Bab 142 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Claire membuka pintu dengan hati-hati sebelum dia bertanya dengan sikap waspada, "Ada yang bisa saya bantu?"

Wajah Charlie terlihat masam, sebelum akhirnya dia berjalan menuju pintu. Dan kali ini dia berhenti di depan Claire sebelum dia bertanya dengan baik-baik, "Apa Anda mencariku?" Saat ini seorang pria paruh baya berpakaian formal berdiri di depan pintu. Saat dia melihat Charlie, dia tersenyum sebelum menyapa Charlie dengan sikap sopan, "Halo, Tuan  Wade, saya manajer baru dari Perhimpunan Benda Berharga. Saya mulai bekerja sore ini. Bos saya merasa menyesal atas kepergian Anda yang lebih awal hari ini dari Perhimpunan Benda Berharga dan bos mengirimkan hadiah istimewa sebagai permintaan maafnya kepada Anda."

Charlie memperhatikan pria tersebut dengan wajah terkejut, "Anda dari Perhimpunan Benda Berharga?"

"Perhimpunan Benda Berharga?"

Kali ini, Claire yang berdiri di belakang Charlie juga terkejut.

Pria paruh baya tersebut buru-buru menjelaskan, "Bos kami merasa menyesal, karena Anda diusir dari Perhimpunan Benda Berharga hari ini, Tuan Wade. Bahkan, beliau telah mengusir keluar Tuan Harold si pembuat onar, sebelum menunda acara pelelangan. Saya juga meminta maaf atas perlakuan buruk yang Anda terima di Perhimpunan Benda Berharga hari ini. Saya harap, Anda bersedia memaafkan kami, Tuan Wade."

Setelah dia selesai bicara, pria paruh baya itu langsung melambaikan tangannya.

Kali ini, beberapa pria berbadan besar yang berpakaian hitam berjalan cepat sambil membawa hadiah dan meletakkannya di depan pintu.

Charlie melihat ke arah mereka dan dia memperhatikan bahwa orang-orang tersebut membawa sejumlah hadiah bersama mereka!

Terdapat kotak berisikan cerutu 'Yellow Crane Tower' edisi terbatas dan sebuah kotak berisi minuman beralkohol 'Moutai Flying Fairy' yang berusia tiga puluh tahun!

Selain itu, pria tersebut juga membawa sepasang vas antik yang pastinya sangat mahal harganya.

Hadiah-hadiah itu senilai lebih dari $1 juta!

"Tuan Wade, ini adalah hadiah dari bos saya  untuk diserahkan kepada Anda dari Perhimpunan Benda Berharga. Bos saya sedang menyiapkan acara pelelangan dengan nona Moore, oleh karena itu beliau tidak dapat menyerahkannya sendiri hari ini. Beliau mengutus saya untuk meminta maaf kepada Anda, mohon diterima permintaan maaf kami."

Setelah dia selesai bicara, pria paruh baya membungkuk di depan Charlie.

Charlie mengangguk sebelum ia menjawab, "Baiklah, Anda bisa meninggalkan hadiah-hadiah ini di sini."

Pria paruh baya tersebut juga mengeluarkan dua surat undangan berwarna emas dari kantongnya dan memberikannya ke Charlie, "Ini adalah surat undangan untuk acara pelelangan kami berikutnya dan kami harap Anda akan datang bersama ayah mertua Anda. Saya janji, kali ini kami tidak akan mengecewakan Anda. Berikan kami kesempatan untuk menebus kesalahan kami."

Setelah itu, ia melanjutkan, "Saya juga memberikan kartu VIP khusus untuk Perhimpunan Benda Berharga. Kami hanya mengeluarkan sepuluh untuk kartu ini dan berlaku seumur hidup. Dengan kartu VIP ini, Anda bisa mendapatkan pelayanan istimewa setiap kali Anda datang."

Charlie menatap kartu VIP yang dipegang oleh pria paruh baya itu. Kartu itu berwarna keemasan dan dipenuhi dengan daun emas dan berlian.

Charlie menjawab. "Aku bukan penggemar pelelangan, mungkin Anda bisa memberikannya ke ayah mertuaku. Dia mungkin lebih tertarik dengan kartu VIP ini dan menghadiri pelelangan."

"Baiklah." Pria paruh baya tersebut menyerahkannya ke Jacob dan tersenyum sambil berkata, "Tuan Wilson, saya meminta maaf atas kejadian yang terjadi hari ini, saya harap Anda mau menghadiri pelelangan kami yang akan diadakan dua hari lagi."

"Ini..." Jacob menatap kartu VIP yang ada di genggaman pria itu.

Jacob tahu bahwa kartu itu merupakan kartu VIP edisi terbatas untuk Perhimpunan Benda Berharga, yang hanya diberikan kepada orang dengan status tertinggi di Aurous Hill. Dan kartu VIP itu tidak dapat dibeli di mana pun.

Siapa pun yang memiliki kartu VIP itu dapat dengan bebas menghadiri setiap acara Perhimpunan Benda Berharga, dan mereka akan mendapatkan pelayanan istimewa dari seluruh karyawannya. Terlebih lagi, orang tersebut memiliki akses untuk semua barang antik dan akan diberikan diskon besar untuk pembelian benda apa pun yang dipilihnya.

Jacob tidak dapat menolaknya.

Saat Jacob akan menerimanya, tiba-tiba tangan seseorang merebut kartu VIP itu dari tangan pria paruh baya tersebut.

Ternyata, ibu mertua Charlie, Elaine yang mengambil kartu tersebut, ia tersenyum dan berkata, "Karena Anda ke sini untuk meminta maaf, kami akan menerima hadiah dan kartu VIP-nya. Suamiku pasti akan datang ke acara pelelangan itu!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel