Bab 95 - Si Kharismatik Charlie Wade

"Pastinya! Ngomong saja isi kepalamu!" Quilt terkekeh. "Saya  pun mau memperhatikan gimana sobat seorang pembohong berdusta pada orang lain!"

Charlie mengangkat pundaknya. "Saya  nggak mau memaparkannya pada kalian semua, namun kalau kalian memaksa, hendak menjadi nggak sopan bagiku untuk mengesampingkan kalian."

"Memaparkan? Jadi, maksudmu kita melupakan sesuatu?" Matthew Gibson yang rilex tertawa.

Charlie menatap ke arahnya dan tertawa. "Ia ialah yang paling dungu di antara kalian..."

"Sobat ingin meninggal iya, anak sialan?" Matthew amat murka."

Giok ini pastinya absah, jangan salah mengerti." Charlie lalu menambahkan, "Tetapi, giok ini bkan giok Meliki darah dari Dinasti Zhou, ataupun yang diberkati oleh biksu yang kuat. Ini sebatas batu permata nefrit yang poinnya paling tinggi cuma sekeliling $30.000."

"Omong kosong. Apakah sobat tak bisa memperhatikan giok ini memiliki warna merah!?"

Charlie melanjutkan seakan ia nggak pernah merasa terganggu. "Warna merah dari giok itu sebab dirusak oleh mineral kalium permanganat. Apakah sobat pikir giok itu amat disiram dengan darah biksu yang kuat?"

"Gimana dengan aura hangat yang baru saja menyebar?" Graham bertanya, alisnya mengerut minim.

Charlie menggelengkan kepalanya. "Benda kecil ini nggak mempunyai tenaga sebuah itu. Seseorang cuma butuh menjenuhkan giok itu dari African Gholag Weed semasa separuh tahun untuk dapat memperoleh pengaruh semisal itu. Ditambah lagi, itu bkan radiasi aura, itu cuma halusinasi yang diakibatkan oleh obat. Ini amat gampang untuk menunjukkannya. Kalian cuma butuh membakar giok ini."

"Sobat, anak sialan! Bernyali besarnya sobat berbincang-bincang kebohongan semisal itu!" Seorang lelaki meninju meja dan berdiri.

Ekspresi Travis menjadi kelam saat menatap lelaki gempal itu. "Jika begitu, mengapa sobat nggak cobanya?"

Lelaki gempal itu mulai berkeringat. "Apa maksudmu dengan 'cobanya'? Anak sialan ini jelas-jelas berdusta! Mengapa kalian semua yakin dengan cakap hampanya?!"

Graham nggak sabaaaaar mengetuk jarinya. "Kalau giok itu masuk menyebarkan aura hangat sesudah terbakar, saya  hendak lekas membelinya darimu. Akan tetapi, kalau pengaruhnya menghilang, sobat tau apa yang hendak terjadi terhadapmu... Walaupun Quintons tengah menemui sejumlah problem ketika ini, kita nggak hendak memperkenankan sapa juga menginjak-injak kita!"

Jasmine mengangguk sepakat. "Kalau apa yang dikatakan Tuan Wade salah, melaksanakan uji mencoba itu semestinya nggak problem. Lagi pula, giok nggak hendak terbakar. Akan tetapi, kalau apa yang dikatakannya ialah bener, sobat seharusnya mengemukakan pada kita semua!"

Lelaki gempal itu kini kepanikan, peluh dingin membasahi keningnya yang berlemak. Ketiga family ini adalah family yang nggak semestinya ia bagi murka. Ia sepakat mengontrol ini semua cuma sebab Quilt hendak terdapat di sana untuk memastikan Jasmine. Lalu, mreka hendak sharing duit hasil membohongi. Akan tetapi, ia nggak menduga Charlie Wade mengungkap ini semua!

Faktanya, Charlie sesungguhnya nggak milik pertanda apa juga untuk mengukur giok. Akan tetapi, dapat mengungkap problem dalam giok disebabkan buku apokaliptik. Ia nggak tau mengapa, namun respon itu dateng begitu saja di kepalanya secara alamiah saat ia memperhatikan giok itu.

Menyadari bahwa lelaki gempal itu nggak menuturkan apa juga, Charlie menyeringai. "Oke? Apakah sobat merasa bersalah? Mengapa sobat nggak membela diri?"

Lelaki gempal itu menjadi pucat, oleh sebab itu ia menolak untuk berbincang-bincang tentang melaksanakan uji mencoba pembakaran. 

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel