Bab 59 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Ketika semua orang mengetahui bahwa ayah Lily adalah seorang ahli benda antik, mereka langsung menatap rendah pada Charlie dan kasihan padanya.

Mereka semua setuju—Charlie sangat sial!

Sikap pamernya telah rusak dengan kehadiran seorang ahli! Seperti tamparan tepat di wajahnya!

Itu akan sangat memalukan, jika Lawson Lewis—Ayah Lily, ke lantai bawah!

Claire tersipu malu. Dia mendekat ke arah Charlie dan berbisik, "Banyak orang sedang memandangimu. Kamu lebih baik jangan keras kepala, atau nanti akan malu!"

Dalam perjalanan mereka ke sini, Charlie telah memberitahu bahwa lukisan itu dia beli dengan harga yang tidak begitu mahal. Namun sekarang, sikap Charlie berubah dan mengakui kalau lukisan itu sangat mahal. Perubahan reaksi Charlie yang tiba-tiba membuat Claire sedikit ragu dan skeptis, membayangkan bahwa Charlie mungkin saja berbohong untuk melindungi reputasinya.

Sebaliknya, Charlie justru santai. Charlie berkata tanpa pikir panjang, "Jika kalian tidak percaya, maka biarkan sang ahli melakukan tugasnya."

Kemudian, Charlie menambahkan, "Oh iya, ngomong-ngomong, kalian semua ingatlah apa yang Clinton katakan, oke? Dia sangat keras kepala, dia ingin bertaruh lagi denganku kali ini, dia mau memakan meja ini."

Clinton menggertakkan giginya ketika membayangkan di dalam pikirannya sendiri, mobilnya yang terbakar. Dia mengerang marah, "Charlie, dasar kamu orang sombong sialan! Balapan itu adalah jebakan dan aku telah membayarnya! Jika lukisan itu sampah yang tidak berharga, kamu mau memakannya?"

Charlie mengangguk santai. "Baikah, jika lukisan itu tidak berharga, aku akan memakannya."

Meskipun itu bukanlah lukisan yang terkenal, tetapi memang itu adalah hasil karya dari pelukis Rachel Ruysch pada masa kejayaan Belanda, toko barang antik tempat dia membeli lukisan itu adalah toko antik yang memiliki cabang di seluruh negeri dengan jaminan keaslian. Maka dari itu, Charlie yakin kalau lukisan itu asli.

Claire ingin menghentikan Charlie, tetapi Charlie sudah setuju dengan taruhan itu sebelum Claire memberikan respon, maka Claire hanya bisa mendesah pasrah.

Loreen, sebaliknya, dia merasa agak aneh. Kenapa Charlie begitu percaya diri?

Ketika dia mengingat kejadian-kejadian yang terjadi belakangan ini, dia sadar bahwa Charlie sangat misterius dan penuh teka-teki. Dia sangat terkejut dengan apa yang terjadi di restoran Heaven Springs beberapa hari lalu. Don Albert yang terkenal itu membungkuk kepada Charlie seperti pelayan rendahan! Kenapa? Dia belum bisa memecahkan misteri itu.

Satu hal yang dia yakini—pasti ada hubungannya dengan identitasnya!

Clinton segera berkata, melihat kesempatannya untuk menyerang balik, "Oke, lagi-lagi, kalian semua akan menjadi saksinya! Ayo, minta Ayah Lily ke sini dan biar membantu kita menilai lukisan itu!"

Tatapan semua orang terfokus ke Lily, Lily mengambil ponselnya dan segera menelepon, "Ayah, bisakah Ayah turun sebentar, tolong? Teman Douglas memberikan sebuah lukisan dan aku ingin Ayah menilainya."

Beberapa saat kemudian, seorang pria tua berjalan lambat menuruni tangga dari lantai dua.

Dia adalah Lawson Lewis, ahli benda antik yang terkenal di Aurous Hill.

Hari ini adalah acara pembukaan restoran putrinya dan calon menantunya. Dia mengundang beberapa teman lama untuk berkumpul santai di ruang pribadi di lantai atas. Ketika dia mendengar ada lukisan kuno yang harus dia periksa, dia segera ke lantai bawah untuk melihatnya, itu adalah pekerjaannya.

Dia berjalan cepat ke atas panggung dan Lily segera menyerahkan kotak hadiah yang berisikan lukisan. "Ayah, tolong periksa lukisan ini. Seseorang bilang lukisan ini bernilai lebih dari $10.000!"

Lily mengalihkan tatapannya yang mengejek ke Charlie ketika mengatakan itu.

Siapa yang akan mempercayai seorang pecundang yang kerjanya hanya melayani istrinya, mampu membeli sebuah lukisan mahal?

Lukisan itu pasti palsu!

Faktanya, semua tamu berpikiran sama.

Tidak ada yang percaya jika Charlie benar-benar bisa membeli lukisan mahal sebagai hadiah.

Di bawah tatapan penasaran semua orang, Lawson mengambil kotak hadiah itu, mengangkat gulungan lukisan itu, dan membukanya dengan hati-hati.

Lukisan tua itu sudah sedikit menguning dan tidak begitu terlihat mahal maupun luar biasa. Banyak orang yang suka menilai seseorang ataupun benda dari penampilan luarnya dan langsung berkata, "Duh, lukisan itu tidak terlihat mahal!"

"Ya! Aku bertaruh itu hanya senilai $50."

"Aku rasa harga kotaknya lebih mahal dibandingkan harga lukisannya!"

Lawson mengamati lukisan itu dengan hati-hati selama beberapa menit sebelum mengangkat kepalanya dan berkata sambil tersenyum, "Kamu bilang, lukisan ini hadiah dari teman Douglas?"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel