Bab 75 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Pria itu tersenyum lebar, dia mencubit pipi Lily dan berkata, "Kamu wanitaku sekarang, kenapa kamu masih ingin bersamanya? Aku tidak akan membiarkan pria lain menyentuh wanitaku!"

Lily segera merayunya dengan suara lembut. "Jangan khawatir, Jerome. Aku tidak pernah membiarkannya menyentuhku semenjak kita bersama. Dia sangat menjijikkan! Tubuhku selalu milikmu, bahkan hanya untukmu saja!"

Lalu, ia menambahkan, "Sebenarnya aku ingin putus darinya setelah restoran mulai beroperasi, tapi aku tidak tahu jika pecundang itu memiliki teman yang cukup kaya dan menolongku untuk menyingkirkan pria dengan luka wajah di area pembangunan. Tunggulah hingga bisnis sudah berjalan, aku akan mengusir dan menendangnya ke luar dari restoran!"

Jerome Hunt tertawa sangat lebar dan berkata, "Hanya pria dengan luka wajah! Seharusnya kamu beritahu aku. Aku cukup menelepon dan Bosnya akan datang berlutut dan meminta maaf kepadamu!"

Lily tertawa kecil dan berkata, "Oh, Jerome, kamu pahlawanku! Saat itu sangat genting, jadi aku tidak sempat untuk menghubungimu, lagi pula Douglas ada di sana. Aku takut kamu malah merasa terganggu jika melihatnya!"

Jerome mencubit pinggang Lily dan berkata. "Kamu memang gadis baik!"

Lily memeluk lengannya lebih erat lagi dan berkata. "Jerome, bisakah kamu membelikanku BMW X6 sekarang, aku mohon..."

Jerome tertawa lebar dan berkata, "Nanti sayang, kita akan ke tempatku terlebih dahulu, dan bermain denganmu beberapa ronde, kemudian kamu pergi untuk menyingkirkan pecundang itu, dan aku akan membelikanmu BMW X6 esok hari!"

Lily berteriak girang, "Jerome, benarkah? Kamu akan membelikanku BMW X6 besok?"

"Kapan aku pernah berbohong kepadamu?"

Jerome menyeringai. "Tapi, kamu harus membahagiakan aku dulu!"

Lily menatapnya dengan genit sembari berujar. "Kamu nakal! Jangan khawatir, kamu akan sangat bahagia ketika kita kembali ke tempatmu!"

Lalu, mereka pergi meninggalkan dealer BMW tersebut.

Charlie sangat gelisah karena pasangan yang menjijikkan itu. Segera dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Douglas.

Terdengar suara Douglas yang terkejut saat menjawab telepon Charlie, "Charlie, apa kabar? Kenapa kamu tiba-tiba menghubungiku?"

Charlie berkata, "Aku hanya ingin menyapa, kamu sedang apa?"

"Sedang sibuk di restoran tentunya. Sudah hampir jam makan siang, dan para pelanggan akan segera datang, jadi aku datang untuk membantu."

"Apa kamu pergi ke restoranmu setiap hari?"

"Tentunya! Kami baru memulai bisnis dan masih banyak masalah yang harus aku hadapi. Lagi pula, hampir setengah dari modal restoran ini berasal dari uang ayahnya Lily. Mereka akan meremehkan aku, jika aku tidak bekerja keras."

"Berapa modal yang kamu tanamkan di restoran?"

"$100.000, hanya itu tabunganku semenjak lulus kuliah."

"Siapa pemilik restoran?" "Aku, tentunya!"

"Apakah namamu yang tertulis saat pendaftaran bisnis?"

"Tidak, nama ayahnya Lily yang terdaftar untuk bisnis kami. Lily dan aku belum menikah, jadi tidak baik untuk menggunakan namaku, dan dia telah menginvestasikan sebagian besar modalnya di restoran ini."

Douglas melanjutkan, "Tapi, ayahnya berjanji, dia akan mengganti kepemilikan dengan namaku setelah Lily dan aku menikah."

Charlie menggelengkan kepalanya saat dia mendengarkan keterangan Douglas. Temannya ini tidak mengetahui bahwa dia hanya dimanfaatkan.

Lily memperlakukannya seperti budak. Lily membiarkannya sibuk dengan urusan restoran, sedangkan Lily berselingkuh dengan pria kaya dan berpikir akan menendangnya keluar dari restoran!

Sekarang, Douglas bukan pemilik resmi restoran itu karena tidak terdaftar atas namanya. Begitu Lily mengkhianatinya, dia tidak akan mendapatkan apa-apa! Tidak hanya pekerjaannya menjadi sia-sia, tapi mungkin dia tidak akan mendapatkan uangnya kembali!

Charlie semakin jijik dengan Lily, dia bertanya kepada Douglas. "Di mana Lily sekarang?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel