Bab 141 - Si Kharismatik Charlie Wade

Tidak ada seorang pun di rumah, Elaine masih bermain kartu dan Claire belum kembali dari kantor.

Charlie kembali ke kamarnya dan memperhatikan kayu pemberian dari Jasmine Moore.

Ia bisa merasakan Reiki yang kuat berasal dari kayu tersebut.

Dengan duduk bersila, Charlie menempatkan kayu tersebut di telapak tangannya, memejamkan mata dan menggunakan kekuatan pikiran seperti yang tertulis di Buku Apokaliptik, dan secara perlahan menyerap Reiki ke dalam tubuhnya.

Ketika dia membuka matanya, dia merasakan matanya bersinar dan lebih tajam, aura dari tubuhnya mengalami perubahan yang sangat besar.

Sedangkan, kayu darah naga yang tersambar petir berubah menjadi sedikit redup.

Walaupun telah kehilangan Reiki-nya, kayu itu masih memiliki daya tarik yang kuat, dan hal itu membuktikan bahwa kayu itu merupakan benda berharga.

Jika dia memiliki benda yang bersifat ajaib, maka dia bisa menggunakannya untuk merestorasi artefak ajaib juga.

Hari sudah malam ketika dia keluar dari kamarnya.

Ketika dia sampai di ruang tamu, Elaine membentaknya. "Oh, orang penting, sekarang kamu jadi sombong, bahkan kamu tidak mau masak makan malam dan mengharapkan aku untuk melayanimu, hah?"

Charlie tersenyum dan berkata, "Maaf, Bu, aku kecapekan dan tertidur."

"Oh, kecapekan karena kamu pergi ke pelelangan, atau karena kamu menjebak Harold?" Elaine bicara dengan ketus. Charlie tampak kebingungan, kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku tidak menjebak Harold, apa yang Ibu bicarakan..."

Elaine melanjutkan kemarahannya, "Nyonya Wilson menghubungiku! Sudah cukup kamu mempermalukan dirimu sendiri, tapi karena kamu telah membuat Harold diusir dari pelelangan! Nenek meneleponku dan memarahiku! Hei, Pecundang, bisakah kamu diam dan tidak menyebabkan masalah bagi kami?"

Claire menyela, "Ibu, aku pikir Harold pasti sudah melakukan sesuatu sehingga dia diusir ke luar, dan itu bukan urusan Charlie."

"Apa maksudmu bukan urusannya?" Elaine membanting sendok dan garpunya. "Begitu Harold tiba di rumah, dia memberitahu kalau Charlie mendapatkan undangan dengan cara yang tidak baik. Perhimpunan Benda Berharga mengetahuinya dan mereka marah. Dan sebagai anggota keluarga Wilson, Harold juga dikeluarkan! Bahkan, Presiden tempat itu memberitahukan bahwa keluarga Wilson tidak akan diizinkan masuk ke sana. Dan mereka akan mematahkan kaki kita, kalau kita tetap ke sana! Tamatlah keluarga Wilson!"

Jacob menjawab, "Huh! Kartu undangan kami asli. Aku pikir, Harold pasti menyebabkan suatu masalah dan menyalahkan Charlie, karena tidak ingin Ibu menghukumnya..."

"Kamu berani berpihak kepadanya. Huh! Jika bukan karena kamu yang ingin pergi ke pelelangan itu, apakah semua ini akan terjadi?" Elaine menatap tajam ke arah Jacob, dan membuat Jacob menunduk dan terdiam.

Elaine melanjutkan. "Dia hanyalah seorang pecundang, bagaimana bisa dia mendapatkan undangan itu? Sekarang, dia telah menyinggung Harold, aku ingin lihat bagaimana dia akan mengatasinya..."

Sebelum Elaine menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara ketukan di pintu yang diikuti oleh sebuah suara.

"Permisi, apakah Tuan Wade ada di rumah?"

Wajah Elaine berubah, menjadi penasaran. Dia menatap Charlie dan berkata. "Oh tidak, itu pasti Nyonya Wilson! Dia pasti mengutus seseorang untuk menyelidikimu! Lihatlah, apa yang baru saja kamu lakukan!"

"Ayo, kita lihat siapa di depan?" Claire tampak serius saat ia beranjak dan berjalan ke arah pintu.

Ruang tamu menjadi hening seperti sedang berada di gereja. Elaine dan Jacob tampak gugup, memikirkan bagaimana untuk mengatasi masalah ini.

Sementara itu, Charlie tampak sangat kesal, jika memang benar Nyonya Wilson memutar-balikkan fakta, maka ia tidak akan menunjukkan belas kasihan lagi kepada Nyonya Wilson!

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel