Bab 172 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Namun, Charlie tidak ingin mengatakan apa-apa tentang vila yang akan diterimanya, karena sikap Elaine saat ini.

Saat Charlie sibuk di dapur, Claire berjalan ke arahnya lalu dia berkata dengan pelan, "Charlie, tolong jangan dimasukkan ke dalam hati omongan ibuku. Dia terlalu idealis."

Charlie sengaja bertanya, "Ibumu bilang apa? Aku sama sekali tidak mendengar apa pun."

"Baiklah kalau begitu, kamu bisa terus berpura-pura. Sangat aneh, kalau kamu tidak mendengar apa pun," jawab Claire sambil mendorong dahi Charlie dengan jarinya.

Charlie memanfaatkan kesempatan ini untuk menggenggam tangan Claire.

Claire langsung tersipu dan dia melihat ke sekeliling dapur sebelum dia menarik tangannya.

Namun, Charlie menolak untuk melepaskan tangannya. Sebaliknya, dia menarik tangan Claire mendekat ke arahnya dan memandangi tangannya. Charlie tersenyum ketika melihat Claire memakai gelang buatannya. Setelah itu, dia bertanya, "Apakah gelang itu efektif?"

"Iya." Claire mengangguk sebelum dia berkata, "Menurutku sangat efektif. Sejak aku memakai gelang ini, tubuhku sepertinya lebih enteng dan rileks. Aku juga merasa jauh lebih nyaman hari ini. Gelang ini terbuat dari apa? Kenapa efeknya bagus sekali?"

Charlie tersenyum sebelum berkata, "Itu hanya terbuat dari mutiara."

Mutiara Suci Samudera yang saat ini ada di pergelangan tangan Claire membuat pergelangan tangannya terlihat begitu indah dan lembut seperti salju.

Saat Charlie memegang tangannya yang lembut dan hangat, dia sama sekali tidak ingin melepaskannya.

Ketika Claire menyadari apa yang Charlie pikirkan, dia tersipu lalu memelototi Charlie dan segera menarik tangannya.

Charlie tersenyum sebelum bertanya, "Apakah kamu juga tertarik untuk pindah ke rumah baru?"

"Tentu saja! Siapa yang tidak ingin tinggal di rumah yang baru dan lebih besar? Sejak ibuku pindah dari vila, dia selalu mengeluh karena dia merasa rumah ini terlalu kecil dan kumuh..."

Claire menghela napas sebelum melanjutkan, "Tapi, rumah baru sekarang sangat mahal. Karena kita tidak punya banyak uang, kita harus melupakannya."

Setelah itu, Claire tiba-tiba teringat sesuatu dan dia berkata, "Ngomong-ngomong, kita bisa pergi dan memeriksa dulu beberapa properti dan rumah baru. Kita bisa menghitung selisih harga antara rumah ini dan rumah baru. Jika selisih harga tidak terlalu besar, maka kita bisa mendapatkan rumah baru secepatnya!"

Claire berkata dengan penuh semangat sebelum Charlie sempat berbicara, "Baiklah. Sudah diputuskan. Karena besok akhir pekan, mengapa kita tidak melihat beberapa rumah baru besok?"

Charlie mengangguk karena dia tahu bahwa Claire sangat tertarik dan bersemangat tentang urusan ini. Oleh karena itu, dia hanya menjawab, "Tentu. Jika kamu ingin melihat-lihat beberapa rumah baru, aku pasti akan menemanimu."

Claire mengeluarkan ponselnya untuk mencari informasi perumahan, lalu akhirnya memutuskan untuk melihat salah satu distrik dengan lingkungan yang baik.

Setelah makan malam, seseorang datang dan mengetuk pintu rumah. Itu adalah orang dari perusahaan kurir yang mengirimkan bingkisan kecil kepada Charlie, orang itu berkata, "Ini adalah pengiriman ekspres untuk Anda. Mohon tanda tangani ini untuk menerimanya."

Setelah Charlie menandatangani tanda terima, dia membuka kotak kecil itu dan mendapati kunci vila dan sejumlah kunci berbentuk kartu berwarna emas dengan tulisan 'Vila Elite Thompson A05'.

Zeke—kepala keluarga White, menelepon Charlie. Zeke menyapa Charlie dengan hormat melalui telepon ketika berbicara, "Halo, Tuan Wade. Sudahkah Anda menerima kunci dan kartu kamar untuk vila? Vila Elite Thompson dikembangkan oleh Perusahaan Pengembang Utama Thompson di Aurous Hill. Ini adalah salah satu proyek paling mewah di sekitar kota saat ini. Vila A05 yang saya berikan kepada Anda adalah vila terluas yang terdiri dari seribu meter persegi, belum termasuk halamannya! Saya harap Anda suka dengan hadiah dari saya untuk Anda dan keluarga."

Charlie pernah mendengar tentang Perusahaan Pengembang Utama Thompson dan dia tahu bahwa mereka sedang membangun banyak vila dan gedung bertingkat di Aurous Hill. Vila Elite Thompson memang salah satu proyek paling canggih di Aurous Hill saat ini.

Harga untuk satu vila di pasaran saat ini, setidaknya seratus juta dolar.

Sepertinya Zeke sangat murah hati.

Oleh karena itu, Charlie menjawab dengan santai, "Terima kasih atas kemurahan hati Anda."

Zeke sangat gembira dan berseru, "Tidak, tidak! Ini merupakan kehormatan bagi saya bisa melakukan sesuatu untuk Anda, Tuan Wade!"

Begitu kembali ke kamar tidur, Charlie tiba-tiba bertanya pada Claire, "Istriku sayang, apakah kamu menyukai vila di kawasan Vila Elite Thompson?"

"Vila Elite Thompson?!" Claire berseru kaget. "Bagaimana mungkin kita bisa membeli vila di sana? Harga rumah yang dibangun oleh Perusahaan Pengembang Utama Thompson sudah dua kali lipat dari harga rumah lainnya! Tapi, aku akui properti yang dikembangkan oleh grup itu memang yang terbaik di Aurous Hill!"

Charlie tersenyum sebelum berkata, "Kita bisa melihat vilanya besok, sebelum kita memutuskan apakah kita tertarik untuk membelinya."

Claire buru-buru mengibaskan tangannya sebelum dia berkata, "Lupakan. Kita harus melupakannya. Mari, kita lebih realistis dan melihat rumah biasa saja."

Charlie tersenyum dan berkata, "Aku belum memberitahumu tentang ini, sebenarnya aku punya teman yang bekerja di Perusahaan Pengembang Utama Thompson. Dia bilang bisa memberikan aku vila dengan harga teman, jadi kenapa kita tidak melihatnya terlebih dulu?"

 
Next Post Previous Post