdiri di samping Hannah, "Elaine, apakah menyenangkan bagimu untuk membuat kami marah? Bukankah kamu akan tinggal di Vila Elit Thompson. Apa yang sedang kamu coba tunjukkan di sini?"

Setelah itu, Christopher memelototi adiknya—Jacob, "Jacob, apa kamu masih menganggapku sebagai saudara? Apa kamu punya rasa hormat kepada Ibu? Bagaimana bisa kamu menyembunyikannya? Kamu memiliki vila di sini dan tidak memberitahu kami?"

Jacob terkejut. "Vila? Apa yang Kakak bicarakan? Kak, apa kamu ingin membeli vila? Kamu kaya sekali!"

 
Next Post Previous Post