Bab 74 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Orang-orang di dealer mobil Audi melihat Charlie saat dia mendekat, salah satu pramuniaga berteriak, "Itu orang yang menggunakan skuter, yang membeli BMW 760!"

"Aku akan menghentikannya dan membujuknya untuk membeli mobil Audi A8, walaupun aku harus menjilat sepatunya!"

"Benar!"

Tiba-tiba saja sekelompok pramuniaga mobil Audi ke luar dan mengelilingi Charlie.

"Tuan! Datanglah dan lihat Audi A8 di dealer kami!"

"Tuan! Mobil Audi A8 lebih kuat, menggunakan mesin W12, lebih bagus dari BMW 760 yang menggunakan mesin V12!"

Tampak alis Charlie terangkat. "Benarkah? Sehebat itukah?"

"Benar!" Seorang pramuniaga mobil Audi maju ke depan dan mulai mempromosikan. "Bos, saya akan jelaskan kepada Anda. Mesin W12 dibagi menjadi dua dan salah satunya dapat dimatikan sesuai dengan keinginan Anda, bisa menghemat bahan bakar saat Anda mematikan setengah dari dua belas silindernya."

Charlie berkata dengan kesal. "Kalian gila, ya? Mengapa aku harus membeli mobil dengan dua belas silinder dan mematikan enam buah silindernya, hanya untuk menghemat bahan bakar? Lebih baik aku membeli mobil enam silinder!"

"Uhm... Ah... Uh..."

Wajah pramuniaga itu menjadi malu, ketika dia menyadari baru saja salah bicara.

Charlie mencibir mereka dan berkata. "Aku tahu apa yang kalian pikirkan. Kalian kecewa, karena aku membeli BMW 760 kemarin. Dan kalian ingin aku menjadi pembeli kalian walau apa pun yang terjadi, apakah aku benar?"

Sekelompok pramuniaga tersebut mengangguk.

Charlie berkata. "Aku beritahu kalian, sudah terlambat! Kalian mengacuhkan aku kemarin dan memperlakukan aku berbeda hari ini. Dan aku sudah tidak tertarik lagi!"

Tin Tin!

Ia menekan klakson skuternya dan berkata." Menyingkirlah, aku mau ke dealer BMW untuk membeli sebuah mobil!"

Para pramuniaga BMW segera keluar dan berteriak. "Kalian para pecundang, kalian pikir apa yang kalian lakukan? Mencoba merebut pelanggan kami? Tidakkah kalian lihat, beliau sama sekali tidak tertarik? Menyingkirlah! Jika kalian menghalangi jalannya lagi, aku akan memanggil wartawan!"

Para pramuniaga mobil Audi menghela napas dengan penuh penyesalan, dan berjalan menjauh dalam keputusasaan.

Manajer dari dealer mobil BMW datang menyambut Charlie dan bertanya. "Selamat pagi, Tuan Wade, apa Anda akan membeli mobil hari ini?"

Charlie mengangguk dan berkata, "Kamu punya BMW 530? Aku mau beli secara tunai dan membawanya sendiri!"

"Tentu saja! Kami punya!"

Manajer itu tampak gembira sekali.

Kemarin Charlie membeli BMW 760, hari ini membeli BMW 530, dia memang benar-benar pelanggan yang kaya-raya!

Dengan cepat ia menjawab. "Tuan, mari ikut saya, saya akan memperlihatkan mobilnya."

Charlie bersenandung dan mengikutinya ke dalam dealer.

Terdapat BMW 530 di dalam ruang pameran, Charlie duduk di dalamnya untuk mencoba dan menyadari bahwa eksteriornya sama dengan seri 7, tapi interiornya kurang bagus. Namun, untuk mertuanya, mobil ini sudah sangat mewah.

Ia hendak mengeluarkan kartu kreditnya dan melanjutkan transaksi saat ia mendengar suara yang ia kenal di dekatnya, "Sayang, aku sangat suka BMW x6i, dapatkah kamu membelikanku satu?"

Charlie yang sedang duduk di dalam mobil, berpaling ke arah suara dan ia melihat Lily, tunangan Douglas. Memeluk tangan seseorang yang tidak dikenalnya dan tampak sangat mesra sekali.

Charlie merasa gelisah dan berpikir, Lily memanggil orang itu 'sayang', apakah wanita itu selingkuh di belakang Douglas?

Tiba-tiba dia merasa marah. Dia tidak menyukai wanita yang tidak bisa dipercaya dan tidak bermoral.

Ditambah lagi, Douglas telah bekerja sangat keras untuk membangun karirnya, sementara wanita ini berbuat curang kepadanya! Wanita ini sangat menjijikkan!

Charlie mendengarkan pria yang menggoda Lily berkata, "Jika aku membelikanmu BMW X6 sekarang, bagaimana kamu akan menjelaskannya kepada Douglas?"

"Douglas?" Wajah Lily berubah menjadi jijik. "Jangan sebut namanya, dia hanyalah pecundang! Dia tidak kaya, tidak punya kemampuan, dia tidak punya apa-apa! Aku tidak akan bersamanya, jika bukan karena kepribadiannya!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel