Bab 86 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Charlie kemudian mengirimkan pesan ke Isaac Cameron dari Shangri-La: [Siapa Jerome Hunt?]

Isaac segera menjawab: [Keluarganya memiliki bisnis, mereka banyak bergelut di industri giok. Mereka membeli saham dan menaruhnya untuk lelang. Kekuatan dia di area ini seperti yang orang-orang katakan. Kenapa Anda menanyakan itu? Apakah dia membuat Anda marah?]

Charlie menjawab: [Ya. Aku sudah meminta Albert untuk mengurus ini. Tetapi, aku butuh kamu melakukan sesuatu untukku.]

Isaac menjawab: [Siap, Tuan Muda!]

Charlie memerintahkan: [Aku ingin kamu membawa Ayah Jerome ke Rumah Sakit. Oh, dan orang tua yang ahli menilai barang antik, namanya Lewis Rhys. Bawa mereka ke hadapanku.]

Isaac menjawab: [Baik, Tuan Muda, saya akan segera membawa mereka!]

Charlie kemudian menjawab: [Jangan kamu yang ke sini, suruh saja orang lain untuk melakukan itu. Aku tidak ingin orang tahu bahwa kita saling kenal.]

Pesan lain muncul dari Isaac di ponselnya: [Baik kalau begitu, Tuan Muda. Apakah mereka perlu diberi pelajaran?]

Charlie membalas kembali: [Pertama, beri mereka beberapa pukulan, kemudian ikat mereka dan antar ke sini.]

Isaac segera membalas: [Ya, Tuan Muda! Saya akan segera minta beberapa orang melakukan perintah Anda!]

Charlie memasukkan ponselnya ke dalam sakunya, menoleh ke Jerome dan Lily, berbicara dengan nada dingin. "Orang tua harus disalahkan atas kesalahan anak-anak mereka. Aku akan membawa Ayah kalian ke sini, ayo kita lihat apa yang mereka akan katakan tentang perilaku kalian!"

Ekspresi Jerome menjadi suram. "Aku menyarankanmu untuk tidak melebihi batas, berengsek, kalau tidak kamu akan berakhir mati di selokan saat anak buahku tiba!"

Charlie terbahak. "Sebaiknya cepatlah, aku sudah tidak sabar."

Saat Jerome akan berteriak ke arah Charlie, pintu kamar terbuka lebar dan terlihat seorang pria berwajah seperti sapi gemuk yang di belakangnya ada delapan orang berdiri.

Setelah melihat Zazpi, Jerome segera menunjuk ke arah Charlie. "Zaz, dia si berengsek itu! Beri dia pelajaran!"

Pria bernama Zazpi mengerutkan alisnya, berbicara dengan nada dingin. "Jadi, kamu yang membuat marah saudaraku?"

Charlie tersenyum dingin dan mengangguk. "Memangnya kenapa? Apakah kamu akan menghajarku seperti apa yang dia minta kepadamu?"

Kebingungan, Zazpi menatap Charlie. Sepertinya wajahnya tidak asing. Dia belum pernah melihat Charlie sebelumnya apalagi tahu tentang dia, maka, dia tidak mengerti kenapa Charlie tidak merasa takut padanya.

Setelah terdiam beberapa saat, Zazpi kemudian bertanya, "Hei berengsek, dari mana asalmu?"

Charlie menjawab singkat, "Aku dari rumah."

Jerome kemudian menambahkan, "Zaz, dia ini si berengsek yang menyukai wanita lebih tua. Dia di hidupi seorang wanita!"

Selanjutnya, Jerome berbisik ke kuping Zazpi, "Zaz, si berengsek ini tidak punya keluarga, jadi kamu bisa menghajarnya sesukamu. Jika terjadi sesuatu, aku yang akan bertanggung jawab."

"Pecinta wanita yang lebih tua?" Zazpi tertawa sarkas. "Tentu saja! Ayo, kita lihat apakah dia masih bisa hidup dari wanita itu setelah aku hancurkan penisnya!"

Tanpa menunggu jawaban dari Charlie, Zazpi memberi isyarat kepada anak buahnya. "Bunuh si berengsek sialan ini!"

Jerome menyeringai ke arah Charlie. "Hei, Wade, ada kata terakhir?"

Charlie tidak memperdulikan dia, justru menatap Zazpi dan akhirnya berbicara dengan dingin, "Berlututlah dan aku akan mempertimbangkan untuk memaafkanmu."

Terkejut, Zazpi menggaruk lubang telinganya dan mengerutkan alis. "Kamu bilang apa? Ulangi lagi dan aku berjanji akan membunuhmu dengan cepat!"

Pada saat itu, suara teriakan keras dari luar terdengar. "Zaz, Tuan Wade memintamu untuk berlutut, apakah kamu tuli?"

Zazpi terkejut. Don Albert datang!

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel