Bab 58 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Douglas tidak ingin melakukan hal seperti itu, tetapi Lily telah mengambil keputusan dan dia tidak punya pilihan selain menyetujuinya.

Namun, para tamu tidak terkejut sama sekali. Ketika Lily mengumumkan nilai dari setiap hadiah, mereka bisa menilai kehidupan teman sekelas mereka setelah lulus. Lagi pula, membandingkan dan iri adalah sifat manusia.

Lalu, Lily melanjutkan pengumumannya.

"Terima kasih, Jack Brown, untuk $1.000!"

"Terima kasih, Bella Walsh, untuk kepingan emasnya!"

"Terima kasih, Ola Rivers, untuk vas yang indah!"

"Terima kasih, Clinton Tucker, untuk $10.000!"

Beberapa hadiah yang disebutkan di awal, baik itu uang ataupun benda, kebanyakan nilainya sekitar $1.000. Tiba-tiba, ketika giliran Clinton, nilai hadiahnya $10.000 membuat semua orang di restoran itu terkejut.

$10.000 adalah jumlah yang sangat besar untuk acara pembukaan restoran!

Banyak orang menatap Clinton dengan heran dan memuji kemurahan hatinya.

Wajah Clinton dipenuhi kesombongan. Sepertinya dia dengan mudah menjadi sosok yang dikagumi oleh teman-teman lamanya.

Kemudian, Lily melanjutkan, "Terima kasih, Charlie dan Claire, untuk lukisan tua!"

Tawa sinis menggema di seluruh ruangan pada saat pengumuman!

Lukisan tua? Apakah nilainya sampai $100?

Mereka terlalu pelit, iya kan? Douglas telah menyiapkan jamuan makan mewah untuk acara pembukaan restorannya, sekaligus acara reuni teman sekelas dengan biaya ratusan dolar per orang, bagaimana bisa mereka hanya menghadiahkan lukisan tua? Mengapa mereka begitu tidak tahu malu?

Clinton mulai mengejek, "Charlie, kamu bisa membeli mobil BMW model 520 dan memodifikasinya, kenapa kamu memberikan hadiah lusuh seperti itu pada acara pembukaan restoran?"

Charlie tersenyum tipis. "Kamu bahkan tidak tahu dari mana asalnya, mengapa kamu mengatakan itu lusuh?"

"Jangan kira aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan. Kamu membeli barang palsu dan menjijikkan itu untuk dianggap sebagai barang bagus, sehingga kami tidak bisa menebak berapa harganya!"

Kemudian Clinton melanjutkan dengan nada interogasi, "Jujur saja, berapa harga lukisan tuamu itu? Seratus? Atau $80?"

Charlie tersenyum datar, "Lukisan itu sangat berharga dibandingkan dengan seluruh hadiah hari ini!"

"Hahahaha!" Clinton tertawa jahat. "Apakah kamu sudah latihan berbohong sebelum datang ke sini? Aku kasih mereka $10.000 dan di sini ada 20 orang lebih teman sekelas kita. Jika masing-masing dari mereka memberi Douglas $1.000, akan menjadi $20.000. Apakah maksudmu, lukisan itu bernilai $30.000?"

"Lebih dari itu."

"Hahaha!"

Tiba-tiba, terdengar tawa menggelegar di dalam restoran.

Semua orang berpikir kalau Charlie sombong!

Beraninya dia berbohong tentang harga lukisan itu di depan semua orang? Lukisan kuno bernilai $10.000? Dia mencoba membohongi mereka semua?

Lily yang berdiri di atas panggung, merasa kesal dan terganggu dengan sikap Charlie. Dia bertanya dengan penasaran, "Tuan Charlie, aku penasaran ini lukisan siapa yang kamu berikan kepada kami?"

Charlie menjawab datar, "Seorang pelukis dari masa kejayaan Belanda, tidak terlalu terkenal."

Lily terkekeh dan berkata, "Oh, kebetulan sekali. Ayahku adalah pakar barang antik, namanya Lawson Lewis, dia sangat tahu barang antik. Aku yakin kalian pernah mendengar namanya."

Loreen terkejut, "Lawson Lewis? Lawson Lewis, ahli barang antik? Aku ingat dia, aku pernah melihatnya di TV! Dia ayahmu?"

Lily tersenyum, "Ya, dia Ayahku. Dia ada di lantai atas sekarang. Kenapa kita tidak memintanya turun dan menilai lukisan antik yang Charlie berikan kepada kami?"

Clinton berdiri dan berkata lantang, "Ya, silakan! Lily, tolong minta Ayahmu ke lantai bawah dan minta dia membantu kita untuk menilai lukisan itu. Jika nilainya melebihi nilai semua hadiah hari ini, aku, Clinton Tucker, akan langsung memakan meja ini!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel