Bab 61 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Pada saat ini, Clinton merasa dia ingin mati saja!

Sialan!

Apa yang terjadi!

Tidak bisakah dia istirahat walau sebentar?

Bagaimana bisa dia dipermalukan berkali-kali oleh Charlie si pecundang?

Dia tidak pernah menyangka bahwa lukisan itu ternyata asli dan bernilai $200.000!

Dia sudah terlanjur berjanji, apa yang harus dia lakukan sekarang? Apakah dia benar-benar harus memakan meja?

Itu sungguh mustahil!

Dia bisa membeli sebuah mobil baru setelah mobilnya terbakar habis, tapi bagaimana bisa dia memakan meja?

Dia ingin mati saja kalau dia bisa!

Orang-orang di sana menggodanya, "Hei, Clinton, kamu bilang kalau kamu kalah akan memakan meja. Apakah sekarang kamu ingin mengingkari janjimu lagi?"

"Benar itu! Semua orang menanti pertunjukan gila!"

Seseorang memukul meja dengan keras. "Hei, ayo mulai aksimu sekarang!"

Wajah Clinton berubah jelek dan pucat. Dia berkata dengan malu-malu, "Kita semua teman, apakah kalian benar-benar akan menendangku ketika aku jatuh?"

"Kita?" Charlie terkekeh. "Kamu yang memulainya dan kami hanya meminta kamu menepati janjimu, jadi kenapa kamu terdengar begitu menyedihkan?"

Clinton menunduk. Dia tahu Charlie tidak akan melepaskannya dengan mudah kali ini, jadi dia menahan rasa marahnya dan bergumam dengan serius, "Aku minta maaf, aku sangat sembrono dan gegabah. Charlie, aku minta maaf karena meremehkanmu. Teman-teman, aku minta maaf, aku harap kalian bisa memaafkan aku."

Semua orang sangat terkejut ketika mendengar perubahan nada bicara Clinton. Apakah dia sungguh Clinton Tucker yang sombong? Tidak seorang pun bisa mengingat ketika Clinton menjadi pengecut tadi!

Tapi, Clinton tidak punya pilihan.

Apa lagi yang bisa dia lakukan?

Jika dia tidak menyerah, dia harus memakan meja, itu sangat mustahil.

Jika dia tidak punya malu melanggar janjinya, maka itu akan sangat menyebalkan dan teman-temannya akan terus mempermalukan dan mengejeknya.

Oleh karena itu, menjadi rendah hati dan menanggung malu adalah cara terbaik untuk lepas dari taruhan konyol itu.

Tentu saja, setelah dia meminta maaf, seseorang mulai berbicara, "Wow, bagi Clinton Tucker meminta maaf bukanlah hal yang mudah. Lagi pula, kamu juga tidak bisa benar-benar memakan meja itu, iya kan? Mari kita lupakan saja, iya kan?"

"Ya, dia benar! Lupakan masalah meja, kita masih menunggu makan siang kita! Ayo, kita mulai!"

Charlie sudah tahu bahwa tidak mungkin Clinton memakan meja, tetapi Clinton pantas diberi pelajaran karena sangat sombong dan angkuh. Tujuan yang sebenarnya adalah dia ingin mendengar permintaan maaf dari Clinton.

Namun, ada batasan untuk kesombongannya. Pelajaran ini sudah cukup untuk membuatnya belajar dari kesalahan. Ini baru permulaan, sesuatu yang lebih menyakitkan dan menghancurkan sedang menunggunya.

Maka, Charlie berkata, "Karena Clinton sudah meminta maaf, aku akan melupakan taruhan memakan meja. Hari ini acara pembukaan restoran Douglas, jangan rusak acaranya!"

Clinton menghela napas lega. Di sisi lain, darahnya mendidih dan dia ingin sekali membunuh Charlie untuk menghilangkan rasa bencinya.

Charlie juga tidak berencana membiarkan Clinton lepas begitu saja. Dia mengirimkan pesan ke Doris, "Apakah kita punya Wakil Manajer Umum dengan nama belakang Tucker? Anaknya bernama Clinton Tucker. Tolong periksa untukku."

Dengan segera, dia menerima balasan dari Doris, "Benar ada, Joseph Tucker. Apakah ada masalah, Direktur? Apakah ada perintah?"

"Pecat dia sekarang juga."

"Siap!"

***

Clinton tidak tahu bahwa ayahnya telah dipecat dari Emgrand Group dan sekarang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja.

Clinton akhirnya bisa merasa lega setelah lepas dari taruhannya, tetapi diam-diam dia sedang mempersiapkan balas dendam kepada Charlie!

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel