Bab 155 - Si Kharismatik Charlie Wade

 $100 juta untuk kerang.

Semua orang berpikir bahwa Charlie gila, tapi dia tidak peduli sama sekali.

Dalam perjalanan pulang, Charlie menjelaskan kepada Jacob bahwa dia tidak usah khawatir, karena uang $100 juta yang dia gunakan di pelelangan sudah mendapatkan izin dari keluarga Quinton. Charlie khawatir, Jacob ketakutan tentang apa yang akan dilakukan oleh keluarga Quinton terhadap keluarga mereka.

Setelah tiba di rumah, Charlie mulai menelaah kerang itu, karena Claire belum pulang dari kerja.

Ukuran kerang itu sebesar ban mobil. Kerang itu telah dibersihkan dan dipoles sedikit, terdapat lapisan berwarna merah keemasan dan transparan.

Charlie memecahnya menjadi beberapa bagian.

Dia mengambil salah satu bagian kerang itu untuk dipelajari.

Sesuai perkiraannya, di dalamnya terdapat tiga butir mutiara putih di balik lapisannya.

Itu adalah Mutiara Suci Samudera, salah satu dari Tujuh Harta Karun Buddha, dan karena mutiara tersebut berada di dalam lapisan kerang, membuatnya menjadi barang bernilai spiritual.

Kerang itu berumur ratusan tahun, memiliki kekuatan fisik dan spiritual. Mutiara itu terbentuk dengan menyerap saripati samudera.

Mutiara Suci Samudera merupakan benda berharga yang sangat langka dan memiliki nilai spiritual tinggi yang sulit untuk didapatkan. Itulah kenapa Charlie membelinya, berapa pun harganya.

Charlie sangat puas, karena dia menemukan tiga butir Mutiara Suci Samudera di dalam kerang.

Charlie segera mengeluarkan Kayu Darah Naga, lalu dia menggunakan Reiki untuk menjejakkan tapak tangannya di kayu itu berdasarkan buku Apokaliptik.

Setelah dia menjejakkan tapak tangannya di kayu tersebut, dia dapat merasakan kayu itu memancarkan aura yang kuat.

Ketika Mutiara Suci Samudera bertemu dengan aura petir, sinar keemasan yang menyelimutinya menyerap aura tersebut secara terus-menerus.

Charlie mengangkat Mutiara Suci Samudera sebelum dia mengucapkan mantra di depan artefak itu.

Tidak lama kemudian, Mutiara Suci Samudera secara perlahan terbentuk sempurna dan bersinar di tangannya.

Setelah itu, Charlie mengeluarkan kalung mutiara ungu yang diperolehnya dari pelelangan dan memisahkan beberapa mutiara untuk dicampur dengan pecahan kerang dan sebutir Mutiara Suci Samudera, dia membentuknya menjadi sebuah gelang.

Mutiara Suci Samudera yang tersisa pun dalam kondisi yang sangat baik.

Charlie mengambil kembali sebutir Mutiara Suci Samudera untuk dijadikan jimat pelindung dan akan diberikan kepada Graham.

Charlie yakin, keluarga Quinton akan dapat mengatasi roh jahat setelah dia memberikan jimat pelindung yang terbuat dari kerang dan dikombinasikan dengan petir yang kemampuannya memang untuk mengusir roh jahat.

Setelah dia menyelesaikannya, Charlie sadar dia masih memiliki pecahan kerang. Karena waktunya masih cukup, Charlie menggenggam pecahan kerang untuk dijadikan Kehendak Petir.

Menurut buku Apokaliptik, Kehendak Petir adalah senjata sihir tingkat rendah yang bisa menciptakan petir dan hujan.

Setelah dia selesai melakukan gerakan yang dibutuhkan untuk membuat Kehendak Petir, Charlie mendengar ada gerakan di ruang tamu.

Sepertinya, istrinya sudah pulang.

Charlie dengan cepat menyimpan pecahan kerang yang tersisa ke bawah tempat tidur, sebelum dia keluar dengan membawa gelang yang terbuat dari Mutiara Suci dan mutiara ungu.

Dengan cepat dia mengangkat kepalanya, dia melihat Claire berdiri di ruang tamu menatap tak berdaya ke arah ibunya—Elaine.

Ketika Charlie berjalan ke arah mereka, dia melihat Elaine memamerkan gelang giok yang dipakainya, pemberian Graham kepada Charlie saat mereka bertemu di Jalan Antik.

Elaine senang sekali, "Claire, gelang giok ini luar biasa! Semua orang memujiku, saat aku memakainya, aku sangat bahagia!"

Claire menatap ibunya sembari menjawab, "Ibu, bukankah ini gelang giok yang Charlie bawa pulang beberapa hari yang lalu? Bagaimana ibu bisa memakainya tanpa izin? Aku pikir, aku telah menghilangkannya!"

Elaine berbalik menatap Claire sebelum menjawab, "Aku ibumu! Apa salah, kalau aku memakai gelangmu? Biarkan aku memakainya beberapa hari ini, aku senang sekali dengan pujian yang aku terima karena gelang giok ini!"

Ketika Charlie melihat mereka berdua berdebat. Charlie dengan cepat menghampiri mereka dan berkata, "Claire tidak apa-apa. Ibumu boleh memakai gelang giok itu, kalau dia menyukainya. Aku baru saja membuatkan sebuah gelang baru untukmu."

"Gelang apa itu?" Elaine langsung mengambilnya dari tangan Charlie.

Tapi, ketika melihat ternyata gelang itu hanyalah gelang biasa yang terbuat dari kerang dan mutiara, Elaine melempar gelang itu ke arah Claire dan berkata. "Oh, hanya benda yang tidak berharga!"

 
Next Post Previous Post