Bab 166 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Charlie membalas dengan dingin, "Itu garis hidupmu. Alasan kenapa roh jahat bisa dimusnahkan dengan mudah, karena Jack menggunakan hidupmu sebagai penukarnya! Dalam tiga hari, garis merah ini akan memanjang hingga ke sikut! Setelah itu kamu akan mati. Jack telah menggunakan seluruh perbuatan baik selama hidupmu dan menukarnya dengan hidup keluarga Quinton yang lain!"

Graham terkejut ketika ia mendengar perkataan Charlie. Ia menjadi terdiam.

Adam menjadi panik dan tidak berhenti menatap orang yang ada di sekeliling mereka.

Para master yang hadir mengangguk saat mereka melihat kejadian ini. Graham tidak akan hidup lebih dari 3 hari.

Adam berlutut ke tanah sebelum memohon kepada Jack, "Tuan Yaleman! Selamatkan paman keduaku!"

Kali ini, Jack menatap Adam dengan wajah sombong sambil mencibir dan berkata, "Aku sudah menggunakan semua kekuatanku untuk menghilangkan roh jahat. Bagaimana aku bisa mengambilnya kembali? Aku menggunakan jiwa Graham untuk keselamatan anggota keluarga Quinton! Kamu seharusnya berterima kasih."

Aurora berubah menjadi pucat dan ia menggigit bibirnya. Setelah berpikir sesaat, ia berlutut di hadapan Charlie dan berkata, "Tolong, Tuan Wade, tolong selamatkan ayahku..."

Charlie menatapnya sebelum menjawab, "Karena keluarga Quinton telah memilih untuk percaya pada Tuan Yaleman ketimbang aku, maka hal ini bukan urusanku lagi, kenapa aku harus menolongnya?"

Aurora menangis dan berkata, "Tuan Wade, jika Anda selamatkan ayahku, aku janji aku akan memenuhi semua keinginan Anda..."

Charlie tertawa kecil sebelum menjawab, "Aku tidak ingin apa-apa darimu..."

Kali ini, Graham juga menghampiri Charlie dan memintanya, "Tuan Wade, aku minta maaf, Adam telah membujukku..."

Setelah itu, Graham menarik Adam mendekat dan menamparnya dengan keras.

Adam menghindar dan menjauh sebelum ia terkena tamparan berikutnya.

Merasa putus asa, Aurora menggenggam erat kaki Charlie dan memohon, "Tuan Wade, selamatkan ayahku, tolonglah ayahku..."

Kali ini, Charlie menjawab, "Baiklah, kamu bisa bangun. Aku hanya menakutimu. Untungnya ayahmu memakai jimat yang aku berikan padanya. Tidak akan terjadi apa-apa padanya..."

Graham ragu dan memegang jimat yang ia kenakan di lehernya dan berkata. "Jimat ini?"

Charlie mengangguk dan berkata, "Tentu saja, lihatlah telapak tangamu. Garis merah itu seharusnya mulai menghilang. Tuan Yaleman harus berusaha dengan keras untuk mengalahkan jimatku."

Graham melihat lengannya dan ia melihat garis merah secara perlahan mulai menghilang. Ia sangat gembira dan berkata, "Terima kasih, Tuan Wade, jika bukan karena Anda, aku mungkin sudah..."

Charlie menggoyangkan tangannya dan berkata, "Anda beruntung, Anda datang kemari dengan memakai jimat. Jika tidak, aku tidak akan bisa berbuat apa-apa."

Setelah Charlie selesai berbicara, ia berbalik dan menatap ke arah Jack. "Hasilnya sudah terlihat, apa kamu mau mengaku kalah?"

Menyadari akan situasinya, Adam mendatangi Charlie dan berlutut sambil meminta maaf kepadanya tanpa sepatah kata pun.

Wajah Jack berubah pucat dan menatap Charlie sambil berkata, "Bagaimana kamu bisa mengatakan menang hanya karena sebuah jimat? Apa kamu tahu, aku ingin sekali mengampunimu, tapi tampaknya kamu sangat keras kepala? Aku akan memberimu kesempatan sekali lagi. Aku akan membiarkan kamu pergi, jika kamu menyerahkan kerang itu dan berlutut meminta maaf kepadaku sekarang juga!"

Jack tidak ingin mengeluarkan kekuatan terakhirnya, tapi karena Charlie telah mengalahkannya, ia tidak punya pilihan lain selain melakukannya. Jika tidak, acara ini akan menjadi sia-sia.

Tapi, begitu ia mengeluarkannya, semua yang ada di sini akan mati, jika kekuatan itu tidak bisa ia kendalikan dengan baik!

Kali ini Charlie menatapnya dan berkata, "Lalu, jika aku menolaknya?"

"Kamu yang memaksaku melakukannya!" ujar Jack dan ia langsung mengeluarkan porselen hitam dari kotak yang ada di sampingnya.

Beberapa ekor nyamuk keluar dan langsung memakan daging yang ada di atas meja. Jasmine ketakutan dan berkata, "Ini adalah nyamuk peliharaan Tuan Yaleman?"

Semua orang memperhatikan nyamuk-nyamuk itu terus memakan daging. Mereka mengamati peristiwa aneh itu dan tidak dapat menjelaskannya. Mereka tidak mengetahui apa yang terjadi dan mereka hanya saling berbisik.

Dan hanya dalam beberapa detik, daging yang telah dimakan oleh nyamuk-nyamuk hitam berubah warna dan dari dalamnya keluar nyamuk-nyamuk hitam yang tidak terhitung jumlahnya.

 
Next Post Previous Post