Bab 49 - Si Kharismatik Charlie Wade

Charlie mengeluarkan senyum sinis di wajahnya dan bertanya, "Berapa komisi yang kamu dapat dari mobil ini?"

Orang tersebut menggeram, "$10.000!"

Charlie mengangguk tanda ia mengerti. "Oke, baiklah, kamu telah kehilangan $10.000."

Charlie berbalik dan ke luar, tidak sengaja menabrak Manajer dealer mobil itu dengan label nama yang melekat di pakaiannya yang bertuliskan Arthur Walsh.

Charlie bertanya kepada orang tersebut. "Apakah kamu yang bertanggung jawab di sini?"

"Benar." Arthur mengangguk. "Ada yang bisa saya bantu?"

Charlie menunjuk ke arah pramuniaga yang kasar dan berkata, "Kamu lebih baik memecat orang itu sekarang. Dia tidak berguna."

Pramuniaga itu langsung berlari menghampiri dan berkata. "Tuan Walsh, jangan dengarkan omong kosongnya! Dia hanyalah orang miskin yang masuk ke sini demi Wifi gratis dan ruangan ber-AC!"

Charlie tersenyum dingin, "Orang miskin, katamu? Tunggu dan lihat."

Charlie segera ke luar dan berjalan menuju ruang pameran BMW di samping dealer tersebut.

Begitu Charlie masuk ke sana, ia melihat mobil BMW 760. Model mewah yang diperlihatkan di tengah aula yang luas. Itu merupakan model termahal dengan spesifikasi paling bagus di antara tujuh seri.

BMW 760 dilengkapi dengan mesin 12 silinder yang sangat kuat dengan interiornya yang mewah.

Sebenarnya, Charlie menjadi tidak logis. Seenaknya saja orang di dealer Audi yang bodoh itu meremehkannya? Baiklah, dia akan membeli mobil BMW dengan spesifikasi terbaik agar mereka bisa melihatnya!

Aku punya uang, dasar bodoh!

Charlie melambaikan tangan ke pramuniaga dan bertanya, "Apakah kamu punya stok untuk model 760 ini?"

Wanita muda itu tampak sedikit bingung. "Tuan, mobil ini baru saja datang hari ini, Anda yakin mau membelinya?"

"Ya." Charlie mengangguk. "Aku sangat yakin, ayo kita selesaikan transaksinya sekarang!"

"Hah?! Ini seharga $1,6 juta!" Wanita itu tampak terkejut.

Dia sudah lama bekerja di dealer mobil itu, baru kali ini ia melihat ada pembeli datang dan langsung membeli mobil tanpa berpikir lama!

Dia pikir Charlie hanya ingin mempermainkannya, bukankah begitu?

Chalie berkata dengan tersenyum. "Aku tahu, aku telah melihat harganya, katakan kepadaku jika kamu ingin menjualnya!"

"Uhm, baik-baik, tentu..." Wanita itu mendadak terpana dan tersenyum, "Mari, ikuti saya!"

Dalam sekejap. Pembayaran untuk mobil itu telah selesai, kunci mobil diserahkan kepada Charlie, semuanya berlangsung cepat dan lancar.

Ketika mobil BMW 760 itu dikemudikannya ke luar dari ruangan, semua orang di dealer mobil Audi terkejut.

Charlie mengemudikan mobil BMW itu ke pintu masuk dealer mobil Audi, ia membuka bagasi, melipat dan menyimpan skuter di dalamnya. Dan mengendarai mobilnya menjauh.

Pramuniaga yang mengejek Charlie melihat peristiwa itu, seolah-olah tidak percaya atas apa yang dilihatnya. Arthur memelototinya dan berkata dengan keras, "Pergilah ke Departemen SDM sekarang juga, kamu dipecat!"

"Manajer."

"Pergi!"

Yang lain sangat terkejut. Siapa yang menyangka seorang pria yang mengendarai skuter bisa begitu sombong membeli mobil seharga $1,6 juta tanpa ragu?

Pramuniaga yang baru saja dipecat, bahkan mengutuk dirinya sendiri dengan penuh penyesalan. Dia bukan saja kehilangan pelanggan yang sangat kaya dan juga komisi, tetapi dia kehilangan pekerjaannya juga! Jika saja dia dapat memutar waktu, dia tidak akan pernah memandang remeh siapa pun.

***

Sementara itu, Charlie mengendarai mobil BMW 760, dia memukul kepalanya sendiri karena tindakannya yang impulsif.

Ia bukan frustasi karena uang yang telah dihabiskannya, tapi karena harganya jauh dari yang dia anggarkan, bagaimana dia menjelaskan ke Claire?

Apa dia akan memberitahu $1,6 juta jatuh dari langit? Bukankah itu terdengar tidak masuk akal?

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel