Bab 31 - Si Kharismatik Charlie Wade

Elaine meringkuk di lantai, tubuhnya gemetar. Dia menutup matanya rapat-rapat, menunggu tamparan dari pria kekar itu, tetapi di luar dugaannya tamparan itu tidak mendarat di wajahnya. 

Dia membuka matanya, bingung dan terkejut!

Charlie, menantunya yang pecundang itu, datang dan menggenggam pergelangan tangan pria itu!

Ini...

Dia merasa otaknya seperti berhenti bekerja—dia tidak memahami apa yang sedang terjadi saat ini. Kenapa Charlie si pecundang itu tiba-tiba jadi pemberani?

Don Albert bahkan juga tidak percaya, bahwa ada orang yang berani membela perempuan tua sialan itu pada saat seperti ini. Don Albert meraung dengan nada dingin, "Siapa kamu? Kamu ingin mati?"

Charlie tersenyum tipis. "Kamu Don Albert, kan? Kamu boleh memukul si brengsek itu, tetapi aku minta jangan sentuh ibu mertuaku!"

Wajah Albert menjadi muram. "Jadi, tua-bangka ini ibu mertuamu? Kamu pikir siapa kamu, meminta aku menuruti perintahmu?"

Albert marah ketika mengatakan itu.

Dia sangat dihormati oleh orang-orang di Aurous Hill, tetapi dia sangat dipermalukan hari ini. 

Pertama, ada pria bodoh yang menyebut dirinya Kevin White berteriak di depannya, kemudian perempuan tua jelek yang menjijikkan itu ikut meneriakinya juga.

Lalu, pemuda ini yang entah dari mana tiba-tiba mengajukan permintaan aneh! Apakah mereka pikir, Don Albert Rhodes itu seperti boneka yang dapat mereka perintah?

Wajahnya memerah karena marah dan berteriak ke anak buahnya, "Pukuli si berengsek sombong ini!"

Charlie masih tersenyum dan berkata, "Tahan dulu, aku akan menelepon seseorang dan membiarkan dia berbicara denganmu."

Charlie mengambil ponselnya dan menghubungi Isaac, Direktur di Shangri-La.

Ketika panggilannya dijawab, pria yang ada di ujung telepon menjawab dengan hormat, "Tuan Muda, ada yang bisa saya bantu?"

Charlie berbicara dengan nada santai, "Apakah kamu kenal dengan Albert Rhodes atau Don Albert?"

Isaac tertawa pelan dan berkata, "Ya, saya kenal dia. Semua orang bilang, kalau dia adalah pemimpin dunia kegelapan, tapi bagi saya, dia itu hanyalah pemimpin preman kampung." 

Kemudian, Isaac melanjutkan, "Dia coba menjilat saya, ketika dia tahu bahwa saya bekerja untuk keluarga Wade dengan mengundang saya makan malam dan yang lainnya, tetapi saya tidak pedulikan. Ada apa? Apakah Tuan Muda mengenalnya?"

Charlie berkata santai, "Oh, aku mengerti, si berengsek ini mencoba membunuhku."

"Sialan! Si b*rengsek itu! Dia cari mati, karena membuat Tuan Muda marah! Di mana Tuan Muda berada sekarang? Saya akan mengutus seseorang ke sana sekarang juga, untuk melumpuhkan si berengsek itu!"

"Aku akan serahkan ponselku ke dia, kamu bicara sendiri dengannya."

Kemudian, Charlie menyerahkan ponselnya ke Albert dan berkata, "Ambil ini."

Albert penasaran.

Apa yang terjadi? Dari yang Albert perhatikan, sepertinya pemuda ini tidak sedang berpura-pura.

Apakah pemuda ini memang memiliki latar belakang luar biasa yang dia tidak tahu?

Albert mengamati Charlie dari kepala hingga ujung kaki dengan curiga. Charlie tidak memakai barang bermerek dan harga pakaiannya sepertinya tidak lebih dari $500. Bahkan, merek ponselnya murahan. Apa yang bisa dia lakukan? Orang seperti apa yang dia mintai bantuan? 

Meskipun meremehkan, Albert dengan refleks mengambil ponsel itu dan bertanya dengan ragu, "Halo, aku Don Albert, siapa kamu? Berani-beraninya membela pria ini?"

Isaac yang ada di telepon berteriak dengan keras, "Albert Rhodes! B*jingan sialan, kamu sudah gila? Beraninya kamu membuat marah Tuan Mudaku! Percaya atau tidak, aku akan membakar 25 anggota keluargamu malam ini juga!"

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel