Bab 89 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Lawson tidak menyangka bahwa dengan mengakui kesalahannya tidaklah berguna. Dia akhirnya pingsan karena terkejut, tetapi, rasa sakit akibat pukulan itu membangunkannya beberapa detik.

"Ah!!!" Lawson tidak pernah menyangka akan mengalami penderitaan ini di sepanjang hidupnya.

Air mata mengalir di wajah keriputnya ketika dia menangis putus asa, "Tuan Wade, ini semua salahku! Aku tidak akan pernah mengabaikan kesalahannya lagi, aku tidak akan membiarkan dia melakukan perbuatan jahat lagi."

Jijik, Charlie berkata, "Baiklah, Anda memang pandai melemparkan kesalahanmu ke orang lain?"

Kalimat ini sudah cukup membuat punggung Lawson Lewis merinding.

Charlie kemudian bertanya, "Lawson Lewis! Terkait dengan $10.000 yang telah diinvestasikan oleh saudaraku di restoranmu, kenapa Anda menolak untuk mengembalikannya? Kenapa Anda mengatakan itu sebagai hadiah?"

Wajah Lawson langsung pucat, dan dia mencoba untuk menjelaskan. "Aku salah, aku salah telah melakukan itu! Aku serakah, dan aku tidak tahu malu, aku minta maaf!"

Kemudian dia melihat ke arah Douglas, yang sedang marah. Lawson memohon, "Douglas, aku buta karena serakah. Jangan khawatir, aku akan mengembalikan $10.000 kepadamu, tolong katakan kepada Tuan Wade untuk melepaskan aku! Tulang tuaku sudah tidak bisa menahannya lagi..."

Charlie menatap Douglas. "Apakah kamu akan menolongnya?"

Douglas segera menggelengkan kepalanya. "Tidak! Aku tidak akan menolong siapa pun di sini!"

"Baiklah!" Dengan senang Charlie mengangguk. "Itu baru laki-laki!"

Charlie menoleh ke Lawson yang tenggelam dalam keputusasaan. "Anda bukan saja ayah yang buruk, tetapi Anda juga mencoba mengambil semua tabungan saudaraku. Apa bedanya kamu dengan pencuri rendahan?"

Lawson menangis dan tersedak dengan kata-katanya. "Tuan Wade, aku memang bajingan! Aku bukan manusia! Aku seharusnya ke neraka! Tolong lepaskan aku, aku mohon! Aku memohon kepadamu! Aku akan lakukan apa pun! Aku akan memanggilmu Bos! Bos Wade, tolong lepaskan aku!"

Charlie tertawa dingin. "Melepaskanmu? Hah! Mimpi, dasar bajingan jelek!"

Setelah itu, dia menoleh ke Bill. "Hancurkan tangan kanannya! Lihatlah apakah dia masih bisa mencuri dari orang lain setelah ini!"

Putus asa, Lawson menangis keras, "Tidak, Tuan Wade! Aku mohoh, jangan..."

Bill memukul tangan Lawson dengan sekali ayun."

Ah, tanganku... tanganku!!!" Lawson berteriak.

Charlie menoleh ke Bill. "Bungkam dia dan lempar ke samping!"

"Baik, Tuan!" Bill menyumpal mulut Lawson dengan gumpalan kain kasa dan melemparnya ke sebelah Zazpi.

Lily berada di ambang kegilaan, begitu juga dengan Jerome.

Ayah Jerome, Dylan Hunt, juga ikutan gila! Dia berbalik ke Jerome dan menamparnya dengan marah. "Kamu benar-benar sampah! Siapa yang menyuruhmu untuk berhubungan intim dengan perempuan lain! Kenapa kamu melibatkan aku ke sini!"

Charlie menyeringai. "Kenapa? Apakah Anda tidak tahu bahwa anakmu telah berhubungan intim dengan tunangan saudaraku? Apakah Anda benar-benar ayahnya?"

Merasa ketakutan, Dylan menangis, benar-benar tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan itu. Lawson merupakan contoh yang paling sempurna untuk nasibnya akan seperti apa.

Jika dia tahu, maka kaki kanannya akan hancur, jika dia tidak tahu, maka kaki kirinya yang akan lumpuh...

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel