Bab 143 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Elaine tampak senang sekali.

Semua hadiah itu berarti uang baginya!

Dia tidak tahu berapa harga vas antik itu, tapi dia tahu satu botol minuman beralkohol Moutai Fairy Flying seharga $40.000! Terlebih lagi ada dua puluh minuman dalam satu kotak. Ini berarti satu satu kotak minuman ini seharga beberapa ratus ribu dolar!

Terdapat juga satu kotak cerutu Yellow Crane Tower. Dan sebatang cerutu seharga $5.000, dan terdapat lima puluh cerutu di dalam kotak! Ini berarti satu kotak cerutu seharga $200.000! Hanya minuman dan cerutu saja nilainya hampir $1 juta!

Lalu, kenapa dia tidak mau menerimanya?

Ditambah lagi, jika dia memiliki kartu VIP dari Perhimpunan Benda Berharga, dia bisa memamerkannya di depan teman-temannya!

Saat Claire melihat ibunya begitu materialistis, dia memanggil ibunya dengan sedikit malas "Ibu..."Elaine menatap Claire sebelum menjawab, "Kenapa? Kamu ingin bilang kepadaku, kalau aku tidak seharusnya menerima hadiah-hadiah ini?"

Claire langsung menjawab, "Maksudku, kita tidak seharusnya langsung menerima hadiah-hadiah ini, lagi pula kita tidak tahu apa yang terjadi, jadi bagaimana dengan mudah kita menerima hadiah-hadiah ini?"

Charlie dengan cepat merespon, "Karena ini hadiah permintaan maaf, kami akan menerimanya."

Pria paruh baya itu terlihat lega.

Sebelum dia pergi, Bos-nya bilang kepadanya bahwa dia tidak boleh kembali jika Charlie menolak menerima hadiah tersebut.

Ketika Charlie berbalik, dia melihat Elaine sudah memindahkan kotak berisikan minuman dan cerutu ke dalam rumah. Kali ini, Elaine sudah memegang sepasang vas antik di tangannya dan memeriksanya di bawah lampu. Charlie hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berbicara ke pria paruh baya tersebut, "Terima kasih sudah mengirimkan hadiah-hadian ini, Anda bisa meninggalkan tempat ini."

"Baiklah, Tuan Wade, saya tidak akan menggangu Anda lagi."

Setelah itu, Charlie menutup pintu dan masuk ke dalam rumah. Dan kali ini dia berhenti sejenak, "Kenapa kalian menatapku?"

Kali ini, ketiga orang yang berada di ruang tamu menatap Charlie tanpa berkedip sedikit pun.

Elaine terbatuk sebelum dia bertanya, "Charlie, sejak kapan kamu berteman dengan pemilik Perhimpunan Benda Berharga? Kenapa mereka memberikan hadiah, dan datang ke sini hanya untuk meminta maaf kepadamu?"

Charlie menggelengkan kepalanya sebelum dia menjawab, "Ibu, aku rasa ada kesalahpahaman di sini. Aku tidak berteman dengan pemilik Perhimpunan Benda Berharga. Dan aku rasa alasan kenapa mereka ke mari hanya untuk meminta maaf, karena mereka memberikan pelayanan kepada pelanggannya dengan sangat baik. Dikarenakan pegawai mereka membuat kesalahan, aku rasa Bos mereka hanya ingin meminta maaf dan memberikan ganti rugi untuk menjaga reputasi Perhimpunan Benda Berharga..."

Elaine terlihat cemberut saat dia menjawab. "Aku pikir kamu adalah pria hebat malam ini. Aku pikir kamu berteman dengan seseorang yang memiliki hubungan luas, dan ternyata ini semua hanya layanan konsumen sehingga membuat kita menerima hadiah-hadiah ini..."

Tapi, Claire masih bertanya-tanya, walaupun Perhimpunan Benda Berharga memang memiliki pelayanan konsumen yang baik, kenapa mereka mau memberikan hadiah yang sangat mahal sebagai ganti rugi?

Kali ini, sikap Elaine kepada Charlie menjadi baik setelah menerima banyak hadiah. Karena itu, dia berhenti untuk menghina Charlie dan mulai berpikir berapa banyak uang yang akan dia hasilkan setelah menjual minuman dan cerutu ini.

Setelah mereka selesai makan malam, Charlie mencuci piring di dapur ketika tiba-tiba dia mendapatkan panggilan telepon.

Panggilan telepon itu dari Graham, pria yang pernah Charlie tolong belum lama ini.

Bahkan, Graham telah memberikan gelang giok kepadanya.

Graham menyapanya dengan sopan, "Tuan Wade!"Charlie menjawab, "Ya? Ada yang bisa aku bantu?"

Graham langsung menjawab, "Saya benar-benar berterima-kasih atas nasihat Anda waktu itu. Berkat Anda, kondisi keluarga Quinton membaik belakangan ini. Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih atas petunjuk Anda, kalau tidak, keluarga kami benar-benar sudah hancur."

Charlie tersenyum sebelum bertanya, "Aku pikir tidak semuanya berhasil, apakah aku benar? Karena kalau benar, Anda tidak akan meneleponku di jam segini."

Graham menjawab sembari terkejut. "Tuan Wade, Anda sungguh tahu semuanya, saya sepertinya tidak bisa menyembunyikan apa pun dari Anda."

Charlie tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.

Graham tergagap saat dia melanjutkan. "Tuan Wade, saya minta tolong pada Anda untuk menyelamatkan keluarga Quinton lagi. Kami tahu, kami telah berutang banyak pada Anda dan kami dari keluarga Quinton tidak akan lupa apa yang Anda lakukan kepada kami."

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel