Bab 170 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Zeke sangat senang dan berterima kasih kepada Charlie, "Terima kasih atas kebaikan Anda, Tuan Wade, saya akan memperbaiki diri dan saya berjanji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi!"

"Baiklah." Charlie mengangguk.

Setelah itu, Charlie menatap ke arah Graham yang masih syok. Charlie pun bertanya kepadanya dengan sopan, "Katakan padaku, Graham, apakah kamu sungguh berpikir bahwa aku berbohong kepadamu agar aku bisa menipu uang keluarga Quinton?"

Graham langsung berlutut dan berkata, "Saya tidak berani! Saya tidak akan berani! Saya sangat bingung, tapi kepercayaan saya kepada Anda tidak pernah luntur, Tuan Wade. Saya sangat yakin, Andalah pemimpin yang sesungguhnya di lingkaran metafisika! Maafkan saya, Tuan Wade!"

Setelah itu, Graham menarik kerah Adam dan berteriak "Berlutut dan minta maaf kepada Tuan Wade, sekarang!"

Adam sangat ketakutan. Setelah mendengar teriakan Graham, ia berlutut dan meminta maaf, "Tuan Wade, maafkan saya! Saya tidak bermaksud meragukan Anda atau membuat masalah dengan Anda. Saya tidak memiliki niat untuk melakukannya..."

Graham menggelengkan kepalanya, lalu menampar Adam berulang kali hingga pipinya terlihat lebam.

Adam tidak berani bergerak sama sekali, ia terus berlutut sambil menangis. Saat ini, Adam sangat takut dipukuli. Tapi, ia lebih takut kalau Charlie sampai memanggil kilat dan petir dari langit untuk menyambarnya. Jika seperti itu, maka ia akan langsung mati seperti Jack Yaleman.

Wajah Aurora masih terlihat pucat karena terkejut.

Ia tidak pernah menyangka, Charlie memiliki kekuatan yang luar biasa.

Sebenarnya, ia sangat marah kepada Charlie, karena ia pikir Charlie telah berbohong kepada ayahnya. Dan ia berencana mencari kesempatan untuk membalasnya. Tapi, rupanya yang ia bisa lakukan hanya memujanya karena Charlie memang sangat luar biasa!

Aurora merasa khawatir Charlie masih marah kepada sepupunya. Oleh karena itu, ia langsung berlutut dan berkata, "Tuan Wade, sepupuku masih muda dan ceroboh. Tolong, bermurah hatilah dan maafkan dia."

Saat Charlie melihat tiga anggota keluarga Quinton berlutut di hadapannya dan memohon maafnya, hatinya melunak. Oleh karena itu, ia meminta mereka berdiri dan berkata, "Karena kalian semua mengakui kesalahan kalian dengan tulus, aku maafkan. Tapi, jika hal ini terjadi lagi di masa yang akan datang, jangan salahkan aku jika berbuat kejam!"

Setelah mereka mendengar perkataan Charlie, keluarga Quinton langsung menundukkan kepala mereka dan berterima kasih.

Saat ini, perasaan Jasmine campur aduk ketika menyaksikan peristiwa di depannya.

Sebelumnya, dia pikir Charlie hanyalah orang yang memiliki pengetahuan dalam hal barang antik, karena latar belakangnya yang biasa-biasa saja.

Tidak disangka, ia menyembunyikan kekuatannya!

Jasmine sangat terkejut dengan apa yang ia alami hari ini. Ia belum pernah melihat hal seperti ini.

Charlie melangkah ke depan dan melihat ke arah kerumunan orang sambil berkata, "Dengarkan aku!"

Saat ia mulai berbicara, semua orang mengangkat kepala mereka dan memperhatikan Charlie dengan rasa hormat. Tidak ada yang berani mengeluarkan suara sekecil apa pun. Charlie melihat ke arah mereka dan berbicara dengan nada tegas. "Aku tidak ingin seorang pun menceritakan kejadian ini kepada orang lain! Aku ingin hal ini menjadi rahasia di antara kita. Jika ada yang membocorkannya, aku akan membuatnya menjadi seperti Jack Yaleman!"

Semua yang hadir terkejut, karena sepertinya Charlie tidak ingin ada yang mengetahui kekuatannya!

Dia memang orang yang rendah hati.

Ia tidak seperti Jack, yang selalu menginginkan perhatian ke manapun ia pergi.

Jack bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan Charlie.

Semua orang mengepalkan tangan mereka dan membungkuk di depan Charlie, "Baik, kami akan mematuhi perintah Anda, Tuan Wade."

Charlie mengangguk dan berkata, "Semua orang boleh pergi sekarang!"

 
Next Post Previous Post