Bab 52 - Si Kharismatik Charlie Wade

 Claire dan Loreen menyapa semua orang, Clinton menggertakkan giginya saat dia melihat Claire yang bertambah cantik.

Ketika mereka masih kuliah. Dia sangat ingin mendapatkan hatinya, tapi Claire mengacuhkannya.

Claire justru memilih menikah dengan seorang pecundang yang dia hina.

Kenapa?

Tuhan pasti buta!

Clinton menyipitkan mata dengan gelisah dan mencibir. "Hei Charlie, sepertinya hidupmu cukup baik setelah menikah dengan Claire! Kamu bahkan mengendarai sebuah mobil BMW sekarang! Claire yang membelikannya untukmu? Kamu benar-benar sosok panutan untuk pria yang mencintai wanita yang lebih tua!"

Claire terganggu dengan julukan itu sedangkan Loreen dengan cepat berkata, "Clinton, kamu salah. Bukan Claire yang membeli mobil itu, tapi Charlie sendiri yang membeli mobil ini!"

"Wow!" Ujar Clinton. "Hebat, kamu bahkan bisa membeli mobil BMW seri 5 sekarang!"

Lalu, Clinton berkata dengan nada memancing, "Hei, jalanan terlihat sepi, lurus dan sangat lebar. Bagaimana kalau kita balapan untuk melihat siapa yang bisa mengemudi lebih cepat?"

Charlie merasa terganggu, menjadi sedikit malas saat mendengar niat jahat dari Clinton.'

Bisakah kau membiarkan aku sendiri? Aku tidak punya urusan denganmu' Pikir Charlie. 'Lagi pula, mobil siapa yang lebih cepat dari punyaku? Ini BMW model 760, termahal dan tercepat dari seluruh model BMW! Aku akan dicap sebagai penindas, jika aku menerima tantangan ini.'

Clinton menganggap diamnya Charlie sebagai rasa tidak senang. Clinton langsung mencibir. "Hei Charlie, kenapa kamu masih saja menjadi pengecut seperti saat kuliah dulu? Balapan ini tidak akan menghabiskan bensinmu! Aku akan membayar bensinmu hingga penuh nanti."

Loreen merasa jengkel, "Hei Clinton, hentikan tingkahmu! Mobilmu model 540 dan mobil Charlie model 520, aku tahu dari segi mesin ada perbedaan yang besar dari keduanya! Kamu kira ini akan menjadi balapan yang adil?"

Clinton mengangkat bahunya dan berkata, "Tergantung dari kemampuan pengendaranya! Mobil yang bagus tidak harus cepat, tergantung dari keberanian dan kemampuan pengendaranya. Aku penasaran, apakah Charlie mau mengambil tantangan ini? Aku bisa mengerti, jika dia tidak mau mengambilnya. Dia akan menjadi pecundang yang tidak bisa melakukan apa pun. Semua orang tahu itu."

Orang-orang yang berdiri di sekelilingnya langsung menyela, "Ya, Clinton benar! Bilang saja kamu takut, tidak usah malu."

Charlie tidak terpancing, bahkan ia tersenyum dan berkata. "Aku tidak keberatan dengan balapan, tapi tidak seru jika tidak ada taruhannya, iya kan? Ayo, untuk membuat balapan ini menjadi menarik tentukan hukumannya."

"Baiklah!" Clinton tadi sempat khawatir Charlie tidak akan masuk ke dalam perangkapnya, maka saat Charlie menyarankan taruhan, ia sangat senang sekali. Berpikir bahwa Charlie baru saja menggali kuburannya sendiri. "Ayo buat taruhan, yang kalah balapan harus berlutut dan meminta maaf kepada yang menang. Bagaimana menurutmu?"

Charlie menggelengkan kepalanya, "Itu sih kekanak-kanakan, kita sudah dewasa, carilah sesuatu yang lebih dari itu."

Saat itu, Douglas yang mengenakan jas keluar dari restoran dengan membawa setumpuk kembang api. Saat ia melihat Charlie, ia langsung berjalan menujunya dengan cepat dan berkata, "Hei Charlie, kamu sudah datang!"

Charlie mengangguk dan menjawab dengan tersenyum. "Douglas, selamat untuk pembukaan restoran barumu!"

"Terima kasih, teman!"

Clinton memulai lagi, "Charlie jangan mengganti topik pembicaraan. Beritahu aku, apa yang ada di pikiranmu?"

Douglas bertanya dengan rasa ingin tahu. "Ada apa? Kalian sedang apa?"

Charlie melihat ke arah kembang api di tangan Douglas dan bertanya. "Doug, berapa panjang kembang api itu?"

"Tiga meter!" Douglas tertawa. "Mahal ini, aku menghabiskan enam ratus dolar untuk membelinya!"

Charlie mengangguk dan dia berbalik ke arah Clinton. "Aku punya ide, mari balapan dan siapa yang kalah, kita akan memasukkan kembang api ke dalam mobilnya dan menyalakannya. Bagaimana menurutmu?"

        

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel