Bab 168 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Tidak, tidak! Dia bukan manusia! Dia seorang dewa!"

"Tidak, jangan biarkan petir menyambarku! Saya akan berlutut dan meminta maaf kepada Tuan Wade."

"Tolong saya, saya salah!"

Beberapa tamu berlutut di depan Charlie.

Graham terdiam karena terkejut.

Tapi, petir hanya menyambar nyamuk-nyamuk hitam, menjadikannya arang tanpa melukai siapa pun.

Jack sangat terkejut dan ketakutan!

Ia tidak pernah membayangkan, bahwa Charlie memiliki kekuatan yang sangat luar biasa!

Kekuatannya tidak bisa dibandingkan dengan Charlie!

Jika ia tersambar oleh petir yang menakutkan itu, ia pasti akan langsung mati!

Jack mulai panik, oleh karena itu ia langsung berdiri dan bergegas melarikan diri. Ia ingin pergi dari Aurous Hill dan tidak kembali lagi ke tempat ini! Bagaimana mungkin ada orang yang sangat disegani di Aurous Hill?

"Kamu mencoba melarikan diri?"

Charlie tersenyum dan mengarahkan tangannya ke atas langit dan berkata, "Sambaran petir!"

Dhuar!

Kali ini, petir dan halilintar menyambar botol porselen yang ada di tangan Jack sehingga jatuh ke tanah.

Jack dapat merasakan tangannya sakit dan ia sangat takut, sehingga ia memohon untuk keselamatan nyawanya.

"Tuan Wade... Tuan... ampuni nyawaku."

Charlie menatap Jack dengan tatapan dingin saat ia berjalan ke arahnya, selangkah demi selangkah.

"Bagaimana bisa kamu menggunakan sihir hitam dari janin yang mati? Apa kamu tahu, hal itu bisa merusak dunia? Aku tidak percaya, kamu sangat jahat! Hal ini tidak bisa dimaafkan!"

"Iblis seharusnya dihukum oleh surga! Aku akan menghukummu dengan petir dan halilintar hari ini! Terimalah hukumanmu?!"

Jack hanya bisa menatap Charlie dengan mulut terbuka kali ini. Ia tidak bisa berkata apa-apa. Hanya bisa memandangi petir menyambar di langit bersama awan hitam dengan rasa takut. Sepertinya ini adalah hari kematiannya.

Kenapa? Kenapa ada orang yang sangat menakutkan di Aurous Hill? Kenapa ia membuat masalah di tempat yang salah?

Dhuar!

Sebelum Jack menyadari apa yang terjadi padanya, petir sudah menyambarnya berkali-kali.

Jack, orang yang sombong, mati tanpa sempat berteriak. Kali ini, tubuhnya sudah tidak berwujud, seluruhnya telah hangus. Bau busuk menyebar di halaman.

"Hujan dan angin berhentilah!"

Charlie menggerakkan tangannya dan hujan badai itu berhenti. Angin segar bertiup di halaman dan membawa pergi bau mayat yang terbakar di tengah halaman.

Wajah Charlie terlihat tenang, seperti tidak ada yang terjadi.

Namun, mereka yang berada di halaman hanya bisa tercengang.

Adam gemetaran dan kehilangan kata-kata. Jika Charlie menginginkannya tersambar petir. Ia sudah mati dari tadi. Ia akhirnya mengerti, karena kebaikan Charlie, ia masih hidup. Itulah alasannya, kenapa sampai saat ini ia masih bisa bertahan.

"Tuan Wade, Anda... Anda seorang dewa!"

Suara Graham bergetar seraya berlutut untuk memuja Charlie.

Zeke juga ketakutan, sehingga ia dengan cepat berlutut dan mulai bersujud di depan Charlie.

"Tuan Wade, maafkan saya. Saya dipengaruhi oleh Tuan Yaleman, sehingga saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya minta maaf atas perkataan dan perbuatan saya. Maafkan saya, Tuan Wade. Saya akan melakukan semua perintah Anda mulai sekarang dan seterusnya. Silakan katakan perintah Anda..."

Charlie melihat ke arah Zeke dengan acuh. Dan ia melewatinya tanpa berpaling sedikit pun.

Tiba-tiba, Finn berkata dengan nada sopan. "Saya rasa, Tuan Wade harus menjadi pemimpin lingkaran metafisika mulai dari sekarang! Mulai sekarang, semua orang yang ada di lingkaran metafisika Newton akan mengikuti perintah dan petunjuk Tuan Wade!"

Tadi, mereka sempat membahas tentang pemimpin lingkaran metafisika. Karena tidak ada seorang pun tamu yang merasa keberatan. Maka, mereka semua setuju dengan saran Finn.

"Baiklah, Tuan Wade. Tolong, beri petunjuk kepada semua orang di Aurous Hill!"

 
Next Post Previous Post