Bab 76 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Douglas bicara sambil tertawa santai. "Dia sedang pergi ke salon, kenapa?"

Charlie mencibir, "Salon? Itu yang dia katakan kepadamu?"

"Iya!"

"Dan kamu mempercayainya?"

Douglas bertanya dengan nada sedikit tidak suka, "Charlie, apa yang kamu ingin coba katakan? Katakan saja, jangan sembunyikan apa pun."

Charlie menghela napasnya dan memulainya, "Baiklah, aku melihat Lily di dealer mobil BMW bersama seorang pria bernama Jerome Hunt. Mereka tertawa dan saling berpelukan, dan dia memanggil pria itu dengan kata 'sayang', aku pikir dia telah berselingkuh."

"Tidak mungkin!" Douglas membentak dengan keras. "Lily bukanlah orang seperti itu! Kamu mungkin salah mengenali orang?"

Charlie berkata dengan tegas. "Tidak, itu memang Lily."

"Tidak! Aku tidak mempercayainya!" Douglas berkata dengan kesal. "Charlie, kita memang teman baik, tapi kamu tidak bisa bicara hal yang buruk tentang tunanganku hanya karena kita dekat!"

"Douglas, sadarlah! Tunanganmu berselingkuh di belakangmu dengan pria lain, dan pria bernama Jerome itu bahkan berjanji akan membelikannya sebuah mobil BMW x6. Mereka ada di rumah Jerome saat ini, dan Lily akan memutuskanmu malam ini! Sebagai temanmu, aku serahkan kamu mempersiapkan diri!"

Tanpa menunggu respon dari Douglas, Charlie melanjutkan, "Kamu lebih baik pindahkan lukisan yang aku berikan, simpanlah, itu akan menjadi modalmu nanti. Tapi, jika kamu masih tidak mempercayainya, aku tidak bisa berbuat apa-apa."

Douglas menghentakan kakinya dengan gelisah. "Charlie, hentikan omong kosongmu! Lily adalah tunanganku, aku mengenalnya, dia tidak pernah mengkhianatiku! Aku akan menendangmu, jika kamu berkata buruk lagi tentangnya!"

Charlie merasa kesal dan akhirnya berkata. "Baiklah, sebagai temanmu, aku telah memberikan peringatan. Aku tidak bisa melakukan apa-apa, jika kamu tidak mempercayaiku. Semoga berhasil!"

Charlie mengakhiri pembicaraan.

Charlie menggelengkan kepalanya dan mengutuk dirinya sendiri. "Si bodoh itu, dibutakan oleh cinta! Aku seharusnya tadi memvideokannya dan mengirimkannya selagi aku punya kesempatan!"

Saat ini, Manajer dealer mobil BMW mengetuk jendela dan bertanya, "Tuan, bagaimana penilaian Anda mengenai mobilnya? Apa Anda menyukainya?"

Charlie mengangguk. "Iya, ini sangat bagus. Aku akan mengambil satu. Ambilkan yang baru dari tempat penyimpanan."

Wajah Manajer itu tampak gembira, "Baik, pasti! Tunggu sebentar, saya akan meminta seseorang untuk mengantarkannya ke Anda di depan."

Tidak lama kemudian, mobil BMW 530 berwarna hitam berhenti di pintu masuk dealer, dikendarai oleh pegawai dealer. Charlie mengeluarkan kartu debitnya, menggesek dan membayar mobil itu dengan tunai. Kemudian dia melipat skuternya, memasukkannya ke dalam bagasi mobil, dan pergi dengan santai.

Dalam perjalanan pulang, mertuanya terus meneleponnya untuk menanyakan kapan Charlie akan kembali.

Charlie melihat mertuanya sedang menunggunya di pintu gerbang rumah saat dia pulang.

Senyum puas dan senang terlintas di wajah mereka ketika Charlie mengendarai pulang sebuah mobil BMW 530.

Jacob mengelilingi mobilnya beberapa kali, dan menghela napas. "Wow, mobil ini sangat bagus! Aku tidak pernah membayangkan, bahwa aku mengendarai sebuah mobil BMW dalam hidupku!"

Charlie bicara sambil tersenyum, "Ayah, siapa tahu di masa depan Ayah akan mengendarai mobil Rolls Royce?"

Jacob tertawa kecil, "Aku berharap banyak kepadamu dan Claire!"

Elaine tampak begitu senang. Matanya menjadi lebih lembut dan ramah saat ia menatap Charlie.

Jacob memasuki mobilnya dan mengendarainya di lingkungan sekitarnya. Saat dia kembali, "Mobil ini sangat bagus dan nyaman. Tapi, mobil ini sedikit panjang bagiku untuk melakukan manuver, Charlie jadilah sopirku sore ini. Aku ada bisnis yang harus aku datangi dan janji untuk melihat sesuatu."

Charlie mengangguk. "Baik, Ayah."

Elaine pun menambahkan, "Sopiri aku juga, dan antar aku sore ini untuk minum teh dengan temanku! Aku ingin menunjukkan kepada mereka, bahwa aku memiliki seseorang yang mengantarkan aku dengan mobil BMW!"

"Baik, Ibu!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel