Bab 94 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Pria gemuk itu menatap Travis sebelum meletakkan kotak kayu sederhana di meja bundar itu. Di dalam kotak itu terdapat giok berwarna merah tua, sepertinya memang harta karun kuno. Tak lama setelah kotak terbuka, semua orang yang hadir merasa seolah-olah lobi dipenuhi dengan energi yang hangat.

Mata semua orang terbelalak.

Jasmine menoleh ke Quilt. "Paman Quilt, bagaimana menurutmu?"

Quilt menatap giok itu dan mengangguk. "Aku rasa ini sungguhan, terlihat seperti Berdarah. Giok ini berasal dari dinasti Zhou. Giok ini juga diberkati oleh biksu yang sangat kuat!"

Jasmine mengangguk dan kemudian menoleh ke Charlie. "Bagaimana menurutmu, Tuan Wade?"

Charlie, di lain pihak, cemberut jijik. "Ini palsu..."

Quilt melotot ke arah Charlie. "Kamu hanya seorang bocah, siapa yang memberimu hak untuk menunjukkan gigimu di depan banyak orang?"

Matthew Gibson, orang tua yang duduk di sebelah Travis, membuka matanya dan menatap sepotong giok itu. "Boleh aku memegangnya?"

Pria gemuk itu tertawa dingin. "Tuan Gibson, Anda bercanda? Bukankah Anda mengerti peraturan dari penilaian? Giok ini tidak boleh disentuh, apalagi giok Berdarah ini dari dinasti Zhou. Bagaimana, jika giok ini rusak?"

Terkejut, Mattrew tersentak. "Ah, mohon maaf atas kecerobohanku..." Kemudian dia membungkuk dan mengamati giok itu. Menutup matanya sekali lagi, dia kemudian mengangguk. "Aku tidak bisa mengatakan dengan pasti apakah giok ini berasal dari dinasti Zhou, tetapi aku bisa meyakinkan kalian bahwa rumor tentang giok bisa mengatur geomansi dan juga menenangkan jiwa itu benar."

Setelah mendengar kalimat ini, semua orang merasa bersemangat. Bagi mereka, sejarah dari sepotong giok ini tidak begitu penting. Apa yang bisa dilakukan oleh giok itu lebih penting bagi mereka.

Quilt tersenyum. "Tuan Gibson memiliki mata yang tajam, tidak seperti dia yang tidak berpengalaman dan palsu."

Ketika mendengar itu, Jasmine merasa sedikit kecewa dengan Charlie. Charlie sepertinya memang masih terlalu muda untuk pekerjaan penting. Meskipun dia cukup terampil dalam merestorasi barang antik, dia sudah jelas tidak memiliki pengalaman dibandingkan dengan pria tua itu.

Charlie memutuskan tidak ikut campur dengan hal ini. Sudah jelas bahwa mereka semua bersedia untuk ditipu, dan dia tidak ingin terlalu banyak bicara.

Pria tua itu kemudian menutup kotak itu setelah penilaian dan tersenyum. "Baiklah, karena giok ini sudah dinilai, bukankah ini saatnya untuk pelelangan?"

Graham segera merespon, "Aku akan mengajukan penawaran $1 miliar..."

"$1 miliar tiga ribu." Travis menawar. Pria gemuk itu memperhatikan Jasmine yang belum membuat penawaran, dan kemudian, dia bertanya, "Bagaimana dengan Nona Moore?"

Menyadari Jasmine masih ragu, Quilt berbisik di telinganya. "Nona, ini benar-benar harta karun yang sangat langka untuk ditemukan. Giok ini bernilai $3 miliar. Jika Anda berhasil mendapatkannya dengan dua miliar, keuntungannya melebihi harganya!"

Jasmine hampir saja tergoda, tapi kemudian, dia berbalik ke Charlie. Ekspresi Charlie tetap tenang, hampir seperti dia tidak peduli dengan dunia ini, dan ini membuatnya semakin ragu.

Quilt menatap dingin ke Charlie, mengetahui bahwa Jasmine di bawah pengaruh Charlie, membuat Jasmine belum menentukan tawarannya. Maka, dia mengusulkan, "Baiklah, karena Tuan Wade sebelumnya mengatakan bahwa giok ini palsu. Aku ingin tahu, bagaimana dia menyimpulkannya. Ayo, kita dengarkan penjelasannya!"

Dia tahu kalau Charlie mencoba untuk menggertak dengan cara ini, Jasmine akan menyadari bahwa dia hanya berpura-pura dan kemudian Jasmine akan membuat tawaran tanpa ragu lagi.

Yang lainnya juga menggerutu tidak senang, "Dia hanya bocah yang tidak berguna, apa yang dia tahu..."

"Ya, siapa yang memberinya hak untuk membual seperti itu?"

"Jika kalian tidak tertarik, jangan buang waktu kalian."

Menghadapi hinaan dari semua orang, Charlie menatap Quilt dengan geli. "Apakah Anda yakin ingin aku menjelaskannya?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel