Bab 55 - Si Kharismatik Charlie Wade

                 

Sesaat Clinton kehilangan akal sehatnya.

Dia tidak mau dihina oleh Charlie si pecundang di depan teman-temannya.

Jadi, dia menggigit bibirnya, merebut kembang api dari Douglas, dan melemparkan ke dalam mobilnya.

Lalu, ketika dia mengambil korek api dan memegang kembang api, dia berteriak, "Lihatlah, kalian semua! Aku bukanlah pecundang! Aku tidak butuh simpati dari Charlie!"

Kemudian, dia mengangkat korek api dan kembang api!

Dengan cepat, kembang api menyala dan meledak di dalam mobil!

Pertama-tama, api membakar bagian dalam mobil, setelah itu, mobil itu dipenuhi dengan asap tebal berwarna putih. Bunyi ledakan terus-menerus terdengar membuat hati Clinton seperti berdarah karena sakit, tetapi itu semua membuat semua orang yang melihat begitu bersemangat dan senang.

Mereka mengambil ponsel dan merekam adegan langka itu. Mereka berencana untuk mengunggah video itu dan membagikannya di internet.

Kembang api sepanjang 3 meter terus-menerus meledak dan meletus, dan tak lama kemudian, membakar kursi busa BMW 540. Kursi itu berisi busa yang mudah terbakar, dengan cepat, busa-busa itu terbakar karena kembang api yang menyala.

Tidak ada yang menyangka, bahwa kembang api akan membakar mobil itu. Selanjutnya, mobil itu dipenuhi dengan asap putih tebal dan sulit untuk melihat apakah mobil itu telah terbakar. 

Namun, ketika ledakan kembang api itu akan berakhir dan asap perlahan menghilang, tiba-tiba, percikan api meledak dan kerangka mobil semuanya terbakar!

Pekikan nyaring dan melengking bergema di jalanan, Clinton panik. "Oh, Tidak! Sialan! Api! Tolong!"

Sebelumnya, dia berpikir kembang api itu hanya akan merusak bagian kursi dan interior saja. Dia hanya akan mengeluarkan uang puluhan atau ratusan ribu dolar untuk memperbaiki mobil itu.

Dia tidak pernah mengira bahwa kembang api itu dapat meledakkan dan membakar mobilnya!

Dia berteriak kesal, tetapi tidak ada yang membantu memadamkan api. Dia dengan panik memanggil petugas pemadam kebakaran dan menyaksikan dengan lemas ketika api itu perlahan membakar habis mobilnya.

Ketika mobil pemadam kebakaran tiba, yang tersisa hanyalah kerangka dari BWM 540 yang sudah terbakar. Bahkan, tidak ada yang bisa mengenali bahwa itu sebelumnya adalah kerangka mobil BMW.

Clinton berlutut di jalan, melihat lemas ke BMW kesayangannya yang berubah menjadi abu, hatinya sungguh terasa sakit.

Jika saja dia tahu akan berakhir seperti ini, dia tidak akan memancing Charlie dan menyarankan untuk balapan walaupun ada orang yang menodongkan senjata ke kepalanya.

Itu tidak hanya merusak reputasinya, tetapi dia juga telah kehilangan mobilnya...

Wajah Douglas tidak menunjukkan ekspresi apa pun, tetapi dia menonton adegan itu dan diam-diam memberikan jempol kepada Charlie.

Kemudian, Douglas menoleh ke Clinton dan berkata, "Hei, teman, jangan bersedih. Sudah waktunya makan, kenapa kita tidak makan malam saja?"

Setelah apa yang terjadi, Clinton sangat ingin lekas pergi dari situ, tetapi setelah ia memikirkannya, itu berarti akan membuat Charlie benar-benar menang! Dia tidak akan membiarkan itu!

Charlie adalah penyebab utama yang telah membuat mobilnya lenyap. Tidak peduli, dia harus mengembalikan reputasinya dengan segala cara.

Maka, dia berdiri, berdeham untuk menenangkan diri, dan berkata, "Tidak ada yang perlu disesali! Taruhan tetaplah taruhan, aku hanya menghormatinya, itu saja."

Orang-orang yang tadi membujuk dirinya dengan cepat berkata, "Clinton sungguh kaya, apa artinya mobil BMW itu?"

"Benar! Buat dia, itu hanyalah mobil biasa untuk kendaraan sehari-hari!"

Mereka tahu karakter Clinton yang arogan, maka mereka berhenti mengungkit masalah itu dan masuk ke restoran Douglas untuk upacara pembukaan restoran.

***

Di dalam restoran, meja jamuan telah disiapkan di dalam aula utama. Spanduk perayaan reuni dan pembukaan restoran tergantung di panggung kecil yang ada di depan.

        

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel