Bab 84 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Lily mengerut. "Hentikan omong kosong ini. Restoran itu tidak ada hubungannya denganmu. Jangan pernah berharap aku akan membayarmu, bahkan untuk sepeser pun! Lukisan itu milik restoran, jika kamu tidak menyerahkan kepada kami sekarang, aku akan menelepon polisi dan melaporkanmu karena mencuri!"

Jerome yang berdiri di samping Lily, juga mengejek. "Dengar baik-baik, bocah kecil. Aku beri saran padamu untuk bekerjasama dengan kami. Koneksiku di Aurous Hill bukanlah sesuatu yang bisa kamu tantang sekarang, iya kan? Jika kamu tidak menyerahkan lukisan itu, aku hanya perlu membayar pusat birokrasi keamanan dan mereka akan segera memenjarakanmu! Dengan nilai itu, kamu akan dihukum setidaknya 10 tahun penjara!"

Air mata Douglas mengalir seperti hujan, dia bertanya kepada Lily, "Aku telah berbuat baik kepadamu beberapa tahun terakhir ini, aku memberikan segalanya kepadamu! Tidak masalah kalau kamu tidak sungguh-sungguh mencintaiku, tetapi kenapa kamu melakukan ini kepadaku"

Lily terkekeh dingin. "Mencintaimu? Memangnya kamu siapa, bisa berharap seperti itu? Dengar baik-baik bodoh, aku tidak pernah mencintaimu! Kamu tidak pantas dicintai! Aku hanya jatuh cinta kepada Jerome tersayang, pria yang memang pantas aku cintai!"

Jerome tersenyum sarkas. "Aku juga lupa mengatakan ini. Kami juga saling memuaskan kebutuhan kami di atas kasur!"

Lily memerah. "Aww, ayolah, Jerome, mengapa kamu mengatakan itu? Aku sangat malu..."

"Malu?" Jerome terkekeh. "Kenapa kita tidak menutup pintu dan menunjukkan kepada sampah ini, bagaimana kita melakukannya? Tunjukkan padanya, bagaimana biasanya kamu memuaskan aku."

"Jerome sayang, tidak! Itu akan sangat memalukan!" Lily berbicara dengan semangat.

Douglas tidak tahan lagi melihat adegan di depannya itu dan melempar bantal ke arah mereka sambil berteriak, "Kalian maniak! Keluar!"

Namun, Jerome menangkap bantal itu dan mengejek. "Aku ingatkan kepadamu, serahkan lukisan itu. Jika tidak, aku akan patahkan kakimu dan mengirimmu ke penjara!"

Charlie, yang sedang berdiri di depan pintu mendengar semua apa yang mereka bicarakan, segera dia masuk ke ruangan itu dan berteriak, "Kalian berani melukai saudaraku? Kalian ingin mati?"

Jerome menoleh dan melihat ke Charlie dengan tatapan mematikan. "Siapa kamu?"

Lily menjawab, "Dia adalah Charlie Wade, orang yang memberikan lukisan itu."

Jerome tertawa dengan keras. "Ah, hanya seorang laki-laki pecinta wanita lebih tua yang bodoh! Kamu memang sangat terkenal karena itu, kamu tahu kan? Semua orang di Aurous Hill tahu siapa dirimu!"

Jerome mulai tertawa dengan dingin ke arah Charlie. "Aku akan memberimu tiga detik untuk enyah dari pandanganku. Aku akan berpura-pura kamu tidak pernah di sini, dan aku tidak akan menghajarmu."

Merasa terganggu, Charlie mengejek. "Enyah dari pandanganmu? Memangnya, siapa kamu?"

Jerome menggertakkan giginya. "Kamu menantangku, bocah?"

Charlie membalas dengan nada dingin. "Aku tidak peduli siapa kamu, tapi kamu telah membuatku marah hari ini. Aku akan memberikanmu kesempatan kedua. Segera minta maaf kepada saudaraku dan biarkan dia mematahkan satu kakimu sebagai ganti untuk apa yang telah kamu lakukan terhadap kakinya. Jika tidak, kamu akan mati dengan kematian yang paling menyakitkan!"

Setelah mendengar itu, Jerome tertawa seperti maniak, ekpresinya tiba-tiba berubah kelam saat dia mengerut. "Kamu kira siapa kamu, sialan? Aku, Jerome, meminta maaf? Kamu mau mati?"

Lily juga tertawa dan berkata, "Charlie, kamu idiot? Menantang kekasihku Jerome? Kamu benar-benar ingin mati?"

Charlie berkata dingin, "Tutup mulutmu, pelacur!"

"Kamu..." Darah Lily seperti mendidih, dan dia menoleh ke Jerome. "Jerome sayang, dia baru saja memanggilku pelacur! Mintalah seseorang menghajar dia!"

Jerome menggertakkan giginya sekali lagi. "Tunggu saja, dasar babi bodoh! Aku akan segera menyuruh orang untuk membunuhmu!"

Charlie tersenyum dingin setelah mendengar kata-kata itu. "Tentu saja, tapi ingatlah. Jika kamu gagal membunuhku, kamu dan pelacur ini harus membayar dengan mahal nanti."

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel