Bab 175 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Jelas sekali, Harold meremehkan Charlie.

Ditambah lagi, Harold sangat benci kepada Claire, yang menjadi direktur perusahaan keluarga mereka.

Ketika Harold melihat pasangan itu ada di sini untuk melihat properti di Vila Elite Thompson, dia ingin memanfaatkan kesempatan itu buat menyindir dan menghina mereka.

Charlie menghina Harold setelah mendengar ejekan Harold yang ditujukannya kepada Claire dan dia. "Kenapa? Kalau orang seperti kamu saja boleh melihat properti di Vila Elite Thompson, mengapa kami tidak boleh?"

Harold mengejek, "Alasan kenapa keluargaku dan aku ke sini hari ini, karena kami mampu membeli rumah di sini! Apakah kamu mampu membeli rumah di sini?"

Charlie tersenyum sebelum menjawab, "Kamu yakin, aku tidak mampu membeli rumah di sini?"

Harold mendengus. "Kalau kamu mampu membeli properti di sini, maka aku salut! Apa kamu tahu, berapa harga rumah di sini? Bahkan, rumah yang ukurannya paling kecil di Vila Elite Thompson seluas 120 m2 harganya $10 juta! Apakah kamu punya uang $10 juta?"

Charlie tertawa. "Kenapa aku harus melihat rumah yang paling kecil? Kalau aku ingin membeli rumah, aku pasti akan beli yang ukurannya besar."

"Huu!" Harold berkata sambil tertawa. "Rumah seluas 240 m2? Kamu memang terlalu ambisius."

Pada saat ini, Wendy juga tertawa sambil berkata, "Ya, Charlie. Apa kamu sungguh berpikir bahwa kamu mampu membeli rumah seluas 240 m2? Keluarga kami bahkan tidak mampu membeli rumah itu! Kamu pikir, kamu siapa? Bagaimana kamu mampu membelinya?"

Charlie menatapnya sambil tersenyum dan berkata, "Siapa bilang aku ingin membeli rumah seluas 240 m2?"

Wendy mendengus sebelum bertanya, "Jadi, apa maksudmu? Bukankah kamu bilang, bahwa kamu tertarik dengan rumah yang berukuran besar? Apa kamu ingin menarik kembali ucapanmu?"

Charlie tertawa sebelum menjawab, "Wendy, kamu memang tidak begitu tahu, bukan? Apa kamu tahu, bahwa properti terbesar di Perusahaan Pengembang Utama Thompson adalah vila-vila yang berada di tengah area perumahan ini?"

"Ha ha ha!" Wendy mulai tertawa terbahak-bahak. "Vila? Vila yang paling kecil pun harganya puluhan juta dolar! Apalagi vila yang paling besar, setidaknya harganya $100 juta. Kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan uang sebanyak itu, meskipun kamu sudah bekerja keras selama hidupmu!"

Charlie tersenyum sebelum berkata, "Kebetulan sekali, aku dijanjikan salah satu vila terbesar di sini!"

"Ha ha ha!" Harold dan keluarganya mulai tertawa begitu Charlie menyelesaikan kalimatnya. Setelah itu, Harold menunjuk ke arah Charlie lalu dia berkata dengan nada menghina, "Kamu? Kamu bilang bahwa kamu dijanjikan salah satu vila terbesar di Vila Elite Thompson? Apa kamu memang ingin membodohi dirimu sendiri, Charlie?"

Saat ini, orang-orang yang datang untuk melihat properti juga menatap Charlie, karena mereka mendengar apa yang baru saja dia katakan. Charlie berpakaian biasa dan dia sama sekali tidak terlihat seperti orang kaya. "Apakah menurutmu dia mampu membeli vila di Vila Elite Thompson?"

"Jika dia benar-benar pemilik salah satu vila di sini, maka aku pasti bisa membeli seluruh perumahan yang dibangun oleh Perusahaan Pengembang Utama Thompson!"

"Dia sangat pandai berbohong!"

Claire juga sedikit pucat saat ini dan dengan cepat dia mencondongkan tubuh ke arah Charlie dan berbisik, "Charlie! Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu bicara omong kosong? Apa kamu tidak takut dipermalukan?"

Charlie tersenyum sebelum berkata, "Kenapa aku harus merasa malu, jika aku mengatakan yang sebenarnya?"

Harold tertawa saat berkata, "Lihat! Bahkan, istrimu sendiri tidak percaya pada apa yang kamu katakan! Semua orang yang ada di sini tidak bodoh. Siapa pun tahu, orang sepertimu tidak pantas berada di kantor pemasaran ini!"

Setelah itu, Harold melanjutkan, "Tunggu! Aku akan minta staf pemasaran untuk segera mengusirmu!"

Tidak lama kemudian, Harold menarik salah satu staf ke arah Charlie lalu dia menunjuk ke arahnya dan berkata, "Nona, kenapa kamu mengizinkan sampah semacam ini masuk ke kantor pemasaran dan merusak nilai properti di sini? Apa kamu tahu, dia bilang dia pemilik vila terbesar di Vila Elite Thompson? Dia benar-benar sudah menjatuhkan nilai properti di sini!"

Pada saat ini, staf pemasaran melirik ke arah Charlie dan dia lihat bahwa Charlie memang mengenakan pakaian yang biasa saja.

Charlie pasti tidak mampu membeli properti di sini, bahkan rumah dengan tiga kamar tidur terkecil di Perusahaan Pengembang Utama Thompson, apalagi vila yang paling besar.

Semua orang mulai berteriak saat ini. "Cepat usir pemuda itu! Dia benar-benar merusak suasana hati kami!"

 
Next Post Previous Post