Bab 77 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Setelah makan siang, mertua Charlie, Jacob, telah berpakaian rapi dan mengajak Charlie. "Ayo, cepatlah, dan bersiap-siap. Kita akan ke Jalan Antik menggunakan mobil baru, sebuah toko di sana memiliki Vas Dinasti Tang yang diimpor, dan aku ingin melihatnya."

Charlie mencoba menasihati ayah mertuanya, "Ayah mulai mencoba hobi barang antik lagi? Kita tidak memiliki banyak uang, dan hobi itu terlalu mewah untuk saat ini."

Jacob tidak memiliki keterampilan untuk menghasilkan uang, tapi dia bermimpi untuk menjadi orang kaya. Dia senang sekali berlama-lama di Jalan Antik berharap untuk mendapatkan barang antik yang langka tapi murah, tapi selama beberapa tahun terakhir ini yang dia dapatkan hanyalah barang-barang palsu.

Belakangan ini dia telah berhenti, tapi sekarang, selain memulai hobinya dia juga mulai punya keinginan untuk membeli lagi.

Jacob sedikit kesal mendengar ucapan Charlie, ia membentak dan berkata. "Hentikan omong kosongmu, antar aku ke sana sekarang."

Charlie tidak bisa melakukan apa pun untuk menolak permintaan ayah mertuanya, dia hanya bisa menuruti permintaannya dan mengantarkannya ke Jalan Antik.

Aurous Hill merupakan kota bersejarah yang sangat terkenal. Jalan antik berlokasi di luar area wisata, terkenal akan penjual dan pembeli barang-barang antik tingkat lokal dan internasional.

Karena popularitasnya, Departemen Pariwisata menginvestasikan banyak sekali uang untuk mengubah Jalan Antik dan menjadikannya lokasi wisata.

Ketika tiba, Jacob langsung menuju ke pintu masuk sebuah toko barang antik dan mengatakan ke resepsionis bahwa dia telah membuat janji. Sang resepsionis mengangguk dan mengajak mereka ke ruang VIP di belakang.

Charlie baru saja ingin keluar dari mobilnya saat Jacob berbalik dan berkata. "Aku rasa kamu sebaiknya tetap di sini, kamu tidak tahu apa-apa tentang barang antik. Tunggu saja aku di pintu ruang VIP!"

Charlie mengangguk. "Baik, Ayah!"

Sambil meletakkan tangannya di belakang, Jacob memasuki ruang VIP, sedangkan Charlie duduk di ruang tunggu.

***

Beberapa menit kemudian, terdengar suara nyaring dari dalam ruang VIP.

Tidak lama kemudian, Jacob keluar dari ruangan dalam keadaan panik, ia tampak gelisah. "Ya Tuhan, tamatlah riwayatku!"

Charlie segera menghampiri dan memperhatikan apa yang ada di belakang Jacob. Ia melihat sebuah vas keramik yang tinggi dan tebal, pecah menjadi dua bagian, dan banyak serpihan kecil berserakan di lantai.

Jika menilai dari ukurannya, ia dapat menaksir bahwa vas yang pecah itu adalah vas Yuchuun yang berasal dari Dinasti Tang.

Saat Charlie dibesarkan di keluarga Wade, dia mengetahui banyak tentang barang antik dan semacamnya karena diajarkan dan pengaruh dari keluarga. Hanya melihatnya sekilas, dia dapat mengetahui jika vas itu asli dan nilainya jutaan di pasaran.

Sepertinya ayah mertuanya mendapatkan masalah besar sekarang.

Di ruang VIP, pria paruh baya berkata dengan wajah marah. "Tuan Wilson, kami membeli vas Yuchuun dengan harga $5 juta, karena Anda merusaknya, Anda harus menggantinya!"

Pria itu bernama Raymond Cole, Manajer dari Vintage Deluxe.

Jacob menarik Charlie untuk berdiri di depannya dan berkata dengan nada bergetar. "Ini menantuku, apa kamu tahu betapa kayanya dia? Lima juta? Dia bisa membayarmu lima puluh juta! Kalian urus masalah ganti rugi dengannya! Aku ada urusan lain, aku harus pergi sekarang, selamat tinggal!"

Jacob mendorong Charlie ke dalam ruangan, dan lari secepat mungkin.

Charlie benar-benar tercengang. Pria tua itu telah menjadikannya kambing hitam!

Raymond memperhatikan Charlie dan bertanya, "Tuan, semuanya seharga $5,38 juta, Anda ingin membayarnya dengan kartu kredit atau transfer melalui bank?"

Charlie merentangkan tangannya, "Aku tidak punya uang."

Bukan karena dia tidak bisa membayar, tapi dia ingin memberikan pelajaran ke ayah mertuanya agar dia berhenti memintanya untuk pergi ke Jalan Antik di masa yang akan datang.

"Tidak punya uang?" Raymond terlihat sangat marah. "Anda menghancurkan barang kami dan Anda berharap masalah ini selesai dengan hanya mengucapkan 'aku tidak punya uang'?"

Charlie mengangkat bahunya. "Aku tidak menyangkalnya, tapi jujur aku memang tidak punya uang, lagi pula bukan aku yang memecahkan vas itu, jadi Anda tidak bisa memaksaku untuk membayarnya."

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel