Bab 50 - Si Kharismatik Charlie Wade

Dia sedang berpikir apa yang akan dia katakan, hingga sebuah ide mendadak muncul di kepalanya! 

Dia mengendarai mobilnya ke bengkel mobil, dan menghabiskan $20 untuk mengganti logo BMW 760 dengan 520.Perbedaan utama dari kedua model itu terletak di mesin dan interiornya. Eksterior BMW seri 5 serupa dengan seri 7, yang membuatnya sulit dibedakan hanyalah logo yang ada di bagian belakang.

Seri 520 merupakan mobil dengan spesifikasi terendah di antara seri 5—dengan mobil dan teknologi yang biasa saja, bisa dikatakan sebuah mobil dengan spesifikasi umum.

Sedangkan 760 adalah model dengan spesifikasi tertinggi dari seri 7 dengan daya mesin hebat, dan kontrol manuver yang luar biasa, itu mobil yang sangat luar biasa.

Charlie tersenyum dengan penuh kemenangan ketika ia mengendarai mobil BMW 760 dengan logo 520 di belakangnya. Claire tidak tahu tentang mobil dan tidak terlalu antusias dengan itu. Ia akan tetap membelinya tanpa ragu, jika ia memberitahunya kalau ini adalah BMW 520.Pemilik bengkel itu merasa heran ketika melihat BMW tersebut meninggalkan bengkelnya. Ia tidak menyangka seorang pemuda terlihat begitu jahil, jika dibandingkan dengan penampilannya. Dia pasti memiliki sebuah rencana licik dengan sengaja mengganti logo 760 dengan 520!

***

Setelah membeli mobil, Charlie teringat akan keperluannya yang kedua—membeli hadiah untuk Douglas.

Douglas adalah satu-satunya teman sekelas yang baik kepadanya saat kuliah, Charlie ingin membelikan hadiah yang terbaik untuknya. Dia mengendarai mobilnya menuju galeri dan menghabiskan $200.000 untuk lukisan Rachel Ruysch, pelukis dari masa keemasan Belanda.

Ketenaran Rachel Ruysch tidak begitu diketahui dalam sejarah seni saat ini, jadi tidak banyak orang yang mengenali lukisannya.

Dua alasan kenapa Charlie memilih lukisan kuno sebagai hadiah untuk Douglas—dia ingin memberikan Douglas sebuah hadiah yang mahal dan penuh arti, tapi sekaligus dia tidak ingin orang lain mengetahui berapa harga dari lukisan itu.

Jika seseorang bertanya, dia akan menjawab hanya seharga beberapa ribu dolar.

Setelah membeli lukisan, hari sudah menjelang sore, Charlie menelepon Claire dan memberitahunya akan menjemputnya dan Loreen di kantor Emgrand.

Claire terkejut ketika Charlie mengendarai mobil BMW seri 5, Claire menatapnya, kebingungan dan terkejut, "Dari mana mobil ini?"

Charlie berkata dengan senyum hangat. "Aku membelikannya untukmu!"

"Kamu membelinya?" Claire bahkan semakin terkejut. "Dari mana kamu mendapatkan uangnya?"

"Tabunganku tentunya." Charlie berkata dengan nada yang berbeda. "Aku tidak mengeluarkan uang saat kita menikah, dan selama ini seluruh pengeluaranku telah dipenuhi olehmu dan keluargamu, jadi tidak aneh jika aku punya uang tabungan kan?"

"Itu adalah tabunganmu, kamu harus menggunakannya untuk kepentinganmu sendiri. Kenapa kamu menghabiskannya untuk mobil yang sangat mahal? Ini harganya pasti sekitar ratusan ribu dolar kan?"

Charlie tertawa geli. "Kamu istriku, apa salahnya jika aku menghabiskan uangku untukmu? Atau, kamu ingin aku menghabiskannya untuk wanita simpananku? Lagi pula, sekarang kamu telah menjadi Direktur dan orang-orang akan mengejekmu jika kamu tidak punya mobil."

Loreen dengan cepat menyela. "Claire, kamu membutuhkan mobil untuk kegiatan sehari-harimu. Mobil ini sangat cocok untukmu, dan Charlie benar-benar mencintaimu, kamu seharusnya bahagia!"

Claire mengangguk dan berkata, "Terima kasih, Charlie!"

Charlie menggenggam tangan Claire dengan lembut dan berkata, "Sama-sama, istriku."

Kemudian dengan semangat dia berkata, "Ayo, kita pergi ke restoran Douglas sekarang!"

Claire dengan cepat bertanya seolah-olah petir menyambarnya. "Kamu sudah membelikannya hadiah?"

"Ya," jawab Charlie. "Aku membelikannya sebuah lukisan."

"Sebuah lukisan?" Claire bertanya dengan penuh rasa ingin tahu. "Lukisan apa?" "Lukisan kuno yang kulihat di galeri barang antik. Itu adalah lukisan sebuah delima, yang memiliki arti kebenaran, terlihat sangat indah, jadi aku membelinya."

"Berapa uang yang kamu habiskan?"

"Beberapa ribu dolar." Claire mengangguk dan tertawa kecil, "Aku rasa kamu sudah ditipu! Kamu tidak bisa membeli lukisan asli dengan harga murah."

Charlie tersenyum, "Jangan pikirkan itu, yang terpenting ketulusan kita, itulah yang terpenting."

Claire mengangguk tanda ia setuju. "Kamu benar, ketulusan yang terpenting, ayo berangkat!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel