Bab 87 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Ketika suara bergema di seluruh ruangan, Don Albert, diikuti oleh Bill dan beberapa orang bawahannya, memasuki ruangan.

Ketika masuk, dia memerintahkan Bill, "Tutup pintu, jangan biarkan orang lain masuk ke ruangan ini!"

Bill mengangguk. "Baik, Don Albert!"

Zazpi menatap Don Albert, masih terkejut. Seolah-olah otaknya korslet.

Dia Don Albert Rhodes!

Pemimpin dunia hitam di Aurous Hill!

Zazpi hanyalah pemimpin di salah satu daerah. Tetapi, Don Albert adalah pemimpin di semua daerah! Semua orang di kota ini tahu Don Albert memiliki kekuatan yang tinggi!

Dia tidak pernah menyangka bisa bertemu dengan Don Albert hanya karena dia diminta mengurus masalah kecil untuk Jerome!

Jerome tidak tahu siapa Don Albert, tetapi, melihat bagaimana Zazpi terkejut, dia mengerutkan alisnya. "Zaz, apa yang sedang terjadi? Siapa pria tua ini?"

Setelah mendengar kalimat itu, Zazpi begitu ketakutan tubuhnya mulai gemetaran.

Beberapa detik kemudian, Zazpi menjambak rambut Jerome dan memukul wajahnya sampai ke lantai, kemudian terdengar suara patah hidung karena pukulan itu. Darah mengalir dari hidung Jerome, Zazpi menggertakkan giginya dan berteriak, "Jika kamu mau mati, Hunt, jangan libatkan aku! Dia adalah Don Albert!"

"Apa?!" Jerome sangat terkejut.

Don Albert?!

Pemimpin dunia hitam Aurous Hill?!

Kenapa dia di sini?!

Don Albert mendekati mereka dengan ekspresi suram dan menendang selangkangan Zazpi. Rasa sakit yang luar biasa menjalar ke seluruh tubuh Zazpi, memaksanya berlutut ke lantai, wajahnya perlahan memucat.

Don Albert menatapnya dan berkata dingin, "Kamu yang memintanya, iya kan? Beraninya kamu membuat marah Tuan Wade?"

Dia berbalik ke Charlie dan membungkuk dengan penuh hormat dan meminta maaf. "Maafkan, saya terlambat, Tuan Wade. Mohon, hukum saya!"

Setelah melihat sikap penuh hormat Don Albert kepada Charlie, semua orang ternganga. Jerome akhirnya sadar bahwa dia telah membuat marah seseorang yang sangat berpengaruh, dan tubuhnya mulai gemetaran.

Charlie mengangguk sebelum menoleh ke Zappi. "Kamu kenal pria ini?"

Don Albert menjawab, "Ya. Dia adalah salah satu pemimpin kecil di daerah, tetapi dia sudah berani membuat Tuan Wade marah. Berikan saja perintah bagaimana saya harus menghukumnya, Tuan Wade! Kami akan melakukan apa pun yang Anda katakan!"

Charlie mengangguk. "Penguasa macam apa itu. Dia bilang, dia akan membuatku lumpuh begitu dia masuk ke ruangan ini. Sungguh orang yang sangat berbahaya untuk masyarakat. Aku perintahkan, kita harus mematahkan kakinya agar dia membutuhkan kursi roda mulai sekarang."

Roh Zazpi seakan meninggalkan tubuhnya. Dia adalah pria yang terbiasa menggunakan kakinya untuk bertahan hidup dengan cara bertarung. Jika dia lumpuh, bagaimana dia bisa menjadi pemimpin di daerah ini? Bukankah itu berarti semua berakhir baginya?

Zazpi berlutut di lantai dan merangkak ke Charlie dengan lututnya. Dia menangis, "Tuan Wade, ini semua salah saya! Mohon berikan saya kesempatan lagi! Saya tidak akan pernah menantang Anda lagi!"

Charlie menatap dengan dingin. "Aku sudah memberimu kesempatan kedua. Kamu sendiri yang menolak tawaranku."

Zazpi ingat bahwa Charlie sudah mengatakan itu tadi.

'Berlutut dan aku akan mempertimbangkan untuk memaafkanmu...'

Dia pikir itu hanyalah omong kosong, tetapi sekarang, dia sadar bahwa orang yang mencari mati bukanlah Charlie... tetapi dirinya sendiri!

Merasa takut karena hidupnya terancam, Zazpi merendahkan diri di kaki Charlie dan menangis, "Tuan Wade, tolong berikan saya kesempatan sekali lagi, mohon ampuni saya!"

Charlie tidak menghiraukan permohonannya dan menoleh ke Don Albert. "Apa lagi yang kalian tunggu? Kita tidak punya waktu seharian, iya kan?"

Don Albert menegang dan segera memberi perintah ke bawahannya, "Kalian semua! Segera hancurkan kakinya!"

Tanpa peringatan, beberapa orang segera ke arah Zazpi dan menekannya ke lantai.


Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel