Bab 99 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Keesokan harinya adalah akhir pekan.

Jacob memaksa Charlie keluar dari rumah dan mereka berkendara menuju Jalan Antik di pagi hari.

Pria tua itu terlihat sangat segar dan bersemangat, dan ketika mereka keluar dari mobil, Jacob melambaikan tangan ke Charlie sambil berbicara, "Ke sini! Mari aku tunjukan bagaimana cara aku memilih barang yang bagus!"

Setelah itu, keduanya mulai berjalan menyusuri Jalan Antik.

Charlie harus berjalan dengan cepat untuk mengejar Jacob. Terlepas dari itu, dia terus melihat sekelilingnya saat dia berjalan di sepanjang jalan itu.

Karena sekarang akhir pekan, ada banyak orang di Jalan Antik dibandingkan hari biasanya.

Jalan Antik sangat padat di kedua sisi jalan karena banyak pedagang yang keluar untuk mendirikan kios mereka selama akhir pekan, sehingga seluruh jalan sangat padat.

Banyak pedagang yang meletakkan lembaran plastik di tanah saat mereka menyambut tamu dan pelanggan untuk memeriksa berbagai macam barang antik dan giok yang ditempatkan di tanah.

Charlie melihat sekeliling dengan santai dan menyadari bahwa hampir tidak ada barang asli di pasar itu. Faktanya, sebagian besar pedagang di sini mendirikan kios mereka untuk menipu orang awam, turis dan orang asing.

Sebagian besar turis yang membeli barang antik tidak tahu nilai dari barang-barang itu, dan mereka sering menyeringai ketika memegang barang imitasi itu di tangan mereka, berpikir kalau mereka mendapatkan penawaran yang bagus.

"Ke sini!"

Jacob berhenti di kios kecil, dan wajahnya dipenuhi dengan kegembiraan dan harapan.

Beberapa turis berdiri di sekitar kios saat itu, melihat berbagai macam barang antik. Jacob dengan cepat bergabung di kerumunan karena dia takut bahwa dia akan kehilangan tawaran menarik.

Charlie mengamati sekeliling kios dengan baik. Kios itu tidak lebih dari selembar kertas minyak yang telah dilebarkan di tanah dengan beberapa lusin barang antik bernoda lumpur diletakkan di atasnya. Ada kuda biru dan putih, beberapa koin tembaga, beberapa cangkir anggur, gelang giok, dan lukisan kaligrafi yang menguning.

Meskipun ada serangkaian barang-barang yang mempesona, Charlie bisa bilang kalau itu semua palsu dengan hanya melihatnya sekilas saja.

Pemilik kios itu kurus dan berkulit gelap memakai pakaian sederhana dan kaos santai berwarna biru tua. Rambutnya sangat berminyak dan acak-acakan, tetapi, dia memiliki penampilan yang lugas dan jujur.

"Lihat ini!" Jacob berkata kepada Charlie dengan semangat ketika menunjuk botol berwarna-warni dengan mulut terbuka. Dia kemudian berkata dengan pelan, "Ini adalah botol anggur yang akan melengkapi cangkir celadonku! Jika hari ini aku membeli botol anggur ini, aku bisa melengkapi set cangkir celadon sehingga harganya bisa dua kali lipat!"

Charlie memperhatikan botol anggur itu sebelum meletakkannya kembali dan menoleh ke pemilik kios itu.

"Berapa harganya?"

Pemilik kios menatap botol anggur itu lalu menjawab, "Oh, Ayahku bilang bahwa aku hanya boleh menjualnya dengan harga setidaknya $20.000 dan tidak bisa kurang satu sen pun!"

Jacob hampir tertawa terbahak-bahak ketika mendengar harga botol anggur itu. Selanjutnya, dia dengan cepat berkata kepada Charlie, "Pemilik kios itu bahkan tidak tahu nilai dari barang antik yang dia jual! Ayo cepat dan beli itu sebelum orang lain yang membelinya."

Setelah selesai berbicara, Jacob segera mengeluarkan uang dari sakunya.

Pada saat ini, Charlie dengan cepat menghentikan Jacob lalu dia tersenyum dan berkata, "Ayah, benda ini sudah jelas nilainya bukan $20.000. Kita tidak akan membelinya."

"Apa?" Jacob tercengang. "Lalu... menurutmu berapa nilainya?"

Charlie mengulurkan tangannya lalu bertanya ke pemilik kios. "Nilainya."

"$5.000?" Orang itu bertanya ketika melihat Charlie.

Charlie menggelengkan kepalanya. "Bukan. Paling mahal setidaknya $50."

Pemilik kios itu terbelalak menatap Charlie seolah-olah dia melihat alien sebelum tiba-tiba dia berteriak, "Kamu bahkan tidak tahu nilai barang antik? Ini adalah barang antik yang ditinggalkan oleh Kakekku! Ini adalah harta karun langka yang tidak akan kamu dapatkan di mana pun hari ini. Kamu mencoba menindasku hanya karena aku bukan berasal dari kota ini?!"

Jacob menjadi gelisah dan mencoba menghentikan Charlie yang menantang pemilik kios itu. "Charlie, jangan bicara omong kosong. Kamu mengganggu bisnisnya."

Charlie tersenyum sebelum mengangkat botol anggur itu dan memutarnya. Setelah itu, dia membersihkan noda lumpur kuning yang menempel dari bagian bawah botol anggur dengan tangannya dan menunjuk kata-kata di bagian dasar botol itu. "Ayah, lihat ini."

Kata-kata itu terlihat sangat kecil dan orang awam tidak akan memperhatikan itu jika Charlie tidak menunjukkannya. Ada beberapa kata yang tertulis dengan Bahasa Inggris di bagian dasar botol.

"Made in China."

Jacob sangat terkejut dan diam di tempat untuk beberapa saat, kehilangan kata-kata.

Setelah beberapa saat, dia kembali sadar dan wajahnya memerah ketika dia berteriak dan menunjuk jarinya ke arah pemilik kios itu.

"Kamu... kamu penipu!"

Charlie mengambil botol anggur itu dan menggoyangkannya di depan pemilik kios sebelum berkata, "Pabriknya tidak akan terang-terangan mengizinkan penjualan barang antik palsu, dan itulah alasannya mengapa mereka mencetak tulisan ini. Kamu cukup pintar menutupinya dengan lumpur. Apakah kamu sekarang masih ingin menjualnya seharga $30.000?"

"Itu..."

Pemilik kios terkejut untuk beberapa saat sebelum dia tersenyum pasrah.

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel