Bab 20 - Si Kharismatik Charlie Wade

Ketika Wendell meninggalkan tempat itu, Harold berjalan ke dalam aula bersama dengan adiknya--Wendy dan tunangannya, Gerald.

Berjalan di samping Gerald adalah pemuda dengan setelan mahal. Wajah mereka terlihat mirip.

Ketika Harold bertemu dengan Wendell, dia dengan segera mendekatinya dan berkata, "Hei Wendell, aku baru saja datang, aku dengar telah terjadi sesuatu pada keluargamu. Apa itu benar?"

Wendell mendorong Harold menjauh dengan cepat, sambil bergumam, "Hancur, aku sudah hancur..."

Harold bertanya dengan penuh perhatian, "Tuan Jones, ada apa?"

Wendell menggelengkan kepalanya dengan penuh kepanikan, dia tidak berani berkata apa pun.

Saat ini, dia yakin jika dia mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dia katakan, dia akan menjadi mayat esok hari.

Kemudian, dia mendorong tangan Harold dan berlari ke luar dari aula, seolah-olah hidupnya tergantung pada Charlie.

Harold melihat ke arah Wendell berlari dan menghela napasnya. "Kurasa inilah akhir keluarga Jones, sial. Bukankah ini terlalu cepat? Kemarin mereka baik-baik saja, dan hari ini mereka bangkrut!"

Ketika Harold melihat Charlie dan Claire, sebuah pikiran licik terlintas di kepalanya.

Dia menghampiri Claire, "Claire, izinkan aku mengenalkanmu ke tamu luar biasa kita malam ini, pria sejati yaitu sepupu Gerald, Kevin, anak tertua dari keluarga White."

"Kevin, ini sepupuku, Claire," Harold berkata kepada Kevin dengan senyum licik.

Semenjak Kevin memasuki aula, dia tak henti memandangi Claire.

Ketika Harold memperkenalkan dirinya, dengan cepat Kevin mengulurkan tangannya dan berkata, "Claire, hai, aku telah mendengar semuanya tentang si cantik dari keluarga Wilson, reputasimu sangat terkenal."

Terlihat tatapan kesal di mata Charlie, inilah sialnya memiliki istri yang cantik banyak pria yang datang dari segala penjuru seperti lalat dan dia tidak akan pernah berhenti untuk mengusir mereka.

Charlie melangkah maju dan berjabat tangan dengan Kevin sekaligus berkata dengan dingin, "Hai, aku suami Claire."

"Kamu?" Kevin mengamati Charlie dari kepala hingga ujung kaki, ekspresinya menunjukkan sikap menghina. Kevin menarik tangannya sambil berujar, "Aku tidak tahu kalau Claire sudah menikah, sayang sekali wanita cantik seperti dia menikah dengan orang sepertimu..."

Wendy dengan segera berkata, "Kevin, pecundang ini adalah menantu dari keluarga kami, dia tidak memiliki pekerjaan atau keahlian."

Kemudian, Wendy mengedipkan matanya ke arah Kevin dan melanjutkan ucapannya, "Setelah Gerald dan aku menikah, kita akan menjadi keluarga besar, kita akan lebih sering menghabiskan waktu bersama..."

Sudah tentu, Kevin paham apa yang dimaksud--Wendy mendorongnya untuk mengejar Claire. Ia tersenyum dan berkata. "Nona Claire sangat cantik dan elegan, aku pasti sangat senang menghabiskan waktu bersama lebih sering."

Di saat yang sama, Charlie melihat mertuanya--Elaine dan Jacobs berjalan menghampiri mereka.

Elaine dengan langkah cepat berjalan ke arab Claire dan berkata, "Claire, kamu sudah dengar belum? Keluarga Jones bangkrut!"

"Hah?" Claire sangat terkejut, "Kapan kejadiannya?"

"Baru saja!" Elaine melanjutkan sambil menghela napas, "Aku pikir, setelah kamu menceraikan Charlie, kamu bisa bersama Wendell. Kalau seperti ini keadaannya, maka hal itu tidak akan terjadi..."

Charlie merasa sedikit kesal, mertuaku yang bodoh? Apakah ia tahu, bahwa menantunya saat ini orang kaya?"

Kevin dengan cepat maju dan memperkenalkan dirinya kepada Elaine, "Hai, Anda pasti ibunya Claire? Saya sepupu Gerald, Kevin. Anda sangat cantik, pantas saja putrimu juga cantik dan semenarik Anda.''

Mendengar bahwa Kevin adalah sepupu Gerald, dia dengan cepat melakukan perhitungan di kepalanya--anak tertua dari keluarga White, pangeran yang sangat kaya raya! Dia langsung gembira dan berkata, "Benar, benar, aku ibunya Claire, apa kamu temannya Claire?"

Kevin mengangguk dengan senyum, "Benar, kami berteman, tapi kami baru bertemu hari ini!"

Rasa senang yang luar biasa terlihat di wajah Elaine, ia mengangguk dengan semangat dan berkata, "Mari, silakan duduk Tuan White, putriku Claire sangat cantik, ia juga baik dan jujur seperti bidadari. Kalian seharusnya lebih sering bertemu..."

"Ibu!" Claire menegur ibunya dengan kesal, menyela perkataan ibunya, Elaine hampir saja menolak saat Claire menariknya dan memberikan isyarat untuk memperhatikan panggung di depannya.

Saat ini, Nyonya Wilson berdiri di tengah-tengah hadirin!

Dia melibat sekelilingnya lalu berdiri di depan mikrofon dan berkata dengan tersenyum, "Pertama-tama, dari keluarga Wilson, saya ucapkan selamat datang kepada teman-teman kami, mitra kerja dan tamu luar biasa di jamuan makan malam kami ini."

"Selanjutnya, mari kita sambut Wakil Presdir perusahaan Emgrand, Doris Young, berikan tepuk tangan yang meriah!"

Perhatian langsung berubah dengan cepat, ke arah sinar yang menyinari kursi paling depan.

Doris mengenakan gaun malam berwarna hitam, memperlihatkan tubuhnya yang sempurna dan menarik perhatian semua orang. Dia berkilau bagaikan peri yang membuat semua pria di dalam aula fokus memperhatikannya.

Wakil Presdir dari perusahaan Emgrand! Sangat cantik! Segala yang melekat di dirinya, lebih dari cukup untuk menarik perhatian semua orang.

Doris berdiri, mengangguk dengan anggun ke arah hadirin, tatapannya berhenti di Charlie sejenak sebelum berjalan kembali.

Kemudian, Nyonya Wilson melanjutkan, "Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada perusahaan Emgraud yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk proyek penting ini. Kami akan bekerja sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan mereka."

"Selanjutnya, kami juga akan memperkenalkan junior yang luar biasa di keluarga Wilson kami..."

Elaine memekik penuh kegirangan, "Hei, Claire kini giliranmu untuk bersinar!"

Meskipun, Claire telah mempersiapkan dirinya untuk acara ini, tetap saja ia merasa gugup.

Charlie memberikan tatapan semangat kepadanya.

Harold menatap ke arah Claire yang terlihat sangat gembira dengan senyum licik di bibirnya.

Nyonya Wilson melihat ke arah meja mereka, tersenyum sebelum ia berbicara.

"Jika bukan karena dia, kami tidak akan bisa berkolaborasi dengan perusahaan Emgrand, setelah banyak pertimbangan dari direksi yang berada di perusahaan Wilson dan yang akan bertanggung jawab atas proyek dengan perusahaan Emgrand."

"Mari kita sambut Direktur baru dari perusahaan Wilson, Harold Wilson!"

Tiba-tiba Claire terdiam seperti patung.

Dia mengalihkan pandangan tidak percaya dan melihat Harold berjalan ke atas panggung dengan senyum licik di wajahnya.

Tatapan dingin menyelimuti mata Charlie.

Berani sekali mereka mengingkari panji setelah mendapatkan apa yang di inginkannya.

Setelah mendapatkan keuntungan dari yang diusahakan oleh Claire, keluarga Wilson langsung membuangnya tanpa memperdulikan perasaannya!

Mata Claire mendadak berubah menjadi merah, air mata menetes dari kedua matanya.

Kemudian ia berdiri dan berlari menuju pintu tanpa menoleh ke belakang.

Baginya, rasa malu ini lebih menyakitkan dibandingkan kebahagiaan yang ia rasakan saat ia datang tadi!

Charlie mengumpat lebih keras lagi, ketika ia melihat Claire pergi.

"Berani sekali kalian mempermainkan istriku? Aku akan membunuh kalian!"

Harold berdiri di atas panggung, dan berkata dengan bangga, "Terima kasih atas kehormatan ini, saya akan bekerja sebaik mungkin sebagai Direktur baru, dan menyelesaikan proyek perusahaan Emgrand dengan sempurna."

Nyonya Wilson mengangguk dengan puas, dia mengambil alih mikrofon dan berkata, "Masih ada satu lagi hal yang sangat penting dari jamuan makan malam ini, kami merasa terhormat dengan kehadiran Direktur baru dari perusahaan Emgrand, Tuan Wade! Mari kita sambut beliau dengan tepuk tangan yang meriah!"

Tepuk tangan meriah terdengar menggema di seluruh aula!

Malam ini, semua tamu yang hadir di jamuan makan malam ini ingin melihat Direktur baru dari perusahaan Emgrand!

Mereka tidak sabar untuk melihatnya!

Semua orang memperhatikan dengan seksama, memperhatikan siapa yang akan berdiri saat ini!

Bahkan, seseorang berkata, "Aku curiga, Direktur misterius itu adalah orang yang sama dengan pria jutawan misterius yang ada di Emerald Court!"

"Benar, aku pikir juga begitu, aku tidak mengenalnya, aku rasa dia tidak ada di lingkungan pergaulan kelas atas di Aurous Hill!"

"Ya, Tuhan! Apakah itu berarti Direktur perusahaan Emgrand merupakan orang paling kaya di Aurous Hill?"

"Aah, aku tidak sabar ingin melihat wajahnya!"

Dalam keriuhan tepuk tangan yang meriah ditambah rasa ingin tahu dari semua orang, Charlie perlahan berdiri dengan wajah dingin... 

Next Post Previous Post
Related Post
charlie wade,Novel