Bab 60 - Si Kharismatik Charlie Wade

 "Ya," jawab Lily. "Mereka teman kuliah!"

Ketika Lily mengatakan itu, di dalam pikirannya, dia berpikir, 'Charlie, kamu dan Douglas berteman baik tapi kamu tega memberinya sampah yang tidak berharga ini, tunggu sampai Ayahku membongkar kebohonganmu dan mempermalukanmu di depan semua orang!'

Namun, di luar dugaan semua orang, Lawson berkata sambil mendesah bersyukur, "Memang, sepertinya dia memang teman yang baik! Jika tidak, mengapa seseorang mau memberikan hadiah yang sangat berharga ini?"

Semua orang terkejut dengan pernyataan itu!

Apa yang dia maksud 'berharga'? Apa dia mengatakan bahwa lukisan yang sudah menguning itu harganya mahal?

Merasa jengkel, Clinton mengutuk di dalam pikirannya, 'Sialan! Aku bisa pergi ke Jalan Antik, membeli lukisan palsu, buang air kecil di atasnya untuk membuatnya terlihat kuno dan kekuningan, dan lukisan itu akan terlihat lebih asli dari sampah itu!'

Lawson berdeham dan berkata dengan nada serius, "Ini karya asli dari Rhachel Ruysch, seorang pelukis dari masa kejayaan Belanda. Meskipun sekarang dia tidak begitu dikenal, dia adalah salah satu pelukis terbaik yang pernah ada di dunia dan pelukis wanita pertama anggota dari Confrerie Pictura."

Kemudian, Lawson kembali melihat ke lukisan itu dan berkata, "Hmm, aku memperkirakan nilainya di pasaran untuk lukisan ini sekitar $200.000."

"Apa? $200.000?" Lily terkejut, matanya membesar sebesar bola golf. Lukisan yang dia nilai kurang dari $100 ternyata sangat berharga!

Douglas juga sama terkejutnya. Dia menoleh ke Charlie dan berkata, "Hei, Charlie, kenapa kamu memberiku sesuatu yang sangat mahal? Aku tidak bisa menerimanya, ini terlalu berharga..."

Charlie berbicara sambil tersenyum, "Doug, ini adalah bentuk ketulusanku, jangan nilai sesuatu dari harganya."

Douglas sangat tersentuh dan berterima kasih. Dia tidak pernah berpikir bahwa teman baik di kuliahnya akan sangat begitu bermurah hati kepadanya!

Di sisi lain, wajah Clinton menjadi pucat seperti kertas.

Apa yang terjadi? Lukisan lusuh itu senilai $200.000? Sialan, itu curang!

Semua orang juga terkejut.

Tidak ada lagi yang berani memandang rendah Charlie!

Lagi pula, dia orang yang sangat murah hati yang mau membeli lukisan seharga $200.000 untuk hadiah!

Semua orang merasa iri kepada Douglas karena menerima hadiah yang begitu mahal pada acara pembukaan restorannya! Dia benar-benar beruntung!

Sementara itu, Lily juga terkejut. Penilaiannya terhadap Charlie langsung berubah.

Dia tahu penilaian ayahnya sangatlah tepat. Jika ayahnya mengatakan bahwa lukisan itu senilai $200.000, maka itu benar!

Lily tidak dapat melakukan apa pun selain menatap kagum ke arah Charlie, matanya berbinar saat melihat ke arahnya. Dia sangat terkesan dengan kemurahan hati Charlie!

Claire mengerutkan kening bingung dan berkata, "Charlie, sebenarnya berapa banyak uang yang kamu habiskan untuk lukisan itu?"

Charlie tersenyum dan berkata dengan suara pelan, "Sejujurnya, tidak terlalu mahal. Kenalanku yang menjual lukisan itu. Dia mendapatkan harga murah dari kolektor, jadi dia juga memberiku harga murah."

Claire menggigit bibirnya tidak percaya. "Jadi begitu? Kenalanmu mau menjual lukisan senilai $200.000 dengan harga beberapa ribu dolar saja? Bagiku seperti makan siang gratis."

"Tidak semua orang menganggap uang itu penting. Aku salah satu dari mereka. Kalau tidak, aku tidak akan memberikan lukisan itu kepada Douglas, benar kan?"

Claire mengangguk pelan. Charlie benar. Charlie tidak akan memberikan sesuatu yang sangat luar biasa, jika dia lebih mementingkan uang dibandingkan persahabatannya. Sepertinya suaminya itu cukup menawan dan karismatik!

Pada saat itu, Charlie berdiri dan melihat ke arah Clinton yang kesal dengan tersenyum. "Jadi, Tuan Clinton, kamu ingin mejanya disiapkan seperti apa? Kamu ingin langsung menggerogotinya atau aku perlu memotongnya kecil-kecil untukmu?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel