Bab 26 - Si Kharismatik Charlie Wade

"Ya! Kalau putriku bisa menikah dengannya, aku akan mati dengan tenang!"

"Fiuh, berhentilah bermimpi! Bahkan jika kamu mati, dia tidak akan mau menikah dengan putrimu!"

Begitu dia melihat Kevin, Elaine bergegas berdiri di sampingnya dan berbicara serius, "Hai, Kevin, akhirnya kamu di sini! Aku sungguh tidak sabar menunggumu!"

Benar, itu memang Kevin.

Kevin berkata sambil tersenyum, "Tante, aku sungguh minta maaf karena telah membuatmu menunggu!"

"Oh tidak, Kevin, kamu sangat baik. Aku pikir kamu membutuhkan sekitar 10 menit untuk sampai sini, tapi kamu tiba sangat cepat!"

"Ketika aku mendengar Tante dalam masalah, aku segera ke sini. Aku bahkan menerobos lampu merah saat di jalan menuju ke sini."

Elaine terlihat begitu sombong, tetapi dia seakan bertanya penuh perhatian, "Apakah kamu mendapat masalah karena menerobos lampu merah?"

"Tidak," Kevin menjawab, "Petugas di departemen lalu-lintas semuanya adalah kenalanku. Hanya dengan satu panggilan telepon aku bisa menyelesaikan surat tilang lalu-lintas."

Kevin berdeham dan berbicara lagi, "Ngomong-ngomong, kembali ke masalah Tante. Berapa banyak uang yang ditipu dari Tante?"

Elaine menghela napas sedih. "Lebih dari $1 juta. Mereka berjanji kalau aku akan mendapatkan $200.000 dividen setiap bulannya, tetapi sekarang, aku bahkan tidak bisa mendapatkan modalku kembali!"

Kevin mengangguk dan berkata tegas, "Oke, jangan khawatir, serahkan padaku. Aku pasti akan membantu Tante mendapatkan uang itu kembali."

Lalu, dia melihat Charlie berdiri di belakang Elaine dan ekspresinya berubah.

Dia tidak mengira akan bertemu si pecundang itu di sini.

Setelah bertemu dengan Claire, dia ingin berhubungan dekat dengan Claire. Keinginan itu semakin kuat setelah dia mendengar dari Gerald bahwa kemungkinan Claire masih perawan.

Oleh karena itu, dia mencibir ketika melihat pecundang itu sebagai suami Claire. Dia sengaja menyeringai dan berkata, "Hai, Charlie, aku tidak tahu kamu di sini juga. Apakah kamu punya cara untuk mengembalikan uang Tante? Kamu mau mencobanya duluan? Aku tidak ingin disalahkan, jika nanti aku berhasil mencuri perhatian."

Elaine segera menyela, "Oh, hentikan omong kosong itu, lagi pula apa yang bisa dia lakukan? Yang paling bisa dia lakukan untuk membantuku adalah membuka mulutnya dan meneriakkan protes! Kevin, jangan pedulikan dia."

Kevin mengangguk dan mencibir, "Karena Charlie tidak bisa membantu Tante, aku akan mencobanya!"

Charlie tersenyum dan berkata dengan malas, "Semoga berhasil, Tuan White."

Kevin tertawa mengejek. Pada saat itu, para lansia mengelilingi Elaine dan berkata, "Elaine, kita semua berteman. Bisakah kamu meminta pemuda tampan itu untuk membantu kami juga, aku mohon? Uang itu adalah hasil jerih-payah kami!"

Elaine berkata dengan arogan, "Oh, aku tidak punya hak untuk menjawabnya. Kevin di sini untuk menolongku, dia tidak mengenal kalian."

Orang-orang berbalik ke arah Kevin dan memohon. "Tuan White, kasihanilah kami, mohon bantu kami!"

Kevin merasa terganggu dengan kerumunan itu, dia lihat Elaine adalah orang murahan dan serakah jadi dia berkata dengan tersenyum, "Karena kailan adalah teman-teman Tante Elaine, tentu saja aku akan menolong kalian."

Semua orang merasa bahagia mendengar itu. Namun, Kevin melanjutkan dengan suara sombong, "Tapi, aku menolong kalian karena Tante Elaine. Jadi, setiap uang yang aku dapatkan untuk kalian, kalian harus membayar komisi 10% ke Tante Elaine. Setuju?"

Kerumunan itu bersemangat, "Tidak masalah! Lebih baik kami mendapatkan uang kami kembali sebanyak 90%, dibandingkan tidak mendapatkannya kembali!"

Elaine seperti melayang ketika mendengar itu.

Jumlah uang teman-temannya yang tertipu mencapai puluhan juta. Jika Kevin berhasil mengembalikannya, dia akan mendapatkan jutaan dolar sebagai komisinya! 

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel