Bab 85 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Jerome segera menekan nomor di ponselnya dan berteriak, "Zaz, aku di RS Silverwing sekarang. Ajak beberapa anak buahmu, kita harus membunuh seorang bajingan!"

Charlie tidak menelepon siapa pun. Akan tetapi, dia mengirimkan pesan ke Albert Rhodes [Datang ke RS Silverwing, seseorang mencoba membunuhku.]

Don Albert segera menelepon Charlie.

"Tuan Wade, siapa bajingan itu?"

Charlie menjawab singkat, "Berhenti bicara, cepat datang ke sini."

Don Albert menjawab, "Jangan khawatir, Tuan Wade. Saya akan tiba dalam beberapa menit."

Ketika Jerome sadar Charlie sedang berbicara di telepon, dia mengejek. "Hah, jangan bilang kamu meminta bantuan orang lain untuk ke sini. Bercanda!"

Charlie tidak menghiraukan ucapannya dan tersenyum. "Seperti yang aku bilang tadi, kalian berdua akan mati dengan mengenaskan."

Jerome tertawa dengan keras sambil berpikir bahwa dia baru saja mendengar lelucon paling lucu di Bumi ini. "Kamu kira siapa kamu? Tidak ada seorang pun di Aurous Hill berani menantangku!"

Douglas, berusaha bangun dari tempat tidurnya, panik dan berkata, "Charlie, pergilah. Kamu tidak bisa menang dari bajingan ini, jangan lakukan itu."

Charlie berjalan menuju Douglas dan menahannya di tempat tidur. "Berbaringlah."

Masih dengan panik, Douglas memaksa, "Kamu tidak tahu seberapa kuatnya dia! Keluarganya sangat terkenal di Aurous Hill..."

Charlie mengupas jeruk mandarin dan memasukan sepotong ke mulut Douglas. "Tidak ada seorang pun yang aku tidak berani menantangnya."

Lily tertawa. "Benarkah? Kamu pembohong! Kamu bahkan tidak tahu siapa yang kamu lawan?"

Charlie menyela sebelum Lily melanjutkan. "Aku tidak peduli siapa dia, aku hanya tahu dia akan menjadi lumpuh di sisa hidupnya!"

Charlie terdiam sebentar sebelum melanjutkan, "Oh tunggu, nasibmu juga akan sama seperti dia!"

Ekspresi Lily segera berubah menjadi suram. "Baiklah! Jika kamu memang sangat ingin mati, tunggu saja!"

Charlie kemudian menoleh kepada Douglas. "Apakah kamu sudah melaporkannya ke ayahnya, Lewis Rhys, tentang ini?"

"Ya," Douglas menjawab. "Aku sudah meneleponnya."

Charlie mengangguk. "Lalu, apa yang dia katakan?"

Douglas mengerutkan alisnya. "Dia bilang ini bukan urusannya! Dia hanya cari alasan, agar aku tidak mencarinya lagi!"

Charlie melanjutkan lebih jauh lagi. "Bagaimana dengan $10.000 yang telah kamu investasikan di restoran itu? Apakah kamu memintanya untuk mengembalikannya?"

"Aku sudah memintanya!" Douglas merasa semakin frustasi dan menggertakkan giginya. "Orang tua sialan itu... dia bilang uang itu bukan investasi, uang itu adalah hadiah dari calon menantunya! Dia bilang aku tidak berhak mendapatkan kembali uang itu, jadi dia tidak akan mengembalikannya kepadaku!"

"Berani-beraninya!" Charlie merasa jengkel. "Tidak heran, dia punya anak perempuan seperti pelacur, jika melihat dia seperti sampah di Bumi ini!"

"Apa yang baru saja kamu katakan, Charlie?" Marah, Lily berteriak, "Beraninya kamu menjelekkan Ayahku! Kematianmu sudah dekat, jika kamu tidak menjaga mulutmu!"

Lily kemudian menempel kepada Jerome dan memohon, "Jerome sayang, lihat apa yang dia katakan tentang Ayahku! Hajar dia untukku!"

Tubuh Jerome tidak tinggi, juga tidak tegap. Dia setidaknya setengah kaki lebih pendek dari Charlie, dan ditambah lagi, Charlie mengerjakan segalanya sendiri di rumah, bahkan dia menjalani gaya hidup sehat. Jika Jerome bertarung dengan Charlie, sudah jelas siapa yang akan menang.

Tidak hanya itu, Ayah Charlie juga telah mengajarinya Wing Chun sejak dia masih kecil. Bahkan, setelah kedua orang tuanya meninggal, dia tidak pernah melewatkan sehari pun untuk berlatih di panti asuhan. Itu karena semakin dia banyak berlatih, maka tidak ada seorang pun di panti asuhan yang berani menindasnya.

Maka dari itu, jika mereka terlibat pertarungan, Jerome sudah jelas tidak punya kesempatan menang. Bahkan, jika ada 5 orang Jerome, Charlie akan memenangkan pertarungan dengan mudah.

Jerome menyadari situasi yang dia hadapi. Dia tahu, jika dia bertarung dengan Charlie sekarang, kekalahan sedang menunggunya. Maka dari itu, dia menggenggam tangan Lily dan menenangkannya. "Jangan khawatir, sayang. Zaz sedang dalam perjalanan ke sini dengan anak buahnya. Ketika dia sampai, kita akan membuatnya mati di selokan!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel