Bab 72 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Hanya dalam semalam, pernikahan mewah yang diadakan di Sky Garden menjadi topik pembicaraan di seluruh penjuru kota.

Sayangnya, sang pengantin tetap tidak diketahui namanya.

Charlie mengendarai mobil BMW 520 dan pulang ke rumah bersama Claire.

Claire masih dipenuhi dengan kebahagiaan, seolah-olah ia berada di tengah-tengah kumpulan awan. Ia tidak dapat menahan dirinya untuk bertanya, "Bagaimana kamu bisa memesan Sky Garden? Mereka tidak pernah memperbolehkan siapa pun."

Charlie tersenyum dan berkata, "Eksekutif senior di Shangri-La merupakan teman baikku saat kami di panti asuhan. Kami biasa berbagi keluh-kesah dan menjalani masa-masa sulit kami bersama dan aku selalu membagi setengah makananku dengannya. Jadi, saat aku meminta bantuannya, dia bilang ok."

Claire mengangguk, "Oh, kenapa aku belum pernah mendengar cerita itu sebelumnya?"

"Aku memiliki banyak teman di panti asuhan, aku membutuhkan waktu tiga tahun jika harus menceritakan tentang mereka. Aku tidak pernah membicarakannya, karena aku pikir kamu tidak akan mendengarkannya."

Claire berbicara dengan nada serius. "Kamu suamiku, tentu saja aku tertarik dengan masa lalumu, aku sangat ingin tahu."

Charlie tertawa lebar, "Baiklah, aku akan menceritakannya kepadamu lebih banyak lagi!"

"Baiklah!"

Sesampainya di rumah, Charlie memarkirkan mobilnya di bawah tangga.

Saat mereka keluar dari mobil, mereka bertemu dengan orang tua Claire yang habis dari luar.

Elaine—Ibu Claire, berteriak saat ia melihat mereka, "Claire, dari mana mobil BMW ini?"

Jacob—ayah Claire, matanya tampak bersinar saat ia melihat mobil itu!

"Wow! BMW, Claire, ini mobil barumu? Kamu memang boros, hah!"

Claire menjelaskan, "Ibu, Ayah, bukan aku yang membeli mobil ini, tapi Charlie yang membelinya."

"Charlie?" Jacob penasaran, ia berbalik ke arah Charlie dan bertanya. "Dari mana kamu mendapatkan uang untuk membeli mobil ini? Kamu menggunakan uang Claire, ya?"

Charlie mengibaskan tangannya. "Tidak, aku membelinya dengan uangku sendiri..."

Elaine menarik Jacob dan berjalan mengelilingi mobil itu untuk melihatnya dengan lebih baik dan kemudian dengan cemberut berkata, "Huh! Kamu tinggal di rumah kami dan makan makanan kami, tapi kamu tidak tahu bagaimana menyenangkan hati kami. Padahal, kamu memiliki uang untuk bisa membeli sebuah mobil BMW! Kamu benar-benar tidak tahu berterima kasih!"

Claire segera berkata. "Ibu, jangan berkata seperti itu kepada Charlie..."

Terdengar suara iri saat Jacob berkata. "Huh, dia bahkan membeli BMW 520, apakah dia pikir dia pantas punya mobil sebagus ini? Aku rasa, seri 3 sudah cukup untuknya!"

Elaine menambahkan. "Ayahmu, belum punya mobil sampai saat ini! Dengan umurnya yang sekarang, kamu lebih baik menyenangkannya sebelum terlambat!"

Kemudian Elaine berkata dengan nada memaksa. "Berikan mobilnya sebagai hadiah dan biarkan dia menggunakannya!"

Claire melihat ke arah Charlie dan bertanya. "Charlie, bagaimana menurutmu?"

Dalam pikirannya, Charlie tidak keberatan tapi mobil itu bukan BMW 520 melainkan BMW 760!

Dia berpikir, mobil itu percuma jika diberikan kepada ayah mertuanya, ditambah lagi dia sangat diatur istrinya dan bukan suami yang terlalu disukai oleh Nyonya Wilson.

Dan tiba-tiba Charlie mendapatkan alasan yang bagus. "Hmmm Ayah, BMW 520 ini bukanlah yang terbaik di modelnya, bahkan orang-orang menyebutnya versi terendah dari seluruh seri yang ada. Aku khawatir orang-orang akan mengejekmu, jika melihat Ayah mengendarainya."

Elaine terlihat tidak senang. "Kenapa? Kamu tidak mau memberikannya kepada kami?"

Charlie mengibaskan tangannya dengan cepat. "Bukan, bukan, aku tidak bermaksud demikian! Hanya saja, aku tidak bisa membiarkanmu mengendarai mobil model yang murah! Bagaimana kalau begini? Claire yang menggunakan mobil ini dan aku akan membelikanmu BMW 530. Kelasnya lebih tinggi dari 520 dan akan menambah reputasimu, bagaimana menurut Ayah?

Elaine penasaran kali ini, dan bertanya, "Kamu masih memiliki uang untuk membeli BMW 530?"

"Tentu saja, aku masih memiliki uang untuk membelinya. Jangan khawatir, aku akan membelinya besok!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel